DLHKP Garut Optimalisasikan Petani Milenial Ramah Lingkungan

0
21 views
Gun Gun Sukma Utama, ST.

Garutnews ( Rabu, 03/11 – 2021 ).

Antisipasi Dampak Alih Fungsi Lahan.

“Dayagunakan Seluruh Lahan Tidur”

Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman, Gun Gun Sukma Utama, ST katakan, dukung keberhasilan program optimalisasi petani milenial berbasis ekologi melalui praktek usaha tani yang ramah lingkungan.

Sebagai pendukung pembangunan pertanian yang berperan strategis dalam perekonomian, pembentuk kapital, penyedia bahan pangan, bahan baku industri, pakan, bioenergi, penyerap tenaga kerja, sumber devisa, dan sumber pendapatan, ungkapnya kepada Garutnews, Selasa (03/11-2021).

Seusai mewakili Kepala ‘Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan’ (DLHKP) Kabupaten Garut, pada sosialisasi program petani milenium bersama Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Barat, Drs Benny Achmad Bactiar, M.Si di Garut, Selasa (02/11-2021).

Pada rangkaian sosialisasi tersebut juga antara lain detail dibahas upaya mengkolaborasikan empat elemen penting berupa ketersediaan lahan, dana, segmen pasarnya, serta penerapan teknologi.

“Sehingga mendesak segera dilaksanakan inventarisasi lahan di setiap seluruh Kabupaten/kota, sebagaimana diinginkan Gubernur Jabar agar tak ada lagi sejengkal pun lahan tidur, yang tak berdayaguna,” katanya.

Sedangkan SDM yang dihasilkan pendidikan bakal diberi tambahan pengetahuan serta keterampilan, mengenai pemenuhan modal usaha menggandeng BJB, juga Baznas kabupaten maupun provinsi.

Pemasaran hasil pertaniannya berbasis digital melalui koordinatornya sehingga bebas dari praktek tengkulak, dengan komoditas madu, jamur kayu, burung puyuh, kopi, tanaman hias, sapi, dan domba.

“Kemudian aplikasi penerapan teknologinya difasilitasi Balai Pengembangan dan Penelitian, seperti menyiram tanaman pun bisa dilakukan dari jarak jauh menggunakan ‘Smartphone’,” katanya pula.

Saat ini pun kebutuhan banyak, namun sumberdaya terbatas. Padahal beternak lebah madu hanya memerlukan lahan seluas 4m2 (2 x 2 m).

Gun Gun Sukma Utama juga mengemukakan, jajarannya ikut serta berperan aktif dalam penyediaan lahan, bahkan hari ini melaksanakan survey lapangan di Pasirpogor, Sukadana, dan Copong diperoleh lahan seluas dua hektaran.

Selanjutnya berupaya maksimal guna memenuhi keperluan lahan hingga mencapai 10 hektare, yang ke depan bisa maksimal pula diberdayakan melalui ‘Keanekaragaman Hayati’ (Kehati).

Didesak pertanyaan Garutnews, Gun Gun Sukma Utama katakan, senantiasa mengedepankan etika maupun adab dalam penerapan teknologi agar lebih banyak memberi manfaat seperti halnya pertanian organik.

Supaya pembangunan pertaniannya bisa menuju pembangunan pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture), merupakan isu penting strategis bahkan menjadi perhatian, dan pembicaraan di semua negara dewasa ini.

Pada gilirannya sektor pertanian semakin berkembang di tangan petani milenial sebagai fondasi kuat dalam pembangunan sustainable agriculture, kata dia.

******

Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here