Berpuasa Ala Rasulullah SAW

Berpuasa Ala Rasulullah SAW

132
0
SHARE
Pesantren Tahfidz, Yadul 'Ulya Kampung Panawuan Garut.

25 Mar 2023, 03:30 WIB

Khidmat Ramadlan Pesantren Tahfidz, Yadul ‘Ulya.

“Tujuan puasa Ramadhan untuk meraih derajat takwa dapat dicapai dengan izin Allah”

Oleh NAWAWI EFENDI

Puasa adalah satu-satunya ibadah yang pahalanya disiapkan secara khusus oleh Allah SWT, sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadis qudsi.

Allah SWT berfirman, “Semua amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa karena sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan balasan dengannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Terlebih jika puasa yang dilakukan adalah puasa Ramadhan yang banyak hadis menerangkan tentang keutamaannya. Dalam Alquran pun ada keterangan tentang tujuan akhir puasa Ramadan, yaitu meraih derajat takwa, sebagaimana terdapat dalam Surah al-Baqarah ayat 183.

Selamat & Sukses Menunaikan Ibadah Shaum Ramadlan 1444 H.

Untuk meraih pahala dan derajat keutamaan puasa –termasuk juga puasa Ramadhan– maka seorang Muslim harus meneladan puasa Rasulullah SAW.

Beberapa teladan beliau dalam puasa, pertama adalah semangat beribadah. Kesemangatan Rasulullah SAW dalam ibadah sudah disaksikan oleh keluarga dan sahabatnya, terutama oleh istri beliau. Dari ibadah shalat, membaca Alquran, sedekah, sampai iktikaf di masjid.

Bahkan dari besarnya semangat Rasulullah SAW melakukan shalat malam, kedua kaki beliau pun pecah-pecah, sehingga istri beliau, Aisyah RA bertanya, “Mengapa engkau berbuat demikian, wahai Rasulullah, padahal Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang kemudian?”

“Bahkan dari besarnya semangat Rasulullah SAW melakukan shalat malam, kedua kaki beliau pun pecah-pecah”

Jawaban Rasulullah SAW pada Aisyah RA sangat singkat, yaitu, “Apakah aku tidak ingin menjadi hamba yang banyak bersyukur?” (HR Bukhari dan Muslilm).

Teladan Rasulullah SAW yang kedua adalah mengakhirkan makan sahur dan menyegerakan berbuka puasa. Makan sahur yang terbaik sesuai tuntunan Rasulullah SAW adalah di sepertiga malam terakhir sampai menjelang waktu Subuh.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Zaid bin Tsabit berkata, “Kami makan sahur bersama Rasulullah SAW, lalu kami melaksanakan shalat Subuh. Seseorang bertanya pada Zaid, ‘Berapa lama antara (selesainya) makan sahur dengan shalat Subuh itu?’ Zaid menjawab, ‘(Bacaan) lima puluh ayat’.” (HR Bukhari dan Muslim).

Adapun terkait perintah menyegerakan waktu berbuka puasa, Rasulullah SAW bersabda, “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dengan demikian, orang yang dengan sengaja memajukan waktu makan sahur, apalagi tidak makan sahur, dan menunda-nunda waktu berbuka puasa tidak termasuk dalam kebaikan ibadah sebagaimana keterangan hadis Rasulullah SAW tersebut.

Ketiga, semangat bekerja. Rasulullah SAW tetap giat bekerja dan beraktivitas walaupun dalam keadaan berpuasa. Beliau tidak pernah mencontohkan tidur sepanjang hari dengan alasan puasa.

“Rasulullah SAW tetap giat bekerja dan beraktivitas walaupun dalam keadaan berpuasa”

Yang beliau anjurkan adalah istirahat sejenak menjelang atau setelah waktu Zhuhur yang dikenal dengan istilah qailulah. Keterangan ini diperkuat dengan doa yang pernah diucapkan Rasulullah SAW, “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR Abu Daud).

Keempat, sederhana saat berbuka. Sebagai seorang pemimpin, Rasulullah SAW tetap mencontohkan kesederhanaan saat berbuka. Untuk menu berbuka, beliau makan beberapa kurma.

Jika tidak ada kurma, maka beliau minum air. Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah, “Apabila kamu ingin berbuka, berbukalah dengan kurma. Jika tidak ada, minumlah air putih, karena ia suci.” (HR At-Tirmidzi).

Budaya berbuka dengan berbagai macam makanan dan minuman seharusnya ditinggalkan. Tuntunan Rasulullah SAW tentang adab berpuasa akan mengantarkan kita pada inti dan hakikat puasa, yaitu pengendalian diri untuk tidak berlebih-lebihan, bahkan saat berbuka.

Dengan demikian, tujuan puasa Ramadhan untuk meraih derajat takwa dapat dicapai dengan izin Allah SWT.

******

Republika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY