Geliat Yadul ‘Ulya Wujudkan Peningkatan Kualitas Imunitas

Geliat Yadul ‘Ulya Wujudkan Peningkatan Kualitas Imunitas

458
0
SHARE
berkegiatan intern penyelenggaraan 'Qur'anic Camp' di Vila Ide Lestari Rancabango sebagai upaya penguatan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Perawatan budidaya bayam merah. Dilaksanakan pula perawatan budidaya hidroponik.

“Kasus Kematian Pasien Positif Tertinggi”

Garutnews ( Senin, 05/07 – 2021 ).

Bersamaan Kabupaten Garut nyaris kembali menjadi pemecah rekor tertinggi volume harian kematian terinsfeksi pandemi Covid-19 lantaran tewasnya 30 pasien positif, Ahad (04/07-2021), Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya kian menggeliat berupaya wujudkan peningkatan kualitas imunitas.

Di antaranya selain ketat menerapkan protokol kesehatan, juga berkegiatan intern penyelenggaraan ‘Qur’anic Camp’ di Vila Ide Lestari Rancabango sebagai upaya penguatan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Sehingga selain menerapkan protokol kesehatan juga senantiasa mendekatkan diri sekaligus memohon perlindungan Allah SWT, antara lain dengan berdzikir, Muraja’ah Berjamaah, Tadabur Alam, Sibahah, serta amalan ibadah lainnya.

Perawatan budidaya bayam merah. Dilaksanakan pula perawatan budidaya hidroponik.

Berlangsung selama tiga hari sejak, Senin (05/07-2021), diikuti puluhan santriwati yang sangat ketat menerapkan prokes.

Sedangkan geliat lainnya, berupa segera direalisasikannya penanaman benih dan bibit bunga matahari (Helianthus annuus) pada ‘praktek kerja lapangan’ (PKL) tiga mahasiswi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Garut di kawasan Agro Park Ponpes/Kuttab Tahfidz Qur’an, Yadul ‘Ulya.

Ketua PKL Fujia Sepia Nuraisya beserta dua rekannya, Futri Siti Nurfauziah, dan Nida Paojiyah kepada Garutnews di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul katakan, penanaman bunga matahari tersebut bermanfaat ganda.

Potensi Hidroponik.

Selain bisa memercantik area sekitarnya, juga merupakan salahsatu tanaman refugia yang dapat menjadi wahana maupun tempat bernaung populasi musuh alami sehingga dapat pula mengurangi populasi gulma.

Kemudian penanaman bunga telang (Clitoria ternatea), bunga ini pun bisa dijadikan seduhan teh yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus bernilai ekonomi tinggi, katanya.

Mereka mengemukakan, banyaknya ditemukan gulma maka juga direncanakan segera membuat herbisida nabati yang ramah lingkungan.

Selain itu membuat polybag ramah lingkungan menyusul masih banyaknya polybag yang digunakan umumnya tak ramah lingkungan sebab waktu terurainya cukup lama.

Proses Pembelajaran.

“Sekaligus mendorong agar pemanfaatan beserta perawatan lahan lebih dimaksimalkan,” imbuh mereka.

Sepanjang, Senin (05/07-2021), ketiga mahasiswi ini pun menyelenggarakan perawatan budidaya bayam merah berupa penyiraman, penyiangan gulma, kemudian penanaman bibit kangkung dan sosin pada wahana polybag.

Dilaksanakan pula perawatan budidaya hidroponik meliputi tahap penyemaian (penjemuran benih bayam merah yang sudah disemai selama lima jam), penyiraman nampan semai guna menjaga kelembaban media rockwool.

Kembangkan Diskusi.

Serta pembersihan areal Agro Park Yadul ‘Ulya, yang keseluruhannya dimaksudkan mewujudkan lingkungan sehat yang menyehatkan agar terhindar dari penularan wabah jenis penyakit apapun.

“Kasus Kematian Pasien Positif Tertinggi”

Kasus kematian pasien positif tertinggi di kabupaten setempat tercatat pada 1 Juli 2021 dengan jumlah meninggal 33 orang.

Bahkan yang memprihatinkan, dari kasus baru 30 pasien positif meninggal dunia itu, salah satunya bayi perempuan baru lahir berusia satu hari dari Balubur Limbangan. Bayi ditandai dengan nomor KC-19518 tersebut tercatat pasien ke sepuluh meninggal dunia terpapar Covid-19 di wilayah Balubur Limbangan.

Dia juga merupakan pasien positif termuda di Kabupaten Garut meninggal dunia. Sebelumnya, pasien termuda meninggal dunia setelah terkonfirmasi positif di Garut yakni seorang anak perempuan asal Sukaresmi berusia tiga tahun (KC-12008). Sedangkan pasien positif tertua meninggal dunia seorang laki-laki asal Kadungora berusia 95 tahun (KC-6093).

Kenyataan ini menguatkan Covid-19 bisa menyerang siapa saja. Tak mengenal jenis kelamin maupun usia.

Dari data Satgas Penanganan Covid-19 hingga 5 Juni 2021 sejak kasus Covid-19 terdeteksi di Garut, dari 482 anak di bawah usia lima tahun (balita) terinfeksi Covid-19, ada 17 anak di antaranya berusia satu hari. Termasuk KC-19518 meninggal dunia.

Keterangan Satgas Penanganan Covid-19 disampaikan Koordinator Komunikasi Publik/Humas Muksin, penambahan 30 pasien positif meinggal dunia pada Ahad itu, termasuk KC-19518,  terdiri 17 perempuan dan 13 laki-laki berusia antara satu hari hingga 88 tahun dari 19 kecamatan.

Mereka didominasi Kecamatan Karangpawitan lima orang, disusul Pameungpeuk empat orang, Tarogong Kaler tiga orang, Cibatu dua orang, dan Kecamatan Cisompet dua orang.

Lainnya masing-masing satu orang dari Cibalong, Cikelet, Cisewu, Garut Kota, Karangtengah, Kersamanah, Balubur Limbangan, Pakenjeng, Pamulihan, Samarang, Selaawi, Sucinaraja, Talegong, dan Kecamatan Tarogong Kidul.

Meninggalnya 30 pasien positif menjadikan angka kematian terpapar Covid-19 di Garut meningkat lagi menjadi 861 orang, atau 864 orang. Persentasenya mencapai sekitar 4,38 persen atau 43,99 persen dari total akumulasi pasien positif 19.640 orang.

Jumlah pasien positif Covid-19 pun meningkat dengan adanya penambahan volume harian pasien terkonfirmasi positif 234 orang dari 37 kecamatan.

Akumulasi pasien sembuh juga meningkat menjadi 14.225 orang dengan adanya 525 pasien positif selesai pemantauan isolasi. Persentase kesembuhan pasien dari Covid-19 di Garut kini mencapai sekitar 72,42 persen.

“Ada 4.009 pasien positif Covid-19 masih isolasi mandiri, dan 542 pasien positif dalam isolasi perawatan rumah sakit,” katanya.

*****

Abisyamil, JDH/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY