Garut Kini Masih Miliki 32 Desa Tertinggal

0
55 views
Ilustrasi.
Ilustrasi.

“Kurang Memadainya Aksesibilitas”

Garut News ( Selasa, 07/07 – 2020 ).

Meski perkembangan desa di Kabupaten Garut berdasar indeks desa membangun terbilang cukup menggembirakan. Namun masih terdapat 32 desa masih berstatus tertinggal.

Kendati berkurang dibandingkan sebelumnya yang mencapai 58 desa. Selebihnya 282 desa berstatus desa berkembang.

Sedangkan berstatus desa mandiri dari 421 desa di kabupaten setempat semula hanya satu desa pada 2019, kini bertambah menjadi lima desa. Jumlah desa maju bertambah menjadi 102 desa dari semula 68 desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Aji Sukarmaji katakan, Selasa (07/07-2020), desa mandiri di Garut bertambah menjadi lima desa, dan desa maju menjadi 102 desa. Lainnya 282 berstatus desa berkembang, dan 32 berstatus desa tertinggal.

Berdasar data Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI), lima desa mandiri di Garut itu tersebar di lima kecamatan.

Terdiri Desa Paas Kecamatan Pameungpeuk, Desa Banjarsari Kecamatan Bayongbong, Desa Sukalaksana Kecamatan Samarang, Desa Cisompet Kecamatan Cisompet, dan Desa Pakenjeng Kecamatan Pamulihan.

Sedangkan 32 desa tertinggal tersebar di sepuluh dari 42 kecamatan. Delapan kecamatan di antaranya berada di wilayah selatan Garut, dan dua kecamatan lainnya di wilayah utara Garut.

Kecamatan terbanyak memiliki desa tertinggal yakni Kecamatan Banjarwangi mencapai tujuh desa, yakni Desa Dangiang, Jayabakti, Bojong, Padahurip, Tanjung Jaya, Talagasari, dan Desa Talagajaya.

Disusul Kecamatan Cikelet lima desa, masing-masing Desa Cigadog, Kertamukti, Girimukti, Awassagara, dan Desa Pamalayan.

Disusul Kecamatan Bungbulang miliki tiga desa, terdiri Desa Gunung Jampang, Gunamekar, dan Desa Sinarjaya. Kecamatan Peundeuy tiga desa tertinggal, yakni Desa Sukanagara, Pangrumasan, dan Desa Purwajaya. Kecamatan Cibalong tiga desa tertinggal, yakni Desa Najaten, Sagara, dan Desa Mekarmukti.

Di bawahnya, Kecamatan Mekarmukti miliki dua desa tertinggal, Desa Mekarsari dan Desa Jayabaya; Kecamatan Cihurip ada dua desa tertinggal, Desa Jayamukti dan Desa Mekarwangi; Kecamatan Balubur Limbangan dua desa tertinggal, Desa Pangeureunan dan Desa Surayaba; serta Kecamatan Cisompet satu desa tertinggal Desa Margamulya.

Ironisnya, beberapa desa tertinggal itu pernah mendapatkan bantuan Program Desa Mandiri/Peradaban, maupun bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Perdesaan dengan besaran dana cukup besar.

Semisal Desa Pangrumasan Kecamatan Peundeuy, Tanjungjaya Kecamatan Banjarwangi, dan Desa Pangeureunan Balubur Limbangan.

Tak kurang juga menariknya, di Kecamatan Cisompet selain terdapat desa mandiri juga ada desa masih tertinggal. Desa mandiri yakni Desa Cisompet. Sedangkan desa tertinggal yakni Desa Margamulya.

Sebelumnya, Wabup Garut Helmi Budiman menyebutkan, faktor utama membuat desa di Garut masih banyak tertinggal yakni kurang memadainya aksesibilitas. Terutama di wilayah selatan. Karenanya, pembukaan aksesibilitas desa masih sulit terjangkau akan terus diupayakan.

Program pembangunan jalan lintas antardesa antarkecamatan dibuat pada 2019 diteruskan hingga 2020. Perbaikan sarana prasarana pendidikan terutama sekolah dasar, serta layanan puskesmas pun terus dilakukan, katanya.

********

Abisyamil/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here