Belajar Bersyukur

0
124 views
Menggapai. dan Memertahankan Hasil Kemerdekaan RI Dengan Rasa Syukur juga Bertawakal Kepada Allah SWT.

Hikmah

22 Aug 2022, 03:45 WIB

Menggapai. dan Memertahankan Hasil Kemerdekaan RI Dengan Rasa Syukur juga Senantiasa Bertawakal Kepada Allah SWT.

“Berhati-hatilah, belajar bersyukur agar tak jatuh pada sikap takabur”

OLEH IU RUSLIANA

Tidak ada satupun manusia di dunia ini yang bebas dari ujian kehidupan. Siapapun, pada level kekayaan dan kekuasaan tertinggi sekalipun, selalu saja menemui kesulitan. Diuji dengan susah dan senang, sedih dan gembira juga kecewa dan bahagia.

Pembedanya hanya apakah kita ikhlas menjalani, bersabar dan pandai bersyukur, juga mau belajar. Atau sebaliknya, sulit menerima kenyataan, kufur dengan nikmat Tuhan dan dari setiap yang dialami tak dijadikan pelajaran.

Mereka yang bersyukur, akan berlipatganda kebaikan yang diterimanya. Sebaliknya, yang kufur nikmat, akan menghadapi azab sangat pedih. Saat menjalani kesusahan, tak berarti Tuhan tidak adil dan manusia sedang diabaikan.

Menggapai. dan Memertahankan Hasil Kemerdekaan RI Dengan Rasa Syukur juga Senantiasa Bertawakal Kepada Allah SWT.

Saat kita sedang jaya bergelimang harta, bukan berarti dapat menghalalkan segala cara, mengendalikan segalanya.

Berhati-hatilah, belajar bersyukur agar tak jatuh pada sikap takabur. Dalam kesombongan ada kezaliman. Mereka menolak kebenaran, padahal ilmu telah disampaikan.

“Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim,” (QS al-Baqarah: 145).

Menggapai. dan Memertahankan Hasil Kemerdekaan RI Dengan Rasa Syukur juga Senantiasa Bertawakal Kepada Allah SWT.

Allah Yang Maha Perkasa menjadikan orang zalim sebagai musuh, tidak disukai, kafir dan tersesat. “Orang-orang yang berbuat zalim tidak ada seorang penolong pun baginya,” (QS al-Baqarah: 270).

Bahkan, beraninya mereka itu untuk mendustai Tuhan sekalipun. Hidupnya dalam kerugian, jauh dari keberuntungan. Saat meninggal, akan terlihat sangat tersiksa kesusahan.

“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat pada waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut…” (QS al-An’am: 93).

Menggapai. dan Memertahankan Hasil Kemerdekaan RI Dengan Rasa Syukur juga Senantiasa Bertawakal Kepada Allah SWT.

Kebesaran juga karunia Tuhan dirasakan semua makhluk-Nya. Segala puji itu hanya milik Tuhan seluruh alam. Para ulama menggambarkan kata hamd dalam surah al-Fatihah, bukan semata pujian, bukan pula rasa terima kasih.

Merupakan hakikat yang patut dipuji karena kebesaran, kebaikan, keagungan, keindahan dan kesempurnaan juga kemurahan Allah bagi seluruh ciptaan-Nya. Hamd juga dimaknai sebagai penyembahan.

Ekspresi Semarak Dirgahayu RI (17 Agustus 1945-17 Agustus 2022).

Dengan demikian, manusia menyembah itu sebagai bentuk bersyukur dan menjadikan dirinya menemukan jati diri. Kalau menghambanya kepada manusia, hanya akan menjadi terhina.

Kalau kepada sesama,  jadilah pribadi yang pandai berterima kasih dan bekerja sama dalam tajwa.

Awasi dan periksa terus tindakan keseharian, agar menjadi pribadi  bersyukur dan tidak lupa diri. Rabunkan mata untuk menilai dan menghakimi. Sibukkanlah dengan berzikir dan beribadah. Abaikan iri apalagi sibuk menggunjing, menilai teman sendiri.

Terwarisi Semangat Juang Raih Kemerdekaan.

Berfokuslah pada perbaikan kualitas hidup dan ibadah bersama keluarga, agar meraih bahagia di dunia dan menjadi ahli surga. Wallaahu a’lam.

“Memotret Keceriaan Maknai Kemerdekaan”

Semangat Pekik Kemerdekaan dari Ema Ema.
Menggapai Berkah Kemerdekaan.
Ceria di Hari Kemerdekaan.
Memotret Keceriaan Maknai Kemerdekaan.
Memotret Keceriaan Maknai Kemerdekaan.
Memotret Keceriaan Maknai Kemerdekaan.
Memotret Keceriaan Maknai Kemerdekaan.
Memotret Keceriaan Maknai Kemerdekaan.
Memotret Keceriaan Maknai Kemerdekaan.
Memotret Keceriaan Maknai Kemerdekaan.

******

Republika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here