Kondisi KPA Garut Tergusur Angka Perkembangan HIV/AIDS

0
31 views
Kabag Kesra Tandatangani Deklarasi, Disaksikan Yana Guntur Hidayat juga Edi R dari Sekretariat KPA.
Kabid ‘Pencegahan dan Pengendalian Penyakit’ (P2P) juga Tandatangani Deklarasi.

“Dikepung Bahaya 106 Lost Follow Antiretroviral”

Garutnews ( Kamis, 28/10 – 2021 ).

Kondisi kelembagaan ‘Komisi Penanggulangan AIDS’ (KPA) Kabupaten Garut dalam mengemban tugas pokok dan fungsinya selama ini, tergusur atau tak sebanding dengan angka perkembangan populasi penduduk terinfeksi HIV/AIDS.

Bahkan disparitas maupun kesejangan antara timpangnya kemampuan penanggulangan dengan tingginya peningkatan angka ODHA tersebut, kian diperparah oleh bahaya kepungan 106 Lost Follow Up/LFU (DO therapi ARV/Antiretroviral)’.

Ketua PKBI Kabupaten Garut Tandatangani Deklarasi.

Lantaran sejak 2012 hingga Juni 2021 ada 1.211 kasus di kabupaten setempat terdiri 406 HIV, dan 604 AIDS yang menewaskan 459. Sehingga terdapat 752 ODHA masih hidup, namun hingga Agustus 2021 ada 106 LFU (DO obat ARV). Mereka bisa sangat liar penularannya.

Masing-masing dari 216 di RSU dr Slamet yang 29 di antaranya LFU (DO obat ARV), serta dari 548 di RS Guntur juga 77 di antaranya LFU. Demikian terungkap pada¬† rangkaian helatan ‘Deklarasi Pentahelix Menuju Ending AIDS 2030’.

Para Peserta.

Pada kegiatan di Aula Rapat Dinas Dinkes Garut itu, Kamis (28/10-2021), diikuti 20 peserta kegiatan kolaborasi semangat kebersamaan dari instansi pemerintah, akademisi, dunia usaha, kalangan media, ormas, dan komunitas-komunitas peduli AIDS.

Kabid ‘Pencegahan dan Pengendalian Penyakit’ (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut Dr Asep Surachman mengingatkan, segera diperlukannya upaya penjangkauan 106 LFU, “pastikan pula keberadaan mereka,” imbuhnya.

Berlangsung Sekses.

Dia antara lain katakan pula, sejak 20 tahun terakhir faktor penyebab terinfeksi HIV/AIDS senantiasa bergantian akibat penyimpangan perilaku seksual, penasun kemudian seksual.

Malahan angka kematian fenomena laten cukup panjang di kabupatennya ini sangat tinggi mencapai sekitar 37,9 persen per 100 orang, atau lebih tinggi dari angka kematian akibat Covid-19.

Penandatanganan.

Sehingga jika tak tuntas ditanggulangi, maka sangatlah berat upaya penanganan pengendaliannya, imbuhnya pula.

Sangat signifikan angka peningkatan perkembangan terinfeksi HIV/AIDS di kabupaten tersebut, juga diakui Kabag Kesra Setda Garut Drs H. Anas Aolia Malik, M.Si sehingga diperlukan peranserta tiga komponen yang terlibat dalam upaya penanggulangan.

Terdiri pemerintah, masyarakat, dan lembaga swasta lainnya antara lain melalui kebijakan program, dan anggaran, ungkapnya.

Rangkaian Helatan Deklarasi Pentahelix.

Guntur Yana Hidayat dari Sekretariat KPA Kabupaten Garut mengingatkan, faktor dominan penyebabnya yakni ‘laki seks laki’ (LSL).

Sedangkan tingginya perkembangan angka penularan di kabupatennya saat ini, berada pada peringkat kesembilan dari 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat.

Dihadiri Dua Pejabat Eselon Tiga.

Sumber terpercaya lainnya mengungkapkan pula, masih banyak keterbatasan dimiliki KPA Kabupaten Garut. Karenanya mendesak segera bisa mendapatkan beragam atensi yang maksimal dari Pemkab setempat.

Termasuk memfasilitasinya dengan kalangan dunia usaha serta BUMD/BUMN guna  memenuhi dukungan penganggaran yang memadai, sekaligus adanya dukungan kemandirian KPA menentukan kebijakan anggaran.

*****

Esay/Fotografer : JDH.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here