Blog

0
H. U. Basuki Eko Juga Mendonorkan Darahnya.

“Banyak Miliki Produktivitas”

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut, H. U. Basuki Eko, SH. MH dan Sekretaris Iwan Riswandi, S.IP Beserta Seluruh Jajaran Keluarga Besar Satpol-PP kabupaten setempat.

Semarak menyelenggarakan ragam kegiatan termasuk ‘Bakti Sosial’ donor darah berkolaorasi dengan pihak PMI.

Bahagia Bisa Membantu Sesama.

Pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tahun 2024 dan Hari Jadi ke-62 ‘Satuan Perlindungan Masyarakat’ (Satlinmas) juga Damkar Garut.

“Dirgahayu ke-74 Satpol PP Kabupaten Garut” 

Selama Tahun 2024 ini, memiliki banyak memiliki produktivitas capaian kinerja  di antaranya pelaksanaan penegakkan ‘Peraturan Daerah’ (Perda) maupun ‘Peraturan Kepala Daerah” (Perkada).

Antara lain penertiban perizinan, bahkan tujuh kali berhasil menyelenggarakan ‘Penegakkan Yustisi’.

Kemudian, pelaksanaan koordinasi pada program ‘Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau’ (DBH CHT), sehingga bisa berhasil selamatkan bernilai Rp2 miliar lebih.

Sedangkan produktivitas lainnya berupa secara masif mengoptimalisasikan upaya pencegahan terjadinya gangguan melalui beragam ‘Patroli’ ke lapangan.

*******

0
Selasa (28/05-2024), Dilaporkan Pengawas 60 Persen Selesai.

“Tahap Pertama Diresmikan”  

Garutnews ( Selasa, 28/05 – 2024 ).

Hingga diselenggarakannya lanjutan pembangunan Jalan Lingkar Cipanas sejak 12 Februari 2024 ternyata sampai sekarang masih belum dilengkapi drainase maupun saluran air pada kiri, dan kanan ruas Jalan Ibrahim Adjie Garut tersebut.

0
Garut (26/05-2024).

“Dukung Kemerdekaan Palestina”

Garutnews ( Ahad, 26/05 – 2024 ).

Aksi Damai Palestina di Alun Alun Kota Garut, Ahad (26/05-2024), berlangsung semarak bahkan antara lain diwarnai penyelenggaraan pawai keliling perkotaan dengan ragam narasi orasi pembelaan teradap penderitaan sangat berat Rakyat Palestina.

Dari Garut Dukung Kemerdekaan Palestina.

Rangkaian helatan tersebut, mengusung tematik ‘Tidak Perlu Menjadi Seorang Muslim Untuk Membela  Palestina, Cukup Menjadi Manusia yang Penuh Dengan Kemanusiaan’.

Berikut potret rangkaian aksi itu, yang sangat antusias diikuti  ratusan masyarakat dari seluruh pelosok.

Antusias Bersemangat Bela Palestina.

Mereka bersemangat berdatangan memenuhi seputar Alun Alun pusat Kota Garut.

Dihadiri Ratusan Massa.

Bahkan juga banyak warga dengan spontan, dan bersemangat ikut serta berpawai sambil mengibarkan bendera serta Atribut Palestina.

Solidaritas Murni Warga Garut.

Masa pun umumnya berdatangan kemudian berkumpul di seputar Alun Alun tersebut, seusai shalat dhuhur.

Bela Palestina.

Malahan banyak di antaranya hadir lebih awal sambil menikmati suasana Alun Alun, sambil menyimak orasi yang antara lain menyerukan agar memboikot ragam produk perdagangan yang berafiliasi dengan Israel.

******* 

Abah John.

0
Ust. Riza Muammad di Ponpes Tahfidz Yadul ‘Ulya Panawuan Garut.

“Pesantren harus lebih mematangkan infrastruktur digital”

Red: Erdy Nasrul

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Sejatinya, pesantren adalah lembaga pendidikan keimanan, akhlak, ilmu, sekaligus pengamalannya.

Kasus perundungan yang terjadi di sebuah pesantren di Mojo, Kota Kediri, Jawa Timur, pada awal Februari 2024, harus dilihat dengan kacamata jernih, sehingga kita tidak terjebak pada kondisi yang membuyarkan muruah dari pesantren.

