Air Bersih Penting Bagi Kemanusiaan dan Umat

0
34 views
Aparat POPT Bidang Hama Penyakit Tanaman, M. Zia Ulhaq Jelaskan Tugas Pokok dan Fungsinya.
Warga Kampung Munjul Cilawu, Lutfi Harapkan Institusi Teknis Tertibkan Sampah di Sungai Sumber Pengairan Persawahan.

“Manusia tidak akan sehat dan beriman dalam beragama jika tidak tersedia air bersih”

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Departemen Upaya Kesehatan Masyarakat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Zaenal Abidin mengatakan, air bersih sangat penting bagi kemanusiaan, umat, dan bangsa. Menurut dia, umat manusia tidak akan sehat dan beriman dalam beragama jika tidak tersedia air bersih.

“Kita sebagai umat manusia tidak akan sehat dan beriman dalam beragama jika tidak tersedia air bersih. Maka isu tentang air bersih sangat penting bagi kemanusiaan, umat dan bangsa,” ujar Zaenal dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Ahad (25/12/2022).

Hal ini disampaikan Zaenal dalam webinar nasional bertema Air Bersih yang digelar Majelis Pimpinan Pusat (MPP) Bidang Kesehatan ICMI pada Jum’at (23/12/2022). Zaenal menjelaskan, setidaknya ada tujuh alasan mengapa Bidang Kesehatan ICMI memilih tema Air Bersih dalam webinar ini.

Potensi Sumber Pengairan Persawahan.

Pertama, menurut dia, karena bulan Desember ini adalah musim hujan dan banjir, dan ketika terjadi banjir masyarakat akan kekurangan air bersih. Selain itu, pihaknya juga sering menemukan rumah sakit dan tempat ibadah yang kekurangan air bersih.

“Kedua, sering memukan rumah sakit, masjid, kampus, sekolah, dan pesantren, yang kekurangan air bersih,” katanya.

Alasan ketiga, karena air bersih merupakan masalah hulu dari kesehatan dan bahkan juga hilir. Menurut dia, air bersih sangat dibutuhkan oleh orang sakit untuk dapat sembuh.

Monitor Mistar Ukur.

Keempat, karena air bersih merupakan kebutuhan untuk beribadah, seperti wudhu, mandi wajib, memandikan jenazah, dan lain-lain.

Alasan kelima, karena hampir semua peradaban besar di dunia lahir dan berkembang di sekitar sumber air bersih. Misalnya, peradaban kuno Sumeria di Mesopotamia Selatan (Lembah S. Tigris dan S. Efrat), Mesir kuno (Lembah S. Nil), India kuno (Lembah S. Indus dan S. Punjab), China kuno (Lembah S. Kuning), Mekah (sekitar Sumur Zam-Zam), Saba’ di Yaman (sekitar Bendungan Saba’).

“Atau perhatikan pula munculnya peradaban dan kota-kota besar di Indonesia. Air dibutuhkan untuk pertanian, industri, pertahanan, transportasi, pendidikan, penelitian, dan lain-lain,” kata Zaenal.

H. Mimin Pengguna Manfaat Pengairan.

Keenam, tema air bersih juga penting diangkat karena sumber air bersih sering menjadi pemicu konflik, bahkan menjadi rebutan di kala perang. Sehingga ada ungkapan, “siapa yang menguasai sumber air, merekalah yang akan memenangkan peperangan”.

“Dan yang terakhir, air bersih merupakan kebutuhan primer ketika terjadi bencana. Dan memang bencana lingkungan pertama dalam sejarah kuno terjadi karena air, yaitu terjadinya Salinasi di Sumeria (2037 – 2004 SM), yang menyebabkan petani gagal panen,” jelas Zaenal.

*****

Republika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here