Distarkim Garut Optimis Tuntaskan Kegiatan APBD Murni

0
171 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 09/11 – 2015 ).

Sriyuda Ermansyah.
Sriyuda Ermansyah.

Jajaran “Dinas Tata Ruang dan Pemukiman” (Distarkim) Kabupaten Garut optimis bisa menuntaskan ragam kegiatan bersumber APBD murni kabupaten setempat tahun anggaran 2015 ini.

Kepala Subag Program, Evaluasi dan Pelaporan Distarkim Sriyuda Ermansyah katakan, seluruh ragam kegiatan tahun anggaran 2015 tersebut, bersumber APBD Provinsi, Kabupaten, serta APBN bertotal alokasi dananya sekitar Rp168 miliar.

Hingga kini realisasi fisik mencapai 70 persen, sedangkan realisasi keuangannya 54 persen, ungkap dia kepada Garut News di ruang kerjanya, Senin (09/11-2015).

Namun juga dikemukakan, khusus setiap kegiatan bersumber APBD murni Kabupaten Garut tahun anggaran 2015, optimis seluruhnya bisa terealisasi pada akhir tahun anggaran itu.

SLBM.
SLBM.

Sedangkan Program “Sanitasi Bertumpu Masyarakat” (Sabermas) bersumber dana Bantuan Provinsi Jawa Barat 2015, kini gencar diupayakan bisa direalisasikan pada tahun anggaran 2016 mendatang.

Menyusul program tersebut, berhasil bisa memeroleh hibah tanah masyarakat seluas 2.800 meter persegi atawa 200 tumbak.

Tetapi 20 paket lelang program bagus pada 20 desa tersebar di 16 wilayah kecamatan di kabupaten setempat itu, tak bisa terlaksana 2015 ini. Lantaran dihadang keterbatasan waktu. Sehingga sangat diharapkan dapat terealisasi pada 2016 mendatang.

Meski, penduduk setiap desa ikhlas menghibahkan tanahnya seluas 10 tumbak maupun 140 m2, menyusul setiap desa dialokasikan dana Rp1 miliar. Masing-masing diperuntukan membiayai pembangunan MCK, Sanitasi Komunal, serta pengadaan air bersih.

Dialokasikan pula anggaran sekitar Rp1,3 miliar, di antaranya guna memenuhi kebutuhan biaya umum, kelompok kerja termasuk fasilitator, konsultan, serta perencanaan, yang hingga kini terpaksa belum bisa dibayar kendati tahapan pekerjaan selama ini dilaksanakan.

Program itu pun, diperuntukan bagi setiap desa bersertivikat bebas buang air besar sembarangan, termasuk pada delapan desa menuju kondisi tak buang air besar sembarangan.

Sedangkan program “Sanitasi Lingkungan Berbasis Mayarakat” (SLBM) bersumber “Dana Alokasi Khusus” (DAK) APBN 2015 berlangsung lancar pada 10 unit SLBM masing-masing dialokasikan biaya Rp350 juta, dan penduduk setiap desa menghibahkan tanahnya minimal delapan tumbak atawa 112 m2.

Program dilaksanakan secara swakelola ini, berlangsung sejak 2009 hingga 2014 lalu terealisasi 18 unit pada 18 desa/kecamatan, digarap lembaga swadaya masyarakat berbadan hukum, katanya.

*****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here