Islam Mengajarkan Pentingnya Melindungi Lingkungan

0
10 views
Kampus Peradaban Ponpes/Kuttab Yadul 'Ulya Garut Maksimal Wujudkan Nuansa Berperspektif Lingkungan.

Senin 10 Jan 2022 05:40 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut menjaga lingkungan yang menghasilkan manfaat bagi individu dan masyarakat.

“Merusak lingkungan untuk alasan apapun dilarang”

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Seorang Muslim harus menyadari betapa pentingnya melindungi lingkungan. Merusak lingkungan untuk alasan apapun dilarang.

“Untuk menghindari pencemaran lingkungan, Islam melarang buang air kecil atau besar atau membuang sampah, bangkai, limbah industri, atau sejenisnya ke dalam air, karena hal itu menyebabkan banyak kerugian bagi manusia, hewan, dan lingkungan,” kata mantan Mufti Mesir Nasr Farid Wasil, dilansir dari About Islam.

Farid berujar Islam menyerukan setiap kebaikan dan melarang setiap tindak kejahatan. Dengan kata lain, Islam memerintahkan umatnya mematuhi standar perilaku yang benar dan sopan santun.

Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut menjaga lingkungan yang menghasilkan manfaat bagi individu dan masyarakat.

“Di antara perilaku baik tersebut adalah menjaga lingkungan yang menghasilkan manfaat bagi individu dan masyarakat,” kata Farid.

Semua agama tentu saja menyerukan untuk melindungi lingkungan dari kerusakan dan melarang merusaknya dengan sengaja ataupun menyebabkan pencemaran udara. Hal ini sebagaimana disebut dalam Alquran surat An-Nahl ayat 5-14.

Yang artinya, “Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu, padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat dan sebagiannya kamu makan,” (An-Nahl ayat 5).

Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut menjaga lingkungan yang menghasilkan manfaat bagi individu dan masyarakat.

Kemudian diakhir ayat, “Dan Dialah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya, dan (dari lautan itu) mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai. Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya dan agar kamu bersyukur. (An-Nahl ayat 14).

“Orang akan menyadari Allah telah menundukkan alam semesta kepada manusia. Oleh karena itu, manusia harus menjaga alam semesta semurni dan semegah yang telah Allah ciptakan,” kata Farid Wasil.

Selain itu, karena Islam adalah agama terakhir dari semua pesan surgawi sebelumnya, ia mendesak semua orang melindungi lingkungan dan menyerukan mereka tidak mencemari atau merusaknya.

Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut menjaga lingkungan yang menghasilkan manfaat bagi individu dan masyarakat.

Misalnya, Islam melarang buang air kecil atau besar atau membuang sampah, bangkai, limbah industri, atau sejenisnya ke dalam air karena hal itu menyebabkan banyak kerugian bagi manusia, hewan, dan lingkungan.

Nabi Muhammad SAW mendirikan aturan hukum yang sangat penting, Nabi berkata, “Tidak ada kerugian yang akan ditimbulkan atau dibalas dalam Islam.”  (Ahmad).

Selain itu, Nabi menyatakan membuang sampah dan sejenisnya dari jalan-jalan adalah sesuatu yang layak mendapat pahala. Dalam keprihatinan ini, Nabi berkata, “Jika Anda menolak kecuali duduk di jalan, maka bayar jalan itu dengan benar,”

Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut menjaga lingkungan yang menghasilkan manfaat bagi individu dan masyarakat.

Sahabat bertanya, “Apakah jalan yang benar itu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Turunkan pandanganmu, balas salam, dan singkirkan hal-hal berbahaya dari jalan.” (Muslim)

https://aboutislam.net/counseling/ask-the-scholar/health-science/what-does-islam-teach-us-about-environmental-pollution/.

*****

Republika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here