Camping Ground D’Leuwi Berdaya Pikat Sarat Pesona

0
193 views
Memiliki Nilai Plus.
Miliki Nilai Plus, dibangun ‘berperspektif lingkungan’

“Bernilai Plus Sangat Luar Biasa”

Garutnews ( Jum’at, 07/01 – 2022 ).

Camping Ground D’Leuwi di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul Garut, Jawa Barat berdaya pikat sarat pesona.

Lantaran potensi yang dimilikinya tak hanya bisa menampilkan ‘Sapta Pesona’ berupa Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, serta Kenangan.

Namun ‘sadar’ wisata terkait dukungan dan peran masyarakat sebagai tuan rumah pada upaya mewujudkan lingkungan, dan suasana kondusif tersebut, memiliki nilai plus yang sangat luar biasa di “Camping Ground D’Leuwi”.

Camping Ground.

Sedangkan nilai plus nya itu, bumi perkemahan yang dibangun ‘berperspektif lingkungan’ ini terbaring bisu pada seputar kawasan religius Tahfidz Qur’an Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

Sehingga setiap seluruh pengunjung bisa sekaligus beritikaf juga bermuhasabah meningkatkan kualitas keimanan, maupun bertasbih mengagungkan Keesaan Keagungan Allah SWT yang Maha Memiliki serta Pengatur alam semesta beserta isinya.

Wisata Edukatif Bernuansa Islami.

Maka pada wahana wisata edukatif tersebut, dapat pula sekaligus menikmati rehat dengan ketersediaan fasilitas coffe shop, resto, dan taman bunga yang dikemas apik serta menarik.

Jangan Takut Miskin

“Kebanyakan manusia tidak mau jatuh pada jurang kemiskinan”

OLEH AHMAD AGUS FITRIAWAN

Kebanyakan manusia tidak mau jatuh pada jurang kemiskinan. Tak heran jika banyak sebagian dari kita yang berusaha dengan berbagai cara untuk menghindarinya, bahkan sampai ada yang menukar agama hanya untuk mendapatkan sebagian harta benda duniawi.

Miliki Nilai Plus, dibangun ‘berperspektif lingkungan’

Bila ditelusuri, akar penyebab munculnya sikap takut miskin adalah kecintaan terhadap dunia. Orang yang mencintai dunia tentu saja khawatir dan ketakutan bila kehilangan kenikmatannya, salah satunya adalah nikmat harta.

Kategori semacam itu bukanlah sifat dan sikap mukmin sejati. Sebab, ia yakin bahwa Allah adalah Zat Mahakaya yang bisa memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Sebagaimana Allah berfirman: “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu.” (QS al-Isra [17]: 31).

Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

Dalam Tafsir Ibn Katsir, ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah sangat sayang kepada hamba-hamba-Nya melebihi kasih sayang orang tua kepada anaknya. Allah mengedepankan perhatian terhadap rezeki anak-anak orang tua tersebut (hamba Allah) di saat orang tuanya hendak membunuh anaknya ketika tiada harta yang sanggup untuk diwariskan.

Kemiskinan bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan. Jangan sampai kita takut miskin atau tidak bisa makan. Jangan sampai selalu terbetik dalam hati kita, “Besok kita makan apa?” Jangan takut! Yang penting kita berusaha mencari rezeki dengan cara yang halal, berdoa dan bertawakal kepada Allah.

Taman Bunga yang Dikemas Apik, dan Menarik.

Karena sesungguhnya Allah SWT telah menjamin rezeki seluruh makhluk-Nya. “Dan tidak ada suatu yang melata pun (yakni manusia dan hewan) di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.” (QS Huud [11]: 6).

Bahkan sesuatu yang harus ditakutkan adalah ketika dibentangkan dunia kepada kita. Yakni ketika kita diuji dengan banyaknya harta benda.

Sebagaimana sabda Nabi SAW, “Akan tetapi aku khawatir akan dibentangkan dunia atas kalian sebagaimana telah dibentangkan atas orang-orang sebelum kalian. Lalu kalian pun berlomba-lomba padanya sebagaimana mereka berlomba-lomba padanya. Kemudian dunia itu akan menghancurkan kalian sebagaimana telah menghancurkan mereka.” (HR Bukhari No 3.158, Muslim No 2.961).

Tersedia Pula Masjid dan Mushola Al-Hidayah.

Bagi siapapun yang tengah merasakan ketakutan akan jatuh miskin, sejenak menengok petuah hikmah dari Syekh Imam Ibn Rajab dalam Kitab Jami’ul Ulum wa Hikam: “Kau takut miskin? Abu Hazim menjawab, pelindungku adalah pemilik apa yang ada di bumi, apa yang ada di langit, dan apa yang ada di antara keduanya, serta apa yang ada di bawah tanah. Kenapa aku harus takut?”

Keterangan ini mengingatkan kita akan Mahabesarnya Allah. Allah sang pemilik jagad raya ini. Allah yang punya.

Tersedia Pula Masjid dan Mushola Al-Hidayah.

-Jika benar kita merasa dan mengakui bahwa Allah adalah pelindung dalam kehidupan ini, mengapa masih merasa takut miskin?

Takut miskin sering mendorong seseorang menjadi pelit, curang, bahkan menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan harta.

Tersedia Pula Masjid dan Mushola Al-Hidayah.

Wallahu a’lam.

*****

Republika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here