Yanto Tewas Lantaran Menolong Rekan Tenggelam

Garut News ( Kamis, 26/06 – 2014 ).

Ilustrasi. (Foto : John DH).
Ilustrasi. (Foto : John DH).

Setelah dilakukan pencarian di tengah kondisi cuaca buruk menjelang malam, petugas berhasil menemukan korban tenggelam di Situ Bagendit, Banyuresmi, Garut, Jabar, Herianto alias Yanto(19) bin Karim, Rabu (25/06-2014) sekitar pukul 20.15 WIB.

Kepala UPTD Bagendit, Heri Restu Heriana, katakan jasad korban ditemukan sekitar tiga meter dari lokasi tenggelam, atawa 100 meter dari bantaran Situ Bagendit Kampung Jolok Desa Sukaratu.

Korban ditemukan berkondisi tak bernyawa.

“Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa petugas kepolisian ke RSU dr Slamet Garut untuk diperiksa penyebab kematiannya,” kata Heri.

Dikemukakan Heri, selama dirinya bertugas di kawasan wisata Situ Bagendit orang tewas tenggelam baru kali itu terjadi.

Namun berdasar keterangan penduduk setempat, kasus serupa pernah terjadi beberapa tahun silam menimpa korban asal Kecamatan Pameungpeuk selatan Kabupaten Garut.

“Kata penduduk, di sana memang sering terjadi sesuatu, dan selalu diawali dengan adanya angin. Nah, kejadian menimpa Yanto juga didahului ada angin kencang menyebabkan rakit sukar mendekati lokasi, malahan terus menjauh ditiup angin,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, diduga kondisi tanah di lokasi kejadian semacam rawa, serta tinggi air dari dasar hingga permukaan situ mencapai sekitar 2-3 meter.

Karena dinilai cukup membahayakan, penduduk setempat, khususnya nelayan pengguna rakit, selalu menjauhi lokasi tersebut.

“Kalau rakit ke sana, akan sulit mengendalikannya karena tongkat pengendalinya ketika menancap di dasar situ kerap langsung menembus lebih dalam hingga sulit sekali diangkat lagi. Ya, kasarnya, tongkat kayunya itu malah seakan tersedot ke dalam,” kata Heri.

Kasus menimpa korban sendiri terjadi ketika korban bersama dua rekannya memancing ikan di lokasi tersebut.

Namun tiba-tiba salah satu rekan korban, Saepudin jatuh dan tenggelam karena tak bisa berenang.

Yanto lalu berupaya menolongnya bersama rekan lainnya.

Ironisnya, setelah Saepudin berhasil diselamatkan, Yanto tertinggal.

Dia sempat berteriak-teriak namun tak terdengar karena tenggelam di bawah cuaca buruk, angin kencang serta hujan deras.

Ketika tersadar, rombongan berupaya kembali ke lokasi hendak menolong Yanto.

Namun setiba di lokasi, Yanto sudah tenggelam di bawah permukaan air Situ Bagendit.

Pencarian dilakukan tak membuahkan hasil hingga akhirnya mereka memberitahukan kejadian tersebut kepada petugas dan warga setempat.

******

Kolom/Artikel : Tempo.co

Related posts