Aquaponik SMAN 15 Garut Menepis Pandemi Maut

0
81 views
Kepala SMAN 15 Garut (kanan)'Turun Gunung' Memotivasi Kreativitas Murid.
Disaksikan Pula Oleh Komite Sekolah.

“Edukasi Murid Berinovasi”

Garutnews ( Kamis, 01/10 – 2020 ).

Penerapan teknologi aquaponik di Kampus SMAN 15 Garut berbasiskan upaya mengedukasi murid agar mereka senantiasa berinovasi, guna menepis penularan pandemi maut coronavirus disease 2019.

“Lantaran melalui pengembangan produktivitas daya pikir dan gerak ragawi disertai kepatuhan terhadap protokol kesehatan, antara lain bisa meningkatkan kualitas imunitas tubuh,” imbuh Kepala SMAN 15 Garut Drs Yani Sundani, S.Pd.

Tiada Hari Tanpa Berinovasi.

selain itu, efisiensi penggunaan lahan namun dapat memadukan budidaya tanaman dengan hidroponik beserta budidaya perikanan aquakultural dalam satu wahana, yang tahapan awalnya membudidayakan kangkung dan ikan Lele di dalam ember, ungkap Yani Sundani, juga dikemukakan guru pembinanya Gelar Fajar R, S.Pd.

Kebersamaan Guru, dan Murid.

Kendati Kabupaten Garut masih dikepung wabah predator, sebagaimana laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten setempat hingga, Kamis (01/10-2020) Pukul 19:28:12 WIB, yang terpapar menembus angka 7.922 kasus.

Menunjukan yang terinfeksi positif Covid-19 semakin bertambah menjadi sebanyak 252 kasus, menyusul terdapat lima temuan kasus baru positif asal empat kecamatan, Rabu (30/09-2020). Sedangkan Probable 0 Kasus, Suspect 3.055, dan Kontak Erat 4.615 kasus.

“Dampak Dialami  Murid”

Putri dan Deandra.

Putri Kelas XI IPA 2 katakan, tugas yang tak henti-henti kerap tak mengerti materi lantaran guru tak menjelaskan. Sehingga solusinya searching di google/youtube, maka menyarankan agar guru lebih baik menjelaskan di video dan dikirimkan ke murid.

Deandra Kelas XI IPA 8 mengemukakan, pelajaran kimia, matematika kurang paham dan sulit mengerti materi, tugas acap terlalu banyak. Sedangkan solusinya lebih dahulu mengerjakan tugas yang mudah, dan mencari video penjelasan materi di youtube.

Penerapan Protokol Kesehatan Ponpes Yadul ‘Ulya.

Dia menyarankan, saat memberi materi agar guru memberi penjelasan juga, tentang materi yang diberikan.

Guru BK Wira Juniar menjelaskan, salah satu kebijakan selain anak diberi LKS juga senantiasa dimotivasi agar murid tidak jenuh.

Patuhi Protokol Kesehatan.

Solusi lainnya bisa melalui pertemuan setiap pekan khususnya untuk pelajaran ekonomi, akuntansi, kimia, dan matematika.

Hingga kini pihak sekolah pun terus berupaya maksimal bisa ditemukannya solusi efektif di tengah Pandemi, ungkapnya antara lain.

******

Esay/Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here