Jangan Tarik KPK ke Politik Praktis

0
41 views
Tersangka kasus tindak pidana korupsi yang telah ditahan oleh KPK diborgol saat akan menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/1/2019). Foto: Antara/Hafidz Mubarak A.

Senin 07 Jan 2019 09:13 WIB
Rep: Tajuk Republika/ Red: Elba Damhuri

Tersangka kasus tindak pidana korupsi yang telah ditahan oleh KPK diborgol saat akan menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/1/2019). Foto: Antara/Hafidz Mubarak A.

“KPK merupakan ujung tombak dalam upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air”

REPUBLIKA.CO.ID, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan enam panelis untuk debat calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) yang akan digelar pada medio bulan ini. Satu dari enam nama itu adalah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahadjo.

Debat pertama capres-cawapres Pemilu 2019 akan digelar di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, 17 Januari 2019. Debat pertama ini akan mempertemukan pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Debat tersebut akan mengangkat empat tema, yakni hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

Karena itu, dalam debat ini, KPU menetapkan enam panelis yang dianggap terkait dengan isu yang diangkat. Selain ketua KPK, lima nama lain yakni ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Taufan Damanik, pakar hukum tata negara Margarito Kamis, pakar hukum tata negara Bivitri Susanti, mantan ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, dan pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana.

Namun, ketua KPK langsung menyatakan tidak akan datang pada saat pelaksanaan debat. Alasannya karena dia mencoba untuk menghindari kesan bahwa KPK masuk ke ranah politik. Hanya saja, sesuai dengan kapasitas lembaga negara, Agus mengatakan, KPK akan tetap membantu menjadi panelis untuk menyusun materi debat dengan panelis dan pakar lainnya.

Keputusan ini memang menjadi solusi terbaik untuk menjaga independensi kelembagaan KPK, khususnya pada tahun politik ini. Dengan tetap terlibat dalam debat, KPK dapat memaksimalkan upaya pencegahan tindak pidana korupsi, khususnya di tingkat para calon pemimpin negara. Momentum ini pun dapat menjadi kesempatan untuk mengingatkan kembali komitmen pemberantasan korupsi, sehingga dapat menjadi perhatian semua pihak.

Hal ini memang bisa dilakukan dengan membantu dan terlibat secara substansi dalam rapat-rapat dan pembahasan materi debat yang akan dihadiri oleh para panelis, pakar, atau ahli yang diundang. Dengan begitu, KPK dapat menyampaikan poin-poin krusial yang perlu dibahas dan dimintakan pendapatnya kepada para pasangan calon.

Keterlibatan KPK dalam hal ini pun cukup dalam batasan itu. Hal ini karena pelaksanaan debat sangat kental dengan politik praktis. Sehingga kehadiran di acara itu dapat menempatkan ketua KPK dalam posisi yang sulit.

Satu alasannya, jika ketua KPK datang maka berpotensi menciptakan tafsir bahwa lembaga antirasuah itu, ataupun perwakilannya yang hadir di debat, memiliki kecondongan politik ke pasangan tertentu. Potensi ini bisa saja muncul karena sulit untuk memastikan bahwa setiap orang dapat memandang kehadiran itu semata memang murni karena undangan KPU.

KPK merupakan ujung tombak dalam upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air. Sehingga apa pun yang KPK lakukan, khususnya jika terkait dengan politik, dipastikan bakal menarik perhatian orang banyak.

Kita bisa melihat dan menjadikan pengalaman-pengalaman pemilihan presiden sebelumnya sebagai acuan. Yaitu bahwa pemilihan presiden, khususnya pilpres terakhir yang juga menghadirkan Jokowi dan Prabowo, merupakan agenda yang sangat sensitif. Malah, tak sedikit masyarakat yang akhirnya terpaksa harus putus silaturahim lantaran isu pilpres yang berseliweran di media sosial. Ada pula masyarakat yang berselisih dengan anggota keluarga hanya karena berbeda pilihan.

Karena itu, kita patut menghormati keputusan ketua KPK yang menyatakan akan tetap membantu panelis debat capres-cawapres untuk menyusun materi. Namun, tak akan ada perwakilan KPK yang hadir pada saat pelaksanaan debat.

Tajuk Koran Republika, Senin 7 Januari 2019

*******

Republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here