Dahsyatnya Dampak Gerusan Longsor ‘Ngageuing’ Memburuknya Lingkungan

0
5 views
Dahsyatnya Dampak Gerusan Tanah Longsor di Darajat.
Dahsyatnya Dampak Gerusan Tanah Longsor di Darajat.

“Kian Minim Vegetasi Pendukung Konservasi”

Garutnews ( Sabtu, 20/11 – 2021 ).

Dahsyatnya dampak gerusan tanah longsor, dan banjir lumpur ‘ngageuing’ maupun sebagai peringatan semakin memburuknya kondisi lingkungan lantaran semakin minimnya vegetasi berdaya dukung konservasi.

Sehingga diperlukan vegetasi berklasifikasi sabana rumput, sabana pohon, hutan beriklim kering, hutan hujan tropika, tundra alpina, dan hutan pegunungan.

Melumpuh Totalkan Mobilitas Transfortasi.

Guna mewujudkan konservasi tanah maupun sebagai usaha mencegah kerusakan tanah akibat erosi, serta memerbaikinya yang rusak akibat erosi. Sekaligus untuk memelihara, dan meningkatkan produktivitas tanah.

Namun ironisnya, fungsi konservasi tak bisa diwujudkan jika nyaris seluruh hamparan perbukitan yang curam berkondisi sangat minim vegetasi pendukung konservasinya.

Sarat Dipenuhi Jenis Tanaman Sayuran.

Maka akibat gencarnya aktivitas alih fungsi lahan, di antaranya menjadi dipenuhi tanaman sayuran yang selama ini dipasok tingginya intensitas penggunaan bahan kimia sebagai pupuk penyubur, dan obat-obatan pemberantasan hama sayuran.

Menjadikan kondisi tanah semakin rusak bahkan sangat mudah tergerus longsor akibat minim vegetasi berfungsi konservasi.

Maka puncak perilaku alih fungsi lahan tersebut, antara lain menjadikan kondisi sarana lintasan jalan menjelang kawasan wisata Kawah Darajat Garut lumpuh total lantaran tergerus longsor, Jum’at (19/11 – 2021).

Terjangan longsor terjadi pada lintasan jalan tepatnya di Blok Kapakan perbatasan Desa Karyamekar dengan Sarimukti, Kecamatan Pasirwangi.

Bencana terjadi dipicu hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Pasirwangi, dan sekitarnya.

Sedangkan lintasan panjang jalan terputus mencapai ratusan meter berketinggian longsoran sedalam 70 meter lebih.

Titik lokasi longsor pun terdapat di daerah Talaga akibat debit air meninggi. Kondisi serupa pun terjadi di daerah Sukasari Desa Padaawas.

*********

Esay/Fotografer : Abah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here