Kabid Destinasi Wisata Gulirkan Penguatan ‘Sapta Pesona’

0
16 views
Drs H. E. Anshori Gulirkan Penguatan Kualitas Penerapan 'Sapta Pesona'.
‘Penyimpanan senjata dan amunisi, serta peralatan kapal amfibi pada era perang dunia kedua sekitar 1919’.

“Berbasis Sapta Pesona”

Garutnews ( Senin, 21/11 – 2022 ).

Situ Bagendit merupakan daerah tujuan wisata di Kabupaten Garut, lantaran antara lain memiliki pesona alam yang menarik. Bahkan sejak jaman pemerintahan Kolonial Belanda hingga kini masih ‘kental’ melegenda.

Juga bernilai sejarah pada kawasan yang pernah dijadikan salahsatu basis pertahanan Soldadu Belanda, sehingga sering didarati jenis pesawat amfibi. Mereka kerap pula menjadikannya sebagai wahana persembunyian dari ancaman serius serangan pesawat tempur Tentara Jepang.

“Maka Pemkab pun berobsesi menjadikan Situ Bagendit sebagai kawasan obyek wisata edukasi terlengkap berbasis penguatan ‘Sapta Pesona’ di kabupaten tersebut,” ungkap Kepala Bidang Destinasi Wisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten setempat, Drs H. E. Anshori kepada Garut News, Senin (21/11-2022).

Bekas Penyimpanan Senjata/Mesiu Milik Soldadu Belanda Dibawah Tanah.

Dikemukakan, potensi wisata baharinya terbilang luar biasa berluas areal situ/danau mencapai sekitar 124 hektare. Optimis bisa menjaring kehadiran wisatawan melalui kesungguhan upaya penguatan kualitas penerapan ‘Sapta Pesona’.

Berupa ; ‘Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan’ guna mewujudkan masyarakat destinasi pariwisata aktif, dan terlibat langsung pada destinasi pariwisata, imbuh H. E. Anshori di Situ Bagendit.

Terdapat sejumlah peninggalan sejarah. Di antaranya berupa dua bangunan tembok beton kokoh yang diduga bekas ‘penyimpanan senjata dan amunisi, serta peralatan kapal amfibi pada era perang dunia kedua sekitar 1919’.

“Legenda Bagendit pun sebagai tantangan bisa digali ahli sejarah. Lantaran ada beberapa versi ceritanya. Apakah hanya mitos… ? Maka, mengenai asal muasal pembentukan situnya pun terbuka luas untuk diteliti secara ilmiah” ungkap Kepala UPT Bagendit, Iwan Suwandi, menambahkan.

Anak-anak Ceria Berenang di Situ Bagendit. (Foto : John Doddy Hidayat).
Anak-anak Ceria Berenang di Situ Bagendit.

Maka diharapkan pula, Situ Bagendit dapat menjadi rujukan mengenai standar minimal pelayanan wisatawan di kabupaten ini.

Sebab, pengunjung tak hanya disuguhi pemandangan alam lintasan bentangan bibir pesisir danau luas dengan beragam hayatinya, melainkan juga panorama alam pegunungan berjajar mengelilingi kawasan kota Garut.

“Terutama terlihat pula Gunungapi Guntur dengan kekhasan bekuan lava bekas letusannya membentuk tapal kuda,” katanya.

Pengunjung pun dapat menikmati keelokan Situ Bagendit dari arah taman yang banyak ditumbuhi ragam jenis vegetasi peneduh, sambil menikmati aneka jajanan tersedia pada sejumlah anjungannya.

Atau dari arah pinggiran kawasan Hutan Kota sebelah utara sambil bercengkerama bersama keluarga di bangku taman, gazebo, maupun shelter terdapat di lokasi wisata itu.

Camping Ground D’Leuwi di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul.

Malahan juga bisa menikmati langsung suasana hamparan permukaan danau berkeliling naik rakit bambu atau kendaraan air lainnya, yang disewakan penduduk setempat. Maupun, menikmati jajanan di atas warung apung di tengah-tengah hamparan situ.

Anak-anak dapat bercengkerama bermain di arena bermain anak pada areal Taman. Jika terdapat musim penghujan terus menerus sepanjang tahun, menjadikan keindahan Situ Bagendit kian mengemuka seiring semakin luasnya areal situ tergenangi air.

Sebelumnya, dari seluas 124 hektare areal Situ, hanya sekitar 80 persen terairi. Selain akibat pendangkalan, juga kemarau panjang.

Camping Ground D’Leuwi di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul.

Dibukanya saluran irigasi Bendung Copong menuai harapan bakal bertahannya debit air Situ Bagendit semakin besar, termasuk penggalian potensi wisatanya kian menjanjikan.

Pengelola Situ Bagendit pun berupaya melengkapi estetika pelbagai fasilitas untuk menjaring kehadiran banyak pengunjung. Antara lain pengecetan dan pembenahan bangunan kantor, kamar kecil, mushola, kios, dan penataan lainnya.

Di tengah taman juga sekali-kali disediakan wahana musik “live” guna menambah semarak liburan di obyek wisata itu.

Salah-satu Situs Sejarah Terdapat di Situ Bagendit. (Foto : John Doddy Hidayat).
Salahsatu Situs Bersejarah Terdapat di Situ Bagendit (Sebelum Dipugar). 

Situ Bagendit dapat dikunjungi wisatawan dengan mudah. Baik dari arah Bandung via Leles maupun dari arah Balubur Limbangan. Atau dari arah Singaparna Tasikmalaya atau wilayah selatan Garut melalui Garut Kota.

Selain berada di tepi jalan raya, obyek wisata di Kecamatan Banyuresmi ini hanya berjarak sekitar enam kilometer dari pusat kota Garut.

Berkunjung ke Situ Bagendit juga bisa dijadikan satu rangkaian daerah tujuan wisata di kabupaten ini.

Bersama dengan kawasan wisata Taman Satwa Cikembulan Kadungora, Situ dan Candi Cangkuang Leles, kawasan industri penyamakan, kerajinan dan perdagangan kulit Sukaregang, serta kawasan Pemandian Air Panas Cipanas Tarogong Kaler.

Iwan Suwandi. (Mudah Dijangkau).

“Juga tak kalah menariknya Camping Ground D’Leuwi di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul. Hanya berjarak beberapa kilometer dari pusat pemerintahan maupun Kantor Bupati Garut”

**********

(Abisyamil, JDH/Fotografer : Abah John).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here