Ponpes Tafidz Yadul ‘Ulya Garut.

Kasus perundungan di sebuah pesantren di Kediri yang belum mengantongi izin, yakni nomor statistik pesantren (NSP) dari Kemenag itu pun langsung saja menyedot perhatian masyarakat, sehingga menjadi ajang kita untuk memilih, apakah menggunakan kacamata hitam atau kacamata putih.

Tanpa pikiran dan hati jernih dalam memandang sesuatu, dunia digital itu tanpa disadari justru banyak framing daripada fakta. Framing adalah kesalahan (bukan kebenaran), tapi diulang-ulang atau diviralkan kemana-mana, sehingga kesalahan itu bisa dianggap benar.

Sekolah Alam Yadul ‘Ulya.

Contoh, guyonan/kelakar di pesantren, yang kadang juga sangat berlebihan, sehingga disimpulkan sebagai perundungan.

Di era serba cepat ini, apa yang muncul langsung di-viral-kan, termasuk kasus di Mojo, Kediri, yang pada pekan berikutnya dicari “bahan” lagi di pesantren itu atau pesantren lain, sehingga dalam sebulan bisa saja disimpulkan bahwa pesantren adalah “sarang” perundungan.

Camping Ground & Resto D’Leuwi Kampung Panawuan.

Begitulah alur framing di dunia maya, padahal humor/kelakar di pondok pesantren itu biasa atau terbiasa, untuk menempa mentalitas, atau sekadar “membunuh” sepi.

Apalagi, jumlah pondok pesantren dalam data Kementerian Agama (Kemenag) RI menunjukkan ada sekitar 41 ribu lembaga yang menampung 3,1 juta santri dan 276 ribu ustadz di seluruh Indonesia.

Rehat Sehat.

Itu cuma framing tentang humor, coba kalau framing tentang pendapat, misalnya pendapat ulama/ustadz X yang niatnya bukan jelek atau cuma humor, tapi akibat adanya framing akhirnya menjadikan citra ulama/ustadz/ning X itu pun jatuh.

Begitulah dunia maya. Lebih gawat lagi, kalau tidak hati-hati, dunia digital juga menjebak generasi menjadi radikal, karena belajar agama di dunia digital tanpa guru.

Kampus Peradaban Ponpes Tafidz Yadul ‘Ulya Kampung Panawuan Garut.

Adu narasi

Menurut data FSGI, perundungan di lembaga pendidikan agama sangat kecil, sehingga siswa/santri yang ada pada lembaga pendidikan agama dan keagamaan relatif lebih aman dari tindakan tersebut.

Dalam konteks framing itulah, Asosiasi Pesantren NU yang tergabung dalam Rabithah Ma’ahidil Islamiyah (RMI) PWNU Jatim pun mengajak kalangan pesantren untuk memiliki kemampuan membangun pesan publik dan memenangkan “pertarungan” atau “perang” narasi di era digital.

D’Leuwi.

Caranya, melalui kemitraan dengan kalangan media sebagai langkah strategis untuk menyesuaikan dengan logika dan kebutuhan masyarakat kota yang cenderung lebih terbuka dalam memberikan kritik dan komentar, khususnya melalui sosial media.

RMI PWNU Jatim menggagas kemitraan pesantren-media itu dalam diskusi RMI se-Jatim bersama media di Surabaya, Selasa (7/5).

Wisata Halal.

Sebagai jurnalis santri, Hakim Jayli menyatakan siap membantu pesantren dalam perang narasi itu melalui kemitraan. Baginya, guyonan ala pesantren yang saling serang antarteman itu merupakan pendidikan mentalitas, tapi media yang tidak paham pesantren akan menilai ada perundungan, tentu perlu diluruskan.

Pesan ini sekaligus mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk selalu jernih dalam memandang sesuatu yang diperoleh dari dunia internet.

D’Leuwi.

Kini, framing media yang menyasar dunia pesantren ada dua hal, yakni pelecehan seksual dan perundungan, padahal guyonan ala pesantren itu sudah biasa dan sudah ada sejak dulu, namun tujuannya semacam guyon saja untuk menguji mentalitas teman sekamar.

