Amalan Pendamping Ibadah Puasa

0
8 views
Mushola di Camping Ground Resto D'Leuwi Panawuan

Hikmah

02 Apr 2022, 03:45 WIB

Wahana Penunjang D’Leuwi.

“Dengan kemuliaan akhlak, seseorang akan dapat meraih pahala sederajat orang berpuasa”

OLEH IMAM NUR SUHARNO

Pahala ibadah pada bulan suci Ramadhan dilipatgandakan. Meskipun demikian, di samping senantiasa menunaikan ibadah puasa secara maksimal, hendaknya orang yang berpuasa juga bersemangat melakukan amalan pendamping yang balasan pahalanya sama atau lebih besar sehingga makin mendapatkan limpahan pahala yang tak terhingga.Amalan pendamping itu antara lain, pertama, menghiasi diri dengan akhlak mulia. Dengan kemuliaan akhlak, seseorang akan dapat meraih pahala sederajat orang yang berpuasa.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin dengan kemuliaan akhlaknya akan mampu meraih derajat orang yang berpuasa (pada siang hari) dan shalat (pada malam harinya)” (HR Abu Dawud).

Wahana Edukatif D’Leuwi.

Kedua, mendamaikan orang yang berseteru. Dengan mendamaikan orang yang berseteru, seseorang akan mendapatkan pahala yang lebih besar dari pahala ibadah puasa.

Rasulullah SAW bersabda, “Maukah kalian aku beri tahu suatu amalan yang lebih utama dari derajat puasa, shalat, dan sedekah? Mereka menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Mendamaikan dua pihak yang sedang berseteru.” (HR Abu Dawud).

Ketiga, berjihad di jalan Allah. Dengan berjuang di jalan Allah, seseorang berpeluang mendapatkan pahala sederajat dengan pahala orang yang berpuasa.

Wahana Edukatif D’Leuwi.

Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan seseorang yang berjihad di jalan Allah seperti perumpamaan seseorang yang berpuasa (di siang hari) dan melakukan shalat (di malam hari) yang khusyuk membaca ayat-ayat Allah, tiada pernah jemu berpuasa, dan shalat hingga orang yang berjihad di jalan Allah kembali pulang” (HR  Muslim).

Keempat, memberi makan orang berbuka puasa. Dengan memberi makan orang yang berbuka puasa, seseorang berpeluang mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang diberi makan, bahkan lebih besar lagi, bergantung pada jumlah orang yang diberi makan untuk berbuka.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala mereka” (HR Ibnu Majah).

Kelima, mengukuhkan amalan hati, seperti keimanan, keikhlasan, dan kejujuran. Imam al-Muzami berkata, “Abu Bakar tidak mengalahkan para sahabat Nabi SAW dengan banyaknya puasa dan shalat, tetapi dengan sesuatu yang bersemayam dalam hatinya.”

Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita kaum Muslimin agar dapat menjalankan amalan pendamping ibadah puasa sehingga bertambah pahala dan berpeluang besar untuk meraih predikat muttaqin. Amin.

*****

Republika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here