Dapur Ayam Mang Oprek Tunjang Kemandirian Pesantren

0
30 views
Menuai Selera.
Menuai Selera.

“Jum’at Berkah Gratiskan Ratusan Dus Nasi Ayam”

Garutnews ( Jum’at, 24/09 – 2021 ).

Dapur Ayam Mang Oprek di Bilangan Jayaraga Jalan Cimanuk Garut, menjadi salahsatu potensi penunjang kemandirian Tahfidz Qur’an Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya di Kampung Panawuan Sukajaya Tarogong Kidul.

Pada momentum, Jum’at Berkah (24/09-2021), menggratiskan ratusan dus nasi bungkus sekaligus memerkenalkan racikan apik kemasan menu baru yang menuai selera ragam kalangan konsumen.

Yang dijamin halal, hygine, bersih serta bernutrisi yang dipastikan bisa meningkatkan imunitas tubuh, bersuasanakan rileks sehingga ideal menjadi wahana makan santai bareng keluarga.

Makan Bareng Keluarga.

Sedangkan pesan moral dari kemandirian pesantren, selain memerlukan penguatan sektor ekonomi riel juga peranserta para orangtua maupun wali santri.

Sebagaimana ada Seorang Ustadzah pada sebuah pondok kerap berpesan : “Tolonglah wali santri agar menunaikan amalan-amalan yang sejalan dengan amalan anak di pondok.

Makan Bareng Keluarga.

Supaya anak cepat menghapal Alquran dan difahamkan ilmu agama oleh Allah SWT, sehingga bantulah anak, kasihan mereka bangun pada dini hari, tidur acap telat tetapi susah menghapal lantaran orangtuanya suka bermaksiat kepada Allah SWT”

Dalam artian, Apabila anak di pondok menghapal Alquran, maka wali santri pun setidaknya membaca Alquran, sebaiknya mencapat tiga juzz setiap hari.

Di pondok anak bermujahadah tahajud, mengikuti halaqoh, makan sederhana, hendaknya wali santri juga rutin tahajud, ikut majelis ilmu, dan makan minum sederhana pula.

Kesibukan Dapur.

Pesan lainnya ustadzah, jangan umi abinya kirim anak ke pondok, ortunya jalan-jalan, weekend ke tempat wisata, ke mall, ghibah, lebih banyak main HP daripada dzikir dan baca Alquran, etc etc, bakal lambat anaknya nanti menyerap ilmu.

Pernah suatu ketika, seorang santri nelpon meminta emaknya melakukan dzikiran yaa Fattah yaa ‘aliim sebanyak-banyaknya minimal 100 kali perhari, karena ada kitab yang harus dia hapalkan, agar dimudahkan menghapalnya.

Ada Dapur Mang Oprek.

Lalu emaknya ikuti maunya si santri, kan hanya dzikiran yaa fattah yaa ‘aliim lima menit bisa 400 – 500 kali in shaa Allah.

Alhamdulillah benar-benar diijabah Allah SWT, dia bisa hapal itu kitab dan dapat peringkat.

Dikemas Apik.

Di pondok tak ada musik dan TV, maka emaknya pun jangan nonton TV, tak nyetel musik, namun banyak yaa Allaah yang kesulitan mau menghindar, karena konten apapun sekarang ini ada musiknya.

Mengemas Masakan.

Sehingga mau tak mau terdengar juga sesekali ikut pula bersenandung, maka segeralah beristighfar.

*****

JDH.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here