304 Bencana 2020 Garut Telan Kerugian Rp19,287 Miliar

304 Bencana 2020 Garut Telan Kerugian Rp19,287 Miliar

444
0
SHARE
Dadang Bunyamin.
Bencana Longsor.

“Semakin Mencemaskan”

Garutnews ( Senin, 18/01 – 2021 ).

Dari sedikitnya 304 peristiwa bencana yang nyaris terjadi pada setiap seluruh 42 wilayah kecamatan di Kabupaten Garut selama 2020, antara lain menelan kerugian material sekitar Rp19.287.000.024,- 

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial kabupaten setempat Dadang Bunyamin, S.Sos didampingi Kepala Seksi PSKB Budiyana. A. KS katakan, jenis bencananya selain tanah longsor, dan banjir.

Juga kebakaran, pergerakan tanah, tersambar petir, angin puting beliung, pergeseran tanah, pergerakan tanah, tertimpa pohon, banjir bandang, gempa bumi, serta gelombang pasang.

Selama 2020, pada Januari 2020 terjadi 25 peristiwa bencana menelan kerugian Rp2,780 miliar, kemudian Februari 44 peristiwa dengan kerugian Rp3,441 miliar lebih, Maret 11 peristiwa (Rp841 juta).

Disusul April delapan peristiwa (Rp554 juta), Mei 16 peristiwa (Rp1,302 miliar lebih), Juni 34 peristiwa (Rp2,623 miliar), Juli 23 peristiwa (Rp1,880 miliar), Agustus 16 peristiwa (Rp1,152 miliar), September 17 peristiwa (Rp1,631 miliar).

Oktober 53 peristiwa (Rp1,371 miliar), Nopember 22 peristiwa (1,173 miliar), dan pada Desember 2020 terjadi sekitar 35 peristiwa bencana menelan kerugian lebih kurang Rp2.070.000.000,-

Meski tak dilaporkan terdapat korban jiwa, namun ratusan kepala keluarga atau ribuan anggota keluarga terpaksa sempat melakukan pengungsian. Sedangkan kerugian material akibat rumah hancur, rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan.

Dadang Bunyamin mengemukakan pula, memasuki awal 2021 jajarannya pun senantiasa bersiaga penuh. Berupa antara lain menyelenggarakan monitoring dan evaluasi lapangan bahkan kerap terjun ke lokasi bencana.

Lantaran di Kabupaten Garut, kini terdapat sedikitnya 28 titik lokasi bencana alam termasuk di wilayah Kecamatan Talegong, Cisewu, Pamulihan, serta wilayah kecamatan lainnya.

“Semakin Mencemaskan”

Kondisi tersebut juga diperparah fenomena awal 2021, semakin mencemaskannya penularan corona di kabupaten ini dengan terus bertambahnya volume harian kasus positif, dan kematian akibat pandemi.

Terbaru, ditemukan penambahan 110 kasus baru positif dan empat kasus pasien positif meninggal dunia, Ahad (17/01-2021). Sehingga keseluruhan positif meningkat lagi menjadi 5.145 kasus, dengan total kematian menjadi 158 kasus.

Koordinator Komunikasi Publik/Humas Satuan Tugas Penanganan Covid-19 kabupaten setempat Muksin ktakan, 110 kasus baru positif itu ditemukan berdasar hasil pemeriksaan RT PCR laboratorium RSU dr Slamet Garut pada 195 sampel swab.

Mereka terdiri 70 perempuan dan 40 laki-laki, berusia antara dua hingga 78 tahun. Termasuk lima balita dan 12 lansia 60 tahun ke atas.

Berasal dari Kecamatan Tarogong Kidul (23 kasus), Karangpawitan (10 kasus), Bayongbong (9 kasus), Kadungora (7 kasus), Tarogong Kaler (7 kasus), Wanaraja (7 kasus), Garut Kota (6 kasus), Bungbulang (5 kasus), Samarang (5 kasus), Selaawi (4 kasus), Balubur Limbangan (4 kasus), Cikelet (3 kasus), dan Cilawu (3 kasus).

Juga, dari Banjarwangi (2 kasus), Banyuresmi (2 kasus), Cibiuk (2 kasus), Cigedug (2 kasus), Pangatikan (2 kasus), Cibalong (1 kasus), Cihurip (1 kasus), Leles (1 kasus), Leuwigoong (1 kasus), Pamulihan (1 kasus), Pasirwangi (1 kasus), dan Sucinaraja (1 kasus).

Temuan 110 kasus baru positif itu pun menjadikan total jumlah positif di Kabupaten Garut kembali bertambah mencapai 5.145 kasus.

Sebanyak empat kasus baru kematian, perempuan (KC-4524) 59 tahun dari Cilawu, perempuan (KC-4627) 30 tahun dari Tarogong Kidul, perempuan (KC-5053) 73 tahun dari Bungbulang, dan perempuan (KC-5089) 57 tahun dari Leles.

KC-4524 meninggal dunia setelah sempat diisolasi perawatan rumah sakit selama delapan hari sejak dikonfirmasi positif pada 10 Januari 2021. Dia pun tercatat merupakan pasien positif meninggal dunia ke-12 asal Cilawu.

KC-4627 meninggal dunia setelah sempat diisolasi perawatan rumah sakit selama tujuh hari, menyusul dikonfirmasi positif pada 11 Januari 2021. Dia merupakan pasien ke-14 meninggal dunia akibat Covid-19 asal Tarogong Kidul.

Sedangkan KC-5053 dan KC-5089 merupakan dua di antara 110 pasien baru terkonfirmasi positif pada 17 Januari 2021. KC-5053 tercatat merupakan pasien ketiga meninggal dunia akibat Covid-19 asal Bungbulang, dan KC-5083 merupakan pasien keenam meninggal dunia dari Kecamatan Leles.

Meninggalnya empat perempuan pasien positif Covid-19 tersebut membuat angka kematian akibat Covid-19 meningkat cukup tajam menjadi 158 kasus.

Bersamaan penambahan sebanyak 110 kasus baru positif Covid-19 dan empat pasien positif Covid-19 meninggal itu, dilaporkan terdapat pula penambahan 45 pasien dinyatakan sembuh. Sehingga total pasien dinyatakan sembuh di Garut bertambah menjadi 3.885 kasus.

Sebanyak 45 pasien dinyatakan sembuh terdiri 26 perempuan dan 19 laki-laki, berusia antara lima sampai 68 tahun. Mereka berasal dari Wanaraja (6 kasus), Cikelet (6 kasus), Karangpawitan (4 kasus), Tarogong Kidul (4 kasus), Pameungpeuk (3 kasus), Tarogong Kaler (3 kasus).

Banyuresmi (2 kasus), Cibalong (2 kasus), Cisurupan (2 kasus), Garut Kota (2 kasus), Leles (2 kasus), Balubur Limbangan (2 kasus), Pakenjeng (2 kasus), Bayongbong (1 kasus), Cibatu (1 kasus), Cilawu (1 kasus), Kersamanah (1 kasus), dan Malangbong (1 kasus).

“Masih ada 470 pasien positif dalam isolasi rumah sakit/perawatan, 632 pasien positif isolasi mandiri,” katanya.

*******

Abisyamil, JDH/Foto : Abah John.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY