Keistimewaan Hari Jum’at

0
17 views
Program Berbagi Sembako Bersama Masjid Yadul 'Ulya Garut, Berlangsung di Ponpes Al-Hasbie Darulmukarom Rancamaya Tarogong Kidul.

Jumat 23 Oct 2020 12:58 WIB
Rep: Meiliza Laveda/ Red: Esthi Maharani

Khotbah Shalat Jum’at di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.

“Banyak kejadian luar biasa yang sengaja dipilih Allah tepat di hari Jum’at”

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Hari Jumat merupakan hari istimewa umat Islam setiap pekannya. Dalam buku Super Berkah Shalat Jum’at Menggali dan Meraih Keutamaan dan Keberkahan di Hari Paling Istimewa oleh Firdaus Wajdi dan Luthfi Arif disebutkan ada lima keistimewaan hari Jumat.

Pertama, hari terjadinya peristiwa-peristiwa besar. Banyak kejadian luar biasa yang sengaja dipilih Allah tepat di hari Jumat. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Jum’at adalah sebaik-baik hari kala mentari terbit. Nabi Adam diciptakan pada hari Jum’at. Demikian pula ketika dimasukkan dan dikeluarkan dari surga. Dan tidak akan terjadi hari kiamat, kecuali pada hari Jum’at,” (HR Muslim).

Shalat Jum’at di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.

Hadits tersebut menunjukkan beberapa peristiwa besar dimulai dari peradaban manusia hingga berakhirnya kehidupan terjadi pada hari Jumat.

Kedua, waktu mustajab dikabulkannya doa. Pada hari Jum’at, terdapat waktu mustajab untuk berdoa. Artinya, jika seorang Muslim berdoa, dengan kehendak Allah akan dikabulkan.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat suatu waktu yang jika pada waktu itu seorang Muslim tepat berdoa memohon kebaikan kepada Allah maka Allah akan mengabulkannya, dan rentang waktu cukup singkat,” (HR Muslim).

Hadits lain, Rasulullah SAW menjelaskan waktu mustajab tersebut. Dari Abu Burdah, Rasulullah SAW bersabda tentang waktu Jum’at tersebut, “bahwasanya itu adalah waktu ketika imam duduk (di mimbar) sampai selesai shalat,” (HR Muslim).

Pelataran Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.

Ketiga, ganjaran kebaikan dilipatgandakan. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Pada hari Jum’at, kebaikan dilipatgandakan,” (HR At-Thabrani).

Pada dasarnya, Allah telah menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi orang yang melakukan suatu kebajikan. Misal, dalam kasus sedekah, pahalanya akan digandakan dari sebutir kebajikan yang dilakukan.

Keempat, hari raya pekanan. Suatu keistimewaan yang telah diberikan Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW adalah hari Jum’at yang dijadikan sebagai hari raya umat Islam. Rasulullah SAW bersabda dari Ibnu ‘Abbas r.a. hari raya yang Allah jadikan (berikan) kepada kaum Muslimin.

Maka, orang yang melaksanakan shalat Jum’at hendaknya dia mandi. Sekiranya dia memiliki minyak wangi maka hendaknya dia memakainya dan bersiwaklah,” (HR Ibnu Majah).

Kelima, hari khusus umat Islam yang disebutkan dalam Alquran. Allah berfirman dalam surat Al-Jumu’ah ayat 9 :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُوا۟ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Yā ayyuhallażīna āmanū iżā nụdiya liṣ-ṣalāti miy yaumil-jumu’ati fas’au ilā żikrillāhi wa żarul baī\’, żālikum khairul lakum ing kuntum ta’lamụn

Artinya : “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Penyebutan kata “Jum’at” secara khusus menunjukkan keistimewaan dan keagungan. Hal ini juga dijelaskan dalam keterangan dari hadits yang diriwayatkan Ahmad.

Dari Abu Lubabah Al-Badri bin Abdul Mundzir, Rasulullah SAW bersabda : “Hari Jum’at adalah penghulu (pemimpin) di antara hari-hari lain dan yang paling agung dan dalam pandangan Allah (hari Jumat) lebih ‘agung’ daripada Idul Fitri dan Idul Adha.

******

Republika.co.id/Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here