Berwisata Edukasi Bersama Simfoni Alam D’Leuwi Panawuan

0
25 views
Suasana di destinasi wisata keluarga untuk camping ground dan resto D'Leuwi di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. (Zainulmukhtar)
Suasana destinasi wisata keluarga untuk camping ground dan resto D’Leuwi di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. (Dokumen Suami-Istri).

“Bebas Polusi Suara Kendaraan Bermotor”

Garutnews (Ahad, 29/05-2022/16:51 WIB).

Berobsesi rehat dari kepenatan kesibukan bekerja sekaligus berlibur bersama keluarga menikmati nuansa lingkungan terbuka ditemani nyanyian alam gemercik aliran sungai, juga semilir bayu nan sejuk tanpa harus jauh melintas ke luar perkotaan?

Kunjungilah kawasan wisata camping ground dan resto D’Leuwi di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Pada kawasan berlembah namun dilintasi Sungai Cikamiri tersebut, pengunjung pun bisa menikmati nyanyian suasana alam asri khas Garut.

Memotret Keluarga. (JDH).

Lantaran gemercik air menyelinap di antara bebatuan aliran sungai bermuara pada Sungai Cimanuk tersebut, ternikmati pula semilir angin menerpa dedaunan ragam vegetasi memenuhi sepanjang bibir sungai, dengan kicauan burung liar bersimponi alam, menggantikan deru mesin pelbagai jenis kendaraan kerap menjadi penatnya pendengaran.

Wahana wisata edukasi dan keluarga ini, pengunjung pun dapat menikmati sajian ragam menu makanan, dan minuman ringan menyegarkan. Tersedia juga bir peletok, minuman tradisional dari bahan baku aneka rempah halal dan menyehatkan.

Ada pula sejumlah fasilitas bagi kenyamanan pengunjung. Di antaranya tempat berlesehan, mushola, kamar kecil, arena bermain anak-anak, taman bunga serta lokasi ideal menjadi spot berswafoto.

Wahana Pemotretan. (JDH).

Bahkan yang tak kalah menarik. Camping ground dan resto D’Leuwi Panawuan itu, kewirausahaan dikembangkan Pesantren Tahfidh Yadul ‘Ulya sebagai upaya nyata mewujudkan kemandirian ekonomi.

Pimpinan Yayasan Tahfidz tersebut M Angga Tirta katakan, Yadul ‘Ulya sendiri merupakan lembaga pendidikan pesantren didirikan empat orang berlatar belakang berbeda namun disatukan visi yang sama. Yakni berkeingingan menjadi wahana perbaikan umat melalui pendidikan berbasis al Qur’an. Sebuah pesantren lintas manhaj, komunitas, dan pemikiran.

Dengan dibukanya beragam bisnis dan usaha pesantren, diharapkan bisa menyediakan banyak lapangan pekerjaan serta peluang usaha, baik bagi keluarga pesantren dan sekitarnya maupun umat secara umum.

Bernuansa Alami. (JDH).

Kendati tak ada angkutan umum khusus menuju lokasi, D’Leuwi Panawuan tetapi sangat mudah dijangkau berkendaraan roda dua maupun roda empat.

Hanya berjarak sekitar dua kilometer dari Jalan Pembangunan atau sekitar tiga kilometer dari komplek kantor Bupati Garut.

Sayangnya akses jalan menuju D’Leuwi Panawuan dari pertigaan Jalan Pembangunan itu kondisinya cukup memprihatinkan. Selain kecil, juga banyak kerusakan pada badan jalannya di beberapa titik lokasi, sehingga kurang nyaman dan mesti berhati-hati melintasinya.

Selain itu, kondisi sungai Cikamirinya tak kurang memprihatinkan karena banyak terdapat beragam sampah. Baik di pinggirannya maupun tersangkut di celah bebatuan. Terbanyak merupakan sampah rumah tangga.

“Suasananya cukup bagus. Enaklah. Sayangnya, di sungainya banyak sampah. Kalau saja sungainya bersih, alangkah lebih bagus lagi,” kata Sa’adah (75) pengunjung dari Jakarta yang datang bersama anggota keluarga, Ahad 29 Mei 2022.

Menyikapi hal tersebut, M. Angga Tirta juga katakan secara bertahap dan terukur menanggulanginya dengan melibatkan peranserta masyarakat, sekaligus mewujudkan sadar wisata dengan sapta pesonanya.

*******

(Zainulmukhtar/Inilah Koran).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here