Nyaris Semua Ventilasi Ruangan Sekolah Perlu Pembenahan

0
30 views
Gerakan Ayo Masuk Sekolah.
Gerakan Ayo Masuk Sekolah.

“Bisa Tegas Melarang Mudik, Maju Mundur Melarang Miras”

Garutnews ( Selasa, 20/04 – 2021 ).

Pemkab Garut tiasa bakal mengevaluasi uji coba penyelenggaraan ‘pembelajaran tatap muka’ (PTM) pada setiap sekolah di kabupaten setempat terkait pemenuhan standar prokes pencegahan pandemi corona.

Guna memastikan kesiapan setiap sekolah di kabupaten ini melaksanakan PTM tahun ajaran baru 2021-2022 yang ditargetkan sejak Mei-Juli 2021 ini.

Demikian dikemukakan Wabup Helmi Budiman di sela monitoring ke sejumlah sekolah berkaitan uji coba PTM serentak dimulai, Senin (19/4/2021).

“Kami terus melakukan evaluasi terkait ragam kekurangan apa saja. Sehingga nanti saatnya proses pembelajaran pada tahun ajaran baru, betul betul siap,” katanya.

Dari pelbagai satuan pendidikan di kabupatennya, khususnya di bawah kewenangan Disdik Kabupaten Garut, Helmi menilai jenjang satuan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) paling siap menggelar PTM dibandingkan lain, katanya pula.

“Semuanya memenuhi standar prokes. Walau masih banyak harus dibenahi. Contohnya, nyaris semua ruangan ventilasinya masih perlu pembenahan,” imbuh dia.

Dia juga katakan, kesiapan SMP menggelar PTM ditunjukkan dengan persentase jajaran guru SMP yang divaksin Covid-19 mencapai sekitar 62 persen.

“Tinggal Guru Sekolah Dasar, Taman Kanak-Kanak, dan Pendidikan Anak Usia Dini  yang masih tahap proses vaksinasi. Sambil menunggu ketersediaan vaksin, kami targetkan Mei hingga Juli selesai. Jadi, saat tahun ajaran baru betul-betul siap,” imbuh Helmi.

Dikemukakan, selama uji coba berlangsung, proses PTM di sekolah itu pun hanya mencapai 25 persen. Selebihnya, proses pembelajaran masih dilakukan daring. Pelajaran di sekolah hanya berdurasi sekitar 2,5 jam hingga tiga tanpa istirahat.

Pada masa uji coba PTM tersebut, siswa juga tak diwajibkan mengenakan pakaian seragam resmi sekolah.

Nyaris Menyerupai Pemudik Lokal.

“Bisa Tegas Melarang Mudik, Maju Mundur Melarang Miras”

Selasa 20 Apr 2021 05:07 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Paradoks: tegas melarang mudik, maju mundur melarang miras

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Jaya Suprana, Budayawan, Penggagas Rekor MURI, Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Saya bukan penggemar miras. Minum miras setetes saja sudah terhuyung-huyung sebelum ngegeblak ambruk tak sadar diri.

Maka saya tidak terlalu peduli tentang miras dilarang mau pun tidak dilarang. Terserah saja.

Namun saya berminat mempelajari sejarah peradaban di planet bumi ini. Termasuk sejarah politik prohibisi

LARANG-MELARANG

Sejarah membuktikan bahwa penguasa gemar melakukan politik prohibisi melarang hak-hal yang dianggap membahayakan kepentingan penguasa.

Misalnya Firaun melarang kaum Yahudi meninggalkan Mesir sebab dibutuhkan sebagai budak kerja paksa membangun piramida-piramida monumental Mesir kuno.

Kaisar Nero melarang masyarakat Romawi menganut agama Nasrani dengan sanksi hukuman disantap harimau dan singa di koloseum Roma.

Hitler membakar buku-buku yang ditulis oleh kaum Yahudi, penguasa Jerman melarang prostitusi, penguasa Amerika Serikat melarang miras.

Tentu saja semua larangan itu sebenarnya dimaksud memperbaiki kondisi suasana peradaban agar menjadi lebih baik. Namun kenyataan yang terjadi malah kerap kali sebaliknya.

DAMPAK LARANGAN

Akibat larangan Firaun maka kaum Yahudi di bawah pimpinan Musa berjaya eksodus dari Mesir ke Palestina yang kini menjadi negara berdaulat kaum Yahudi.

Buku-buku tulisan kaum Yahudi dibakar oleh para begundal Hitler malah meningkatkan popularitas kecendekiawan para pemikir Yahudi mulai dari Freud sampai Einstein .

Akibat dilarang, gerilya prostitusi di Jerman merajalela yang malah dengan sendirinya mereda setelah larangan prostitusi dicabut.

Setelah larangan prostitusi dicabut di negara-negara Skandinavia, statistik kejahatan seksual seperti pemerkosaan menurun drastis.

Kriminalitas terkait narkoba mewabah di Amsterdam langsung mereda setelah larangan menggunakan narkoba dihapus .

Kebijakan melarang miras di AS terbukti melahirkan para tokoh gangster seperti Al Capone yang malah lenyap dengan sendirinya setelah larangan miras dilenyapkan!

Andaikata tidak ada larangan makan buah terlarang di Taman Firdaus, mungkin Adam dan Hawa tidak akan diusir ke dunia penuh kemelut deru campur debu berpercik keringat, air mata dan darah ini.

PASAR GELAP

Kebijakan melarang miras sama halnya dengan melarang narkoba yang terbukti menguntungkan para pedagang merajalela beraksi di pasar gelap miras dan narkoba.

Akibat larangan perjudian maka suburlah para penggiat lokasi judi gelap termasuk meningkatlah penghasilan para aparat keamanan untuk diam-diam melindungi judi gelap.

Wajar apabila mereka yang merasa diuntungkan keberatan apabila arus aliran sumber keuntungan mereka dibendung.

Menarik bahwa pemerintah Indonesia terbukti bisa tegas melarang mudik, namun maju-mundur melarang miras.

Maka sebaiknya melarang dan tidak melarang miras  dipertimbangkan dengan menyimak neraca rugi-laba lahir-batin secara cermat, seksama dan matang sebelum tegas diputuskan menjadi keputusan yang tegas.

Sesal kemudian jelas tidak bermanfaat apa pun kecuali memperkeruh suasana sudah keruh sambil menambah beban rasa kecewa belaka.

*****

Republika.co.id, Abisyamil/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here