Tuesday, January 18, 2022
Home Blog

Pandai Bersyukur Bisa Cegah Kerusakan Lingkungan Garut

0
Dermaga Berkemah Ponpes/Kuttab Yadul 'Ulya Garut.
Dermaga Berkemah Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

“Bangun Perspektif Lingkungan”

Garutnews ( Senin, 17/01 – 2022 ).

Pandai bersyukur maupun merasa puas dengan yang dimiliki, seraya senantiasa berupaya dan bertawakal. Dipastikan dapat mewujudkan ketenangan yang paripurna lantaran dimilikinya perilaku yang terpuji.

Ponpes Yadul ‘Ulya Sampaikan Donasi Banjir Bandang

0
"Beramal Cerdas, Beramal Mudah".
“Beramal Cerdas, Beramal Mudah”.

“Beramal Cerdas, Beramal Mudah”

Garutnews ( Senin, 17/01 – 2022 ).

Pesantren Tahfidz Yadul ‘Ulya Garut menyampaikan donasi banjir Bandang Sukawening/Karangtengah, yang secara simbolis diterima Ust. Ridwan Maulana di lokasi bencana, Senin (17/01-2022).

Mengapa Saya Harus Merasa Cukup dalam Hidup?

0
Wujudkan Kemandirian Ekonomi Syari'ah di Ponpes/Kuttab Yadul 'Ulya Garut.

Ahad 16 Jan 2022 11:45 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Syari’ah di Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

“Allah SWT memberikan sejumlah kelebihan dan kekurangan”

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Dalam penciptaan manusia, Allah SWT memberikan sejumlah kelebihan dan kekurangan, termasuk adanya hawa nafsu. Keberadaan perasaan ini dapat membawa pada beragam kondisi, termasuk tidak pernah merasa cukup dan selalu merasa ingin lebih.

Masjid/Rumah Tahfidz Cilampayan Mendesak Perlukan Air Bersih

0
Masjid dan Rumah Tahfidz.
Masjid dan Rumah Tahfidz.

“Bersemangat Tinggi Memelajari Alqur’an “

Garutnews ( Sabtu, 15/01 – 2022 ).

Masjid Nurul Berkah beserta rumah tahfidz pada lingkungan RT/RW. 01/012 di Desa Tanjung Jaya Kecamatan Pakenjeng kini berkondisi kian mendesak perlukan sarana air bersih, terutama guna memenuhi kebutuhan berwudhu.

Lisan yang Menyelamatkan

0
Ilustrasi Orasi.

Hikmah

12 Jan 2022, 03:30 WIB

Upaya Peningkatan Kualitas SDM Pengelola Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

“Lisan bisa menjadi penyelamat, tetapi sekaligus bisa jadi pembawa malapetaka”

OLEH NUR FARIDAH

Pepatah mengatakan, “mulutmu harimaumu”. Artinya, lisan atau mulut bisa sangat berbahaya bila tak dikontrol. Bahaya tak hanya kepada orang lain karena seperti pepatah itu, bak harimau yang menerkam mangsa.

Bahaya juga bagi pemiliknya karena bila yang keluar dari lisan adalah keburukan, akibat buruknya juga akan kembali kepada si pengucap atau yang dalam pepatah lain, “senjata makan tuan”.

Penyakit Paling Berbahaya Bukan Cuma Fisik, Ini Penjelasan Generasi Tabiin

0
Kemandirian Ekonomi Ponpes/Kuttab Yadul 'Ulya Garut.

Selasa 11 Jan 2022 18:26 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

Kemandirian Ekonomi Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

“Penyakit paling berbahaya adalah moralitas yang rusak”

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Generasi salaf dikenal dengan ketakwaan dan kesalehan yang luar biasa. Beberapa di antaranya dikenal sebagai ulama dan para ahli riyadhah atau olah spiritual. 

Islam Mengajarkan Pentingnya Melindungi Lingkungan

0
Kampus Peradaban Ponpes/Kuttab Yadul 'Ulya Garut Maksimal Wujudkan Nuansa Berperspektif Lingkungan.

Senin 10 Jan 2022 05:40 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut menjaga lingkungan yang menghasilkan manfaat bagi individu dan masyarakat.

“Merusak lingkungan untuk alasan apapun dilarang”

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Seorang Muslim harus menyadari betapa pentingnya melindungi lingkungan. Merusak lingkungan untuk alasan apapun dilarang.