Kecukupan Rezeki dan Keselamatan Adalah Kesempurnaan Nikmat-Nya

Kecukupan Rezeki dan Keselamatan Adalah Kesempurnaan Nikmat-Nya

331
0
SHARE
Mensyukuri juga Menjaga Nikmat Sehat Di antaranya Dengan Berolahraga Memanah.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil

Jamaah Tabligh Mensyukuri juga Menjaga Nikmat Sehat. Di antaranya Dengan Berolahraga Memanah.

“Allah SWT memberikan rezeki yang cukup kepada hamba-Nya”

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kecukupan rezeki dan keselamatan adalah bentuk kesempurnaan nikmat dari Allah SWT. Kebutuhan dasar seorang hamba terpenuhi bahkan diberi kelebihan, dan selalu selamat dari hal-hal yang bisa membinasakannya, inilah bentuk kesempurnaan nikmat dari-Nya. Hal ini dijelaskan Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam.

“Di antara bentuk kesempurnaan nikmat Allah SWT yang diberikan kepada kamu adalah ketika Allah memberikan rezeki yang cukup kepada kamu, serta menghindarkan dari sesuatu yang akan membinasakan kamu.” (Syekh Athaillah, Al-Hikam)

Penyusun dan Penerjemah Al-Hikam, D A Pakih Sati Lc dalam buku Kitab Al-Hikam dan Penjelasannya yang diterbitkan penerbit Noktah tahun 2017 menjelaskan maksud Syekh Athaillah mengenai bentuk kesempurnaan nikmat Allah SWT yang diberikan kepada hamba-Nya.

Berolahraga Memanah, dan Berkuda di Pesantren Tahfidz, Yadul ‘Ulya Garut.

Apakah kamu sudah mengetahui bentuk kesempurnaan nikmat Allah SWT yang diberikan kepada kamu? Jika belum, maka ketahuilah bahwa salah satu bentuk kesempurnaan nikmat-Nya yang dikaruniakan kepada kamu adalah ketika Dia memberikan rezeki yang cukup bagi kamu.

Apapun bentuk rezeki tersebut, baik makanan, minuman, pakaian, dan materi lainnya. Serta mencakup nikmat ruhiyah seperti qana’ah, zuhud, tidak tamak, dan lain sebagainya. Kemudian Allah SWT menghindarkan kamu dari segala sesuatu yang akan mencelakakan kamu.

Berolahraga Memanah Dengan Senantiasa Mengingat Nikmati Allah SWT.

Misalnya, men­jauhkan dari kesedihan, kegalauan, kefakiran yang membuat kamu kufur, dan lain sebagainya. Allah SWT tidak pernah menginginkan kamu berada di jurang kehancuran.

Oleh karena itu, berusahalah mendapatkan kesempurnaan nikmat ini dengan mengoptimalkan ibadah kepada-Nya. Jalankan semua perintah-Nya dan jauhi setiap larangan-Nya.

Berolahraga Memanah Dengan Senantiasa Mengingat Nikmati Allah SWT.

Jika kamu telah berhasil mewujudkan semua ini maka kamu akan hidup bahagia di dunia maupun akhirat. Orang lain akan memasuki surga dengan merangkak, maka kamu akan memasukinya secepat kilat.

Imam Shamsi Ali: Alquran Bukan Sekadar Bacaan

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah

“Membaca Alquran bertujuan menanamkan hidayah dalam jiwa-jiwa manusia”

Membidik, dan Melesatkan Anak Panah. Upaya Melatih Kualitas Konsentrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ayat suci Alquran merupakan tuntunan dan Kitab Suci bagi umat Islam. Di dalamnya terdapat sejumlah ayat yang menjadi panduan hidup bagi setiap Muslim dan bukan sekadar bacaan.

Imam/Director of JMC Shamsi Ali menyebut, selama ini ada satu hal yang sering disalahpahami oleh sebagian umat, utamanya ketika membaca ayat-ayat Alquran berulang-ulang. Biasanya, timbul di benak perasaan sangsi atau ragu, untuk apa membaca Alquran berulang-ulang.

Membidik, dan Melesatkan Anak Panah. Upaya Melatih Kualitas Konsentrasi.

“Mereka belum paham bahwa Kitab ini dinamai Alquran, bukan sekadar ‘bacaan’. Tapi bacaan yang dalam dan berulang-ulang,” ucap dia dalam pesan teks yang diterima Republika, Senin (17/10/2022).

Ia menyebut hal itu karena membaca, bahkan meski sudah tahu sekalipun dari sebuah bacaan, belum tentu telah membaca dalam arti yang sesungguhnya (haqqa tilawatih).  Alquran bukan sekadar buku bacaan, bahkan tidak sekadar untuk diketahui.

Kesehatan untuk Tingkatkan Kualitas Ibadah Termasuk Syiar Islam.

Membaca Alquran bertujuan menanamkan hidayah dalam jiwa-jiwa manusia. Karenanya, ia menyebut sekadar “tahu” bukan tujuan terakhir dari Alquran, namun untuk menghadirkan petunjuk (hudan) dalam hidup seseorang.

“Salah satu ilustrasi yang Allah berikan tentang Alquran adalah bahwa Alquran itu bagaikan air hujan yang diturunkan dari langit. Air hujan itu akan turun dan turun lagi hingga masanya tanah yang kering menjadi subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang segar dan bermanfaat bagi manusia,” lanjut dia.

Dimana pun Menebar Syiar Islami.

Dengan demikian, Imam Shamsi Ali menyebut membaca Alquran bagaikan siraman air ke tanah, untuk menyuburkannya. Alquran adalah siraman heavenly water (air suci) ke jiwa-jiwa manusia yang akan menyuburkannya.

Jiwa yang sehat dan subur itulah, lanjutnya, yang akan melahirkan buah-buah segar kehidupan (perilaku, karya, inovasi) yang sehat dan menyehatkan. Karena itu, ia menyebut jangan pernah mempertanyakan kenapa kitab yang sama dibaca, dibaca, dan dibaca lagi.

Masjid Yadul ‘Ulya Garut.

“Karena setiap kali dibaca, Alquran akan menyirami jiwamu sehingga menjadi subur untuk melahirkan amal, karya dan inovasi kehidupan. Siramlah lahanmu setiap saat. Siramlah jiwamu setiap waktu,” ujarnya.

اللهم ارحمنا بالقران واجعله لنا نورا وهدا ورحمة…اللهم اجعل القران ربيع قلوبنا وشفاء صدورنا وذهاب همومنا…

Camping Ground Keluarga, D’Leuwi Panawuan.

Semoga Allah SWT merahmati, dan selalu menunjuki langkah-langkah kita dengan cahaya Alquran. Amin.

Memantapkan Penguatan Konsentrasi.

*******

Republika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY