80 Rumah Terendam Banjir, Enam Desa Terancam Longsor

0
183 views
Sarana Vital Transfortasi Mobilitas Perekonomian Masyarakat.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 11/11 – 2016 ).

Sarana Vital Transfortasi Mobilitas Perekonomian Masyarakat.
Sarana Vital Transfortasi Mobilitas Perekonomian Masyarakat.

BPBD Kabupaten Garut masih melakukan pendataan pelbagai kerusakan sarana prasarana akibat banjir luapan sejumlah sungai, dan longsor melanda wilayah Kecamatan Bungbulang, dan lainnya berlangsung Rabu (09/11-2016) lalu.

Meski tak menelan korban jiwa, namun dilaporkan sedikitnya empat jembatan serta ruas jalan rusak ambruk, bahkan 80 unit rumah penduduk pada enam desa di Kecamatan Bungbulang terendam banjir, dan terancam tertimbun longsor.

Terdiri jembatan jalan protokol di Cisarua Desa Hanjuang dengan panjang 15 meter lebar empat meter menghubungkan Kecamatan Bungbulang dengan Kecamatan Mekarmukti. Jalan dengan jembatan Cihikeu Kampung Cibungur putus total lantaran sungai Cirompang berpindah jalur.

Jembatan penyeberangan sepanjang lima meter lebar 3 meter di Kampung Sampalan Desa Gunamekar hanyut terbawa longsor, dan banjir. Juga jembatan di Kampung Palahan serta jembatan gantung sepanjang 25 meter lebar dua meter di Kampung Awibulu Margalaksana rusak, dan hanyut diterjang banjir.

Rusaknya sejumlah jembatan tersebut sempat menjadikan akses lalu lintas terputus sebab tak bisa dilalui kendaraan terutama kendaraan roda empat. Tetapi mengatasi terputusnya lalu lintas menghubungkan Bungbulang dengan Mekarmukti, Dinas Binamarga Garut bersama warga segera membuat jembatan darurat dari balok batang pohon kelapa.

Banjir akibat luapan sungai itu pun sempat merendam puluhan rumah tersebar pada enam desa di Bungbulang. Bahkan 80 rumah kini terancam bahaya longsor. Meliputi Desa Margalaksana 10 unit rumah, Cihikeu 21 unit, Mekarbakti tiga unit, Hanjuang tujuh unit, Mekarjaya 37 unit, dan Desa Gunamekar dua unit rumah. Malahan beberapa rumah di antaranya rusak tertimpa pohon ketika hujan deras berlangsung.

Rumah-rumah penduduk ini terancam bahaya longsor sebab berlokasi dekat tebing-tebing berkondisi geografis berbukit-bukit.

“Guna menghindari hal tak diinginkan, masyarakat hendak melalui Bungbulang sebaiknya menghindari ruas-ruas jalan terjadi longsor,” imbuh Kepala Dioskominfo Garut, Dikdik Hendrajaya, Jum’at (11/11-2016).

Apalagi, pihak BMKG mengeluarkan peringatan agar masyarakat waspada terhadap terjadinya peningkatan potensi cuaca ekstrem pada beberapa pekan ke depan hingga periode awal 2017.

Sebagian wilayah Indonesia memasuki puncak musim hujan. Sehingga masyarakat harus waspada dan lebih berhati-hati terhadap dampak bisa ditimbulkannya, seperti terjadinya banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, jalan licin, dan lainnya.

**********

(nz, jdh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here