Jelang PSBB Kota Garut Masih Disesaki Pengunjung

0
23 views
Tumpahruah Berdesakan berbelanja Kebutuhan Konsuptif, Senin Siang (04/05-2020).
Padat Tersendat.

“Tumpahruah Berdesakan Berbelanja Kebutuhan Konsumtif”

Garut News ( Senin, 04/05 – 2020 ).

Memotret kondisi pusat Kota Garut maupun Pengkolan, Senin siang (04/05-2020), atau dua hari menjelang penerapan ‘Pembatasan Sosial Berskala Besar’ (PSBB), nyaris seluruh pertokoan masih sangat sarat disesaki pengunjung. Mereka tumpahruah berdesakan berbelanja ragam kebutuhan konsuptifnya.

Bahkan intensitas arus beragam jenis kendaraan pun padat tersendat, meski Pemkab setempat kian memantapkan kesiapan rancangan teknis pelaksanaan PSBB, bersama kabupaten/kota lainnya di Provinsi Jawa Barat pada 6-19 Mei 2020.

Berdesakan Di Tengah Wabah Pandemi Covid-19.

Di kabupaten ini pemberlakuannya diagendakan berlangsung pada sejumlah wilayah dari 42 kecamatan di Garut, meliputi Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Cilawu, Banyuresmi, Karangpawitan, Wanaraja, Selaawi, Cibatu, Cisurupan, Cikajang, dan Kecamatan Cigedug.

“Dalam rancangan diberlakukan PSBB mulai Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Cilawu, Banyuresmi, Karangpawitan, Wanaraja, Selaawi, Cibatu, Cisurupan, Cikajang, dan kecamatan Cigedug,” ungkap Helmi Budiman seusai membahas Kesiapan penerapan PSBB tersebut.

Diresmikan.

Dia mengingatkan, penduduk di wilayah penerapan PSBB itu diwajibkan memenuhi ketentuan sesuai peraturan perundang-undangan juga konsisten menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Apalagi kini pemerintah menetapkan pandemi Covid-19 menjadi bencana nasional lantaran tak hanya berdampak pada kesehatan tetapi lebih luas.

Sehingga penanganannya dilakukan secara terpimpin oleh pemerintah, melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di pusat maupun di daerah, yang  mengharuskan semua unsur pemerintahan, dunia usaha, dan semua unsur masyarakat bersatu padu, bahu membahu, dan bergotong royong dalam satu sistem terintegrasi, terkoordinasi, serta terkolaborasi.

Maka sangat diperlukan kedisiplinan semua pihak mematuhi anjuran tetap tinggal di rumah, tidak mudik, tidak bepergian, menggunakan masker jika terpaksa keluar rumah, dan menjaga jarak.

Sumber lainnya antara lain menyebutkan, “Penanganan coronavirus desease Covid-19 di dunia menunjukan bagaimana kualitas para pemimpin negara”.

Ada hal yang secara signifikan membedakan penanganan virus corona sejumlah negara itu dengan Indonesia, yaitu kepemimpinan. Dalam kondisi kritis ini, kualitas para pemimpin diuji .. !!!.

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here