Berakhir Pekan Bersama D’Leuwi Lintasan Sungai Cikamiri

0
21 views
Tersedia Pula Camping Ground Sambil Beritikaf.
Dinikmati Wisatawan Asal Bekasi, Jum’at (17/06-2022).

“Nikmati Wisata Edukasi dan Keluarga”

Garutnews ( Sabtu, 18/06 – 2022 ).

Berakhir pekan bersama nuansa alami pada wisata edukasi dan keluarga D’Leuwi  pinggiran tepian bibir Sungai Cikamiri Kampung Panawuan Tarogong Kidul Garut, menjadi wahana rehat menyenangkan yang bisa menuai “ketenangan paripurna”.

Meraih ketenangan yang paripurna maupun secara menyeluruh “lahir dan bathin” itu. Kini semakin diperlukan guna memupus sangat melelahkannya kepenatan yang dialami setiap hari saban pekannya.

Lantaran, kian hingar-bingarnya denyut nadi, bahkan gencarnya kepungan ragam kebutuhan termasuk kepentingan setiap seluruh individu yang umumnya sangat terdesak dapat segera memenuhinya.

Wisata Edukasi dan Keluarga.

Kondisi yang diperparah kerap banyaknya tekanan tanggungjawab pekerjaan dari profesi apapun, yang juga acap tidak sesuai dengan daya beli penghasilan yang diperoleh. Acap pula menimbulkan ketegangan bathin.

Demikian pula usaha maupun bisnis yang kita geluti tak selamanya bisa membuahkan keuntungan yang diharapkan, sehingga dapat menimbulkan kekecewaan.

Bertadabur Alam di D’Leuwi Panawuan.

Beragam kekecewaan tersebut, ternyata ada penawarnya bahkan Insya Allah bisa dienyahkan dengan mengunjungi D’Leuwi di Kampung Panawuan. Menikmati wisata edukasi dan keluarga sambil beramal.

“Ajakan Wakil Bupati”

Sebagaimana belum lama ini dikemukakan Wakil Bupati dr H. Helmi Budiman, yang mengajak seluruh lapisan juga beragam komponen, dan elemen masyarakat termasuk kalangan aparat pemerintahan di wilayahnya agar menjadikan D’Leuwi sebagai ladang beramal.

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS al-An’am [6]: 32).
Lantaran wisata edukasi dan keluarga yang dilintasi Sungai Cikamiri, selama ini merupakan sarana penunjang kemandirian ekonomi proses pembelajaran Tahfidz Qur’an di Ponpes Yadul ‘Ulya.

“Kita bisa menghirup udara segar alam terbuka sambil menikmati ragam kuliner sehat sekaligus beribadah,” imbuhnya kepada Garutnews saat menyempatkan rehat menyeruput ‘Garoot Cooffee’ D’Leuwi Panawuan selepas shalat isya, Rabu (18/05-2022) malam silam.

Bercengkrama Dengan Keluarga.

Diingatkan pula, sebagaimana penyikapan menjadikan dunia sebagai ladang bagi kehidupan akhirat. Yakni memanfaatkan kehidupan dunia sebagai ladang beramal, dan tempat menanam kebaikan sehingga kelak merasakan buah manisnya di akhirat.

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS al-An’am [6]: 32).

Bercengkrama Dengan Keluarga.

Agar bisa menjadikan dunia ladang amal, dan menanam kebaikan, perlu mengetahui tujuan hidup, mengetahui nilai dunia jika dibandingkan dengan nilai akhirat, juga mengetahui kematian sebuah kepastian.

Nuansa Alami Perkampungan.

Semoga Allah SWT membimbing kita Kaum Muslimin supaya dapat menjadikan persinggahan dunia ladang amal dan menanam kebaikan, sehingga layak mendapatkan surga sebagai tempat persinggahan terakhir. Aamiiin.

Nuansa Alami Perkampungan.

******

Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here