11 Kasus Baru Menjadikan 5.141 Warga Garut Terpapar Covid-19

0
22 views
Data dan Informasi.
Data dan Informasi.

“Batalkan Tender Kegiatan”

Garut News ( Selasa, 21/07 – 2020 ).

Penambahan 11 kasus baru terdiri sembilan ODP bahkan dua terkonfirmasi positif,  menjadikan 5.141 warga Kabupaten Garut terpapar wabah predator Covid-19 dari sebelumnya 5.130 kasus.

Berdasar data Gugus Tugas Percepatan Penanganan coronavirus disease 2019 hingga, Selasa (21/07-2020) Pukul 20:31:36 WIB, menunjukan totalitas 5.141 kasus tersebut terdiri 2.773 ODP (36 kasus masih pemantauan, enam dalam perawatan, 2.731 selesai pemantauan, dan 15 meninggal dunia).

Rawan Penularan, Namun Hanya Lembaga Pendidikan yang KBM-nya Belum Bisa Langsung Bertatap Muka.

Kemudian 84 PDP (84 sudah dipulangkan, 18 di antaranya meninggal dunia), sedangkan 30 konfirmasi positif (satu kasus isolasi mandiri, satu kasus masih dalam perawatan, 25 kasus sembuh, dan tiga meninggal dunia).

Disusul 2.254 OTG (446 masih proses observasi, dan 1.808 selesai observasi), dengan keseluruhan 36 warga kabupaten ini meninggal dunia).

Sumber lainnya katakan, ada kemungkinan yang terkonfirmasi positif kembali bertambah pada, Rabu (21/07-2020).

“Batalkan Tender Kegiatan”

Meski tender kegiatan di kabupaten setempat dimulai sejak Desember 2019, namun sejumlah kegiatan batal ditenderkan lantaran mewabahnya penularan pandemi maut.

Terdiri kegiatan bersumber ‘dana alokasi khusus’ (DAK) APBN, ‘Bantuan Keuangan’ (Bankeu) APBD Provinsi Jawa Barat atau ‘Dana Alokasi Umum’ (DAU) APBD Garut.

Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Garut Margiyanto katakan, tender kegiatan di kabupatennya dimulai Desember 2019 berkaitan konsul pengawasan sarana olahraga dan akuatik, dan pemenangnya muncul Februari.

Tetapi akibat wabah Covid-29, pada Maret, dilakukan refokusing dan realokasi anggaran kegiatan. Baik bersumber DAU, Bankeu Provinsi maupun DAK.

Di antaranya kegiatan pembangunan SOR dan akuatik, serta pembangunan sejumlah ruas jalan termasuk pembangunan jalan lingkar Cipanas.

Dikemukakan, selain terdampak refokusing dan realokasi anggaran, beberapa kegiatan pun terancam tak dapat direalisasi dengan beragam penyebab. Semisal pembangunan jembatan Maktal Dua mengalami gagal tender sebab tidak ada pemenang dalam proses tendernya.

Disusul pembangunan Pasar Cikajang tak jadi ditenderkan bahkan tak jadi dianggarkan karena ada prasyarat di lapangan belum terpenuhi.

Juga ada kegiatan gagal pada tender awal namun terus diproses ditenderkan lagi, semisal pembangunan Pasar Leles tahap ketiga.

Kebanyakan tak jadi ditenderkan kegiatan bersumberkan DAK, seperti kegiatan pembangunan irigasi-irigasi.

“Hingga kini, ada 122 paket kegiatan masuk ULP (Unit Lelang Pangadaan). Namun dari jumlah itu belum diketahui pasti, berapa banyak kegiatan gagal tender atau tidak jadi ditenderkan karena sebagian proses tendernya masih berjalan. Termasuk pula sebelumnya gagal tender namun kemudian dibuka lagi tendernya karena masih ada waktu,” katanya, Selasa (21/07-2020).

Apakah terkait banyak kegiatan gagal direalisasi lantaran tak jadi ditenderkan atau gagal tender bakal dianggarkan kembali tahun berikutnya, Margiyanto tegaskan bergantung pada masing-masing dinas teknis terkait, kata dia.

*******

Abisyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here