Meski demikian, kalangan pesantren disarankan untuk tidak perlu terlalu buru-buru memakai UU ITE untuk melaporkan media, melainkan cukup dengan sabar dalam memberi penjelasan dan menerima permohonan maaf, agar menarik apresiasi dan simpati dari kalangan yang berada di luar pesantren.

Hikmah dari framing adalah mendorong kalangan pesantren saat ini untuk mampu membaca data dan fenomena masyarakat kota hari ini yang kian religius, sehingga pesantren semakin dipercaya untuk mendidik anaknya, bahkan sebuah riset menyebut masyarakat NU sekarang juga sudah 60-65 persen masyarakat NU urban.

Jadi, kalangan pesantren agaknya harus mampu memahami bahwa masyarakat kota itu cenderung lebih reaktif, mudah melakukan komplain dan kritik terhadap apapun yang tidak sesuai dengan harapannya, termasuk tentang pesantren melalui media sosial.

Gayung bersambut, Ketua RMI PWNU Jatim KH M Iffatul Lathoif Zainuddin (Gus Thoif), berharap RMI dan pesantren lebih membuka diri bekerja sama dengan media (media NU) untuk mengoptimalkan media dalam menyusun narasi tentang substansi dan kelebihan pendidikan pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin, (berciri khas keagamaan) sekaligus merespons sorotan publik.

Sorotan terhadap pesantren dalam kasus tertentu itu memang harus dijawab dengan jernih, karena kalau dibiarkan dan terjadi berulang (framing) bisa berakibat tidak baik bagi nama pesantren, sekaligus kemitraan dengan media itu dapat menjadi lahan dakwah digital. Harapannya, kemitraan serupa juga diadopsi di semua tingkatan atau lembaga pendidikan.

Era digital adalah era perang narasi, karena itu pesantren jangan diam saja agar tidak menjadi “bulan-bulanan” media digital, sebab dunia digital adalah dunia yang merombak struktur komunikasi antarmanusia dari komunikasi nyata menjadi komunikasi maya/digital, yang bila tidak diberi konten yang saleh (kesalehan digital) akan dapat mengalami framing yang viral.

Kasus perundungan di pesantren yang mencuat di media ini setidaknya mengandung dua pesan sekaligus, yakni pesantren harus ramah dan bersahabat dengan media, sedangkan masyarakat harus selalu menggunakan penyaring dalam mengonsumsi informasi dari internet. 

********

Republika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

0
Sekdis PUPR Edy Kuntoro, ST Memasang Topi Pengaman Peserta.

“Bekerja Keras, Cerdas, dan Ikhlas”

Garutnews ( Sabtu, 25/05 – 2024 ).

Penguatan kualitas operator alat berat di Kabupaten Garut ditingkatkan melalui ‘Penyelenggaraan Pelatihan, dan Sertifikasi Tenaga Terampil Konstruksi’.

Gatot Subagio, ST, MT.

Helatan selama dua hari diikuti 25 peserta operator UPT ‘Peralatan dan Perbengkelan’ (Workshop) PUPR kabupaten setempat tersebut, guna mewujudkan ‘Tertib Usaha, Tertib Penyelenggaraan serta Tertib Pemanfaatan Jasa Konstruksi’. 

Penyelenggaraan Pelatihan, dan Sertifikasi Tenaga Terampil Konstruksi ini, dibuka Sekdis PUPR Edy Kuntoro, ST, Rabu (21/05-2024).

Uji Kompetensi juga Uji Nyali.

Kepala Bidang Jasa Konstruksi, Gatot Subagio, ST, MT juga katakan nara sumbernya melibatkan pula peran partisipasi ‘Praktisi dan Akademisi’ dari Instansi Jawa Barat.

Sehingga penghargaan, dan terimakasih bahkan apresiasi positif disampaikan kepada pihak yang memberikan dukungan serta bantuannya atas terlaksana baiknya seluruh rangkaian pelatihan dan sertifikasi ini.

Profesional di Bidangnya.

Selain pada hari pertama di Fave Hotel Jalan Cimanuk berlangsung penyajian ragam teoritis termasuk detail dipresentasikan pentingnya mengutamakan keselamatan, dan kesehatan kerja.

Menaikan & Menurunkan Alat Berat.

