Geliat Taman Satwa Cikembulan Wujudkan ‘Multiplier effect’

Geliat Taman Satwa Cikembulan Wujudkan ‘Multiplier effect’

116
0
SHARE
Rudy Arifin, SE.
Dedi Supriadi.

“Gairahkan Denyut Nadi Sosek Masyarakat”

Garutnews ( Ahad, 01/10 – 2023 ).

Geliat bahkan ragam dinamika aktivitas Lembaga Konservasi Taman Satwa Cikembulan selama ini, bisa mewujudkan ‘Multiplier effect’ maupun efek ganda yang kian dirasakan manfaatnya bagi masyarakat sekitarnya.  

Lantaran selain mulusnya lintasan jalan wisata yang termanfaatkan oleh mobilitas perekonomian masyarakat setempat, keberadaan destinasi wisata berbasis lingkungan serta edukatif tersebut, juga berpengaruh meluas pada kegiatan perekonomian lainnya.

Berwisata Edukatif Bersama Keluarga.

“Malahan lebih dari 30 karyawan tetap, dan 20-an karyawan lepas sebagian besar berasal dari penduduk desa setempat di Kecamatan Kadungora Garut,” ungkap Manager Taman Satwa Cikembulan, Rudy Arifin, SE.

Penduduk setempat pun dilibatkan pada penatakelolaan perparkiran sekaligus menanganinya, juga pemasok pakan satwa yang disyaratkan harus berkualitas sesuai standar yang ditentukan.

Berwisata Edukatif Bersama Keluarga.

Sehingga masyarakat yang dilibatkan pada pengelolaan lembaga konservasi ini terbina, terlatih, disiplin juga jujur.

Sedangkan para pedagang diluar pintu gerbang terkoordinir, mereka hanya berkewajiban mewujudkan kebersihan lingkungan sekaligus ikut serta senantiasa mewujudkan keamanan, dan kenyamanan lingkungan, ujar Rudy Arifin kepada Garutnews, Ahad (01/10-2023).

Gairahkan Denyut Nadi Sosek Masyarakat.

Dikatakan,  terjadinya Multiplier effect itu. Menjadi sumber pendapatan masyarakat termasuk berkurangnya pengangguran, apalagi ke depan terjadi pengembangan wisata pada Taman Satwa tersebut.

Koordinator 30-an pedagang seputar Taman Satwa Dedi Supriadi mengemukakan, keberadaan wahana wisata ini berpeluang bagi masyarakat termasuk para pemilik warung untuk mengembangkan usahanya.

Gairahkan Denyut Nadi Sosek Masyarakat.

Sebagaimana diharapkan Rudy Arifin, terjadinya peningkatan produktivitas perekonomian masyarakat sesuai talentanya masing-masing bisa menanggulangi masalah kemiskinan.

Ada lebih 139 Spisies dengan 400 an Populasi Koleksi Taman Satwa Cikembulan, terdiri satwa dilindungi Undang-Undang RI serta satwa yang tidak dilindungi Undang-Undang.

Wahana Perparkiran.

Sehingga menjadi wahana pendidikan luar sekolah, dan penelitian sekaligus bisa menjadi penggerak ‘sosial ekonomi’ (sosek), yang perlu didukung peranserta berbagai elemen dan komponen masyarakat termasuk dari beragam unsur pemerintahan.

********

Abah John.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY