Kebakaran di Kabupaten Garut Kerap Didominasi Korsleting

0
16 views
Wawan Sobarwan S.IP.
Mendesak Segera Perlukan Penambahan Alat Pelindung Diri Berstandar Hadapi Pandemi Coronavirus Disease 2019.

“Telan Kerugian Rp7,841 Miliar” 

Garutnews ( Senin, 25/01 – 2021 ).

Kebakaran di Kabupaten Garut kerap didominasi hubungan pendek, korsleting  (kortsluiting). Suatu hubungan bertahanan listrik sangat kecil mengakibatkan aliran listrik sangat besar bisa mengakibatkan ledakan dan kebakaran.

Dari 105 kejadian kebakaran di kabupaten ini selama 2020 menelan kerugian Rp7,841 miliar, penyebabnya didominasi 49 kasus korsleting, 13 peristiwa kebocoran tabung gas, 14 pembakaran sampah, 16 tungku, tiga peristiwa puntung rokok, dan 10 kasus lainnya.

Kabid Ops dan Penyelamatan pada Disdamkar kabupaten setempat, Wawan Sobarwan S.IP katakan 105 kasus kebakaran pada 2020 tersebut, terbanyak 18 peristiwa terjadi September, Januari (14), Oktober dan November masing-masing sembilan kasus.

Diranggas Kobaran Api.

Kemudian Februari serta Mei masing-masing delapan kejadian, Juli serta Agustus masing-masing 11 peristiwa, Juni (7), April (4), serta Maret dan Desember masing-masing tiga kasus kebakaran.

“Kendati keseluruhan kerugiannya Rp7,841 miliar, namun harta benda yang bisa terselamatkan dari kobaran api mencapai nilai Rp18,804 miliar,” katanya di ruang kerjanya, Senin (25/01-2021).

Kasus 105 kebakaran itu, meranggas 66 rumah, enam pasar/kios, tujuh gudang dan sejenisnya, delapan lahan/kebun, empat bak sampah, dua TPA, empat lio bata, tiga gardu PLN, serta lima unit kendaraan, ungkap Wawan Sobarwan.

“251 Kebakaran 2019”

Proses Pemadaman.

Sedangkan 251 peristiwa kebakaran ditangani jajaran Mako Disdamkar Kabupaten Garut selama 2019, masing-masing akibat 49 kasus korsleting listrik, dan 202 kasus juga lantaran korsleting listrik serta pembakaran sampah.

“Bertotal kerugian mencapai Rp9.939.620.000,- namun nilai harta benda yang bisa terselamatkan Rp13.683.850.000,” ungkap Wawan Sobarwan.

Dikatakan, dari 251 kebakaran tersebut terdiri terbakarnya 111 rumah, sembilan pasar/kios, sepuluh gudang/sejenisnya, 84 lahan/kebun, dua hutan, enam pohon, tujuh bak sampah, empat TPA, sepuluh lio bata, satu gunung, tiga gardu PLN, serta empat kendaraan.

Sedangkan upaya penyelamatan non kebakaran ada 170, meliputi 146 sarang tawon, tiga ular, empat kucing, satu biawak, satu burung hantu, satu penduduk tersetrum, dua warga tercebur ke sumur, satu warga tenggelam di laut, tiga banjir, delapan pohon tumbang, dan satu kendaraan, juga tiga meninggal dunia lantaran peristiwa kebakaran.

Pada 2018 silam pun ada 189 peristiwa kebakaran, masing-masing 46 akibat korsleting listrik, beserta 143 akibat korsleting listrik dan pembakaran sampah dan gas menelan kerugian mencapai Rp12.443.391.000,-

Pada Januari 2021 terdapat sedikitnya enam peristiwa kebakaran, antara lain berakibat dua meninggal dunia di Cibodas Samarang.

*******

Esay/Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here