Juga pada hari berikutnya dilanjutnya praktek uji kompetensi di Workshop PUPR dengan mengadirkan langsung Asesor maupun yang berhak melakukan asesmen terhadap suatu kompetensi, sesuai dengan ruang lingkup asesmennya.

Ready For Us.

Sedangkan seluruh pendanaannya bersumber APBD Kabupaten Garut, yang ada pada DPA Dinas PUPR Tahun Anggaran 2024.

Bekerja Keras, Cerdas, dan Ikhlas.

Asesor, Ali kepada Garutnews katakan, seluruh rangkaian praktek uji kompetensi tersebut berlangsung sukses bahkan sangat memuaskan, katanya antara lain.

Miliki Kebanggaan Tersendiri.
Piranti Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

*******

Abah John. 

0
Meski Tergopoh-gopoh Memikul Beban Melintasi Tanjakan, Namun Sambil Menghela Nafas Ternyata Masih Bisa Tersenyum.

“Sedekah merupakan sunnah Nabi Muhammad”

Rep: mgrol 151/ Red: Erdy Nasrul

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Senyum adalah sedekah yang tidak memerlukan uang atau harta benda. Dengan senyum, seseorang dapat memberikan kebahagiaan dan kenyamanan kepada orang lain. 

Selain itu, senyum memiliki kekuatan untuk meringankan beban seseorang, membuat suasana menjadi lebih positif, dan memperkuat ikatan sosial. Saat seseorang tersenyum kepada orang lain, artinya menunjukkan bahwa kita peduli dan menghargai keberadaan mereka.

Dengan Senyum, Sapa, dan Salam. Santri Madrasah Ponpes Yadul ‘Ulya Ajari Memanah Pengunjung Camping Ground & Resto D’Leuwi Panawuan.

Bahkan, dalam Islam senyuman dianggap sebagai salah satu sedekah. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu. (HR at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Hadis lain juga menyampaikan bahwa seseorang tidak boleh menganggap sepele meskipun hanya senyuman. Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

D’Leuwi Kampung Panawuan.

Janganlah meremehkan kebaikan sedikitpun juga walau engkau bertemu saudaramu dengan wajah berseri. (HR. Muslim no. 2626).

Wajah yang ceria dan berseri akan mudah memikat hati orang lain saat mengajak mereka kepada Islam dan kebaikan. Senyum yang ramah merupakan salah satu aset penting dalam berdakwah. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنَّكُمْ لَا تَسَعُونَ النَّاسَ بِأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ لِيَسَعْهُمْ مِنْكُمْ بَسْطُ الْوَجْهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ

Lembah Sunyi Sarat Inspirasi Positif.

Sesungguhnya kalian tidak bisa menarik hati manusia dengan harta kalian. Akan tetapi kalian bisa menarik hati mereka dengan wajah berseri dan akhlak yang mulia. (HR. Al-Hakim).

Dalam interaksi sehari-hari, senyum dapat membuka pintu komunikasi yang lebih baik dan memperkuat hubungan antar individu.

Rehat Sehat Bersama Keluarga.

Oleh karena itu, senyuman sebagai sedekah dalam Islam mengajarkan  bahwa tindakan kebaikan tidak selalu harus berupa materi.

Dengan senyuman yang tulus, seseorang dapat menyebarkan kebahagiaan, membangun hubungan sosial yang harmonis, dan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah SWT.

Riang Gembira Santri Ponpes Yadul ‘Ulya Mandikan Domba Garut.

*******

Repulika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Aa John.

0
Beritikaf di Masjid Yadul ‘Ulya Kampung Panawuan Garut.

“Iman yang paling utama adalah sabar dan murah hati”

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Banteni dalam kitab Nashaihul Ibad menjelaskan sepuluh anugerah dari Allah SWT yang paling berharga untuk manusia.

Rehat Sehat Berwisata Halal di D’Leuwi Kampung Panawuan.

Jika seorang manusia mendapat sepuluh anugrah tersebut, maka manusia tersebut akan selamat dari berbagai bencana dan penyakit, bahkan derajat dan kedudukannya sama dengan Muqarrabin.

وقال أبوبكر الصديق رضى الله عنه ما من عبدرزقه الله عشر خصال إلا وقد نجا من الآفات والعاهات كلها وصار في درجة القربين ونال درجة المتقين أولها صدق دائم معه قلب قانع الثاني صبر كامل معه شكم دائم والثالث فقردائم معه زهد حاضر والرابع فكر دائم معه بطن جائع والخامس حزن دائم معه خوف متصل والسادس جهد دائم معه بدن متواضع والسابع رفق دائم معه رحم حاضر والثامن حب دائم معه حياء حاضر والتاسع علم نافع معه عمل دائم والعاشر إيمان دائم معه عقل ثابت.

Camping Ground & Resto D’Leuwi Panawuan.

Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiyallahu anhu telah mengatakan, “Tidak ada seorang hamba yang dianugerahi sepuluh hal, melainkan ia selamat dari berbagai bencana dan penyakit, dia sederajat dengan Muqarrabin serta ia akan mendapatkan derajat orang yang bertaqwa.” 

“Yaitu, pertama, jujur yang terus menerus disertai hati yang qana’ah (puas dengan apa yang ada). Kedua, kesabaran yang sempurna disertai dengan rasa syukur yang terus menerus.” 

D’Leuwi.

“Ketiga, kefakiran yang abadi yang diikuti dengan sikap zuhud. Keempat, berpikir terus menerus disertai dengan perut yang lapar.”

“Kelima, keprihatinan yang abadi disertai rasa takut yang terus menerus. Keenam, kerja keras yang terus menerus disertai sikap rendah hati.”

“Ketujuh, keramahan yang terus menerus disertai dengan kasih sayang. Kedelapan, cinta yang terus menerus disertai rasa malu.”

Oleh SAFWANNUR
Bentangan alam semesta yang amat luas merupakan ayat kauniyah sebagai tanda kebesaran-Nya yang ditampakkan kepada manusia. Manusia dengan segala kelebihan yang Allah SWT berikan, dibandingkan makhluk lain, mendapat tugas penting untuk memakmurkan alam ini. Alam mengajarkan kita untuk merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah SWT. (Repulika.co.id).

“Kesembilan, ilmu yang bermanfaat diikuti dengan pengamalan yang terus menerus. Kesepuluh, iman yang langgeng yang disertai dengan akal yang kuat.”

Dijelaskan Syekh Nawawi al-Banteni dalam kitabnya bahwa iman yang paling utama adalah sabar dan murah hati.

أَفْضَلُ الْإِيْمَانِ الصَّبْرُ وَالسَّمَاحَةُ

“Iman yang paling utama adalah sabar dan murah hati.”

نِعْمَ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ الصَّبْرُ وَالدُّعَاءُ

“Sebaik-baik senjata orang mukmin adalah sabar dan doa.”

يَا مَعْشَرَ الْفُقَرَاءِ أَعْطُوا الله الرِّضَامِنْ قُلُوْ بِكُمْ تَظْفَرُوا بِثَوَابِ فَقْرِكُمْ وَإِلَّا فَلَا

Jalan Desa Menuju D’Leuwi.

“Wahai golongan fakir, buatlah hati kalian rela pada (takdir) Allah, niscaya kalian akan memperoleh pahala dari kefakiran kalian, jika tidak rela, maka tiada pahala bagi kalian.”

تَفَكَّرُوا فِي كُلِّ شَيْ وَلَا تَفَكَّرُوا فِي ذَاتِ اللَّهِ، فَإِنَّ بَيْنَ السَّمَاءِ السَّابِعَةِ إِلَى كُرْسِيِّهِ سَبْعَةَ آلَافٍ نُوْرٍ وَهُوَ فَوْقَ ذَلِكَ

“Berpikirlah tentang segala sesuatu, tapi jangan berpikir tentang Dzat Allah, karena terdapat tujuh ribu cahaya di antara langit ke tujuh sampai Kursi Allah dan Allah di atas itu semua.”

رَحِمَ اللَّهُ قَوْمًا يَحْسَبُهُمُ النَّاسُ مَرْضَى وَمَا هُمْ بِمَرْضَى

Gencar Diperaiki.

“Allah menyayangi suatu kaum yang mereka disangka orang lain sakit, padahal mereka itu tidak sakit.”

لَوْ تَعْلَمُوْنَ مَالَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ لأَحْبَبْتُمْ أَنْ تَزْدَادُوا فَاقَةً وَحَاجَةً كَفَى بِالْمَرْءِ عِلْمًا أَنْ يَخْشَى اللَّهَ وَكَفَى بِالْمَرْءِ جَهْلًا أَنْ يُعْجَبُ بِنَفْسِهِ

“Seandainya kalian mengetahui apa yang ada pada Allah untuk kalian, pasti kalian akan bertambah senang dengan kefakiran dan butuh.”

إِنَّمَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ يَرْجُوْهَا وَإِنَّمَا يَجْتَنِبُ النَّارَ مَنْ يَخَافُهَا وَإِنَّمَا يَرْحَمُ اللَّهُ مَنْ يَرْحَمُ تَوَاضَعُوا وَجَالِسُوا الْمَسَاكِينَ تَكُونُوا مِنْ كِبَارٍ أَهْلِ اللَّهِ وَتَخْرُجُوا مِنَ الْكِبْرِ وَعْبُدُ رَبُّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

إِنَّمَا يَرْحَمُ اللَّهُ مِنْ عِبَادِهِ الرَّحَمَاءَ كُلُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةِ؟ قَالُوا نَعَمْ يَارَسُوْلَ اللهِ. قَالَ أَقْصِرُوا مِنَ الْأَمَلِ وَأَثْبِتُوا أَجَالَكُمْ بَيْنَ أَبْصَارِكُمْ وَاسْتَحْيُوا مِنَ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ قَالُوا يَارَسُولَ اللَّهِ كُلُّنَا نَسْتَحْيِي مِنَ اللَّهِ قَالَ لَيْسَ كَذَلِكَ الْحَيَاءُ مِنَ اللَّهِ وَلَكِنِ الْحَيَاءُ مِنَ اللَّهِ أَنْ لَا تَنْسَوُا الْمَقَابِرَ وَالْبِلَى وَأَنْ لَا تَنْسَوُا الْجُوْفَ وَمَا وَعَى وَأَنْ لَا تَنْسَوُا الرَّأْسَ وَمَا حَوَى وَمَنِ اشْتَهَى كَرَامَةَ الْآخِرَةِ يَدْعُ زِينَةَ الدُّنْيَا هُنَالِكَ اسْتَحْيَا الْعَبْدُ مِنَ اللَّهِ وَهُنَالِكَ أَصَابَ وَلَايَةَ اللَّهِ

تَعَلَّمُوا مِنَ الْعِلْمِ مَا شِئْتُمْ أَنْ تَعَلَّمُوا فَلَنْ يَنْفَعَكُمُ اللَّهُ بِالْعِلْمِ حَتَّى تَعْمَلُوا بِمَا تَعْلَمُوْنَ

Warga Desa Sukabakti Tarogong Kidul.

“Pelajarilah ilmu apapun yang engkau mau mempelajarinya dan Allah tidak membuat ilmu bermanfaat untukmu, sehingga engkau mau mengamalkan ilmu yang telah engkau pelajari itu.”

آفة الظرف الصَّلَفَ، وَآفَةُ الشَّجَاعَةِ الْبَغْى، وَآفَهُ السَّمَاحَةِ الْمَنُ، وَآفَةُ الْجَمَالِ الْخَيْلاءُ، وَآفَهُ الْعِبَادَةِ الْفَتْرَةُ، وَآفَةُ الْحَدِيثِ الْكَذِبُ، وَآفَةُ الْعِلْمِ النِّسْيانُ، وَآفَةُ الْحِلْمِ السَّفَهُ، وَآفَةُ الْحِسَبِ الْفَخْرُ، وَآفَةُ الْجَوْدِ السَّرَفُ

“Afta (penyakit) kejuaraan adalah kegemaran dipuji secara berlebihan, afat keberanian adalah kegemaran menyimpang dari kebenaran, afat kemurahan adalah menyebut-nyebut pemberian, afat kecantikan adalah kesukaan mejeng, afat ibadah adalah menghentikannya, afat omongan adalah dusta, afat ilmu adalah lupa, afat sikap murah hati adalah sikap tolol, afat kedudukan adalah kesombongan dan afat kedermawanan adalah pengeluaran secara berlebihan.”

********

Repulika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.