Yadul ‘Ulya Sinergikan Pendidikan Islam dan Inovasi Teknologi

0
63 views
Yadul 'Ulya Sinergikan Pendidikan Islam dan Inovasi Teknologi. (Foto : Mahasiswi PKL).
Yadul ‘Ulya Sinergikan Pendidikan Islam dan Inovasi Teknologi. (Foto : Mahasiswi PKL).

“Berpotensi Dijadikan Laboratorium Penelitian Uniga”

Garutnews ( Selasa, 13/07 – 2021 ).

Ponpes/Kuttab Tahfidz Qur’an, Yadul ‘Ulya Garut menyinergikan pendidikan Islam dan inovasi teknologi melalui penerapan Ta’lim (mengirimkan pendidikan),  tarbiyah (mematangkan pribadi menjadi manusia utuh), serta ta’dib (membekali keterampilan dan sikap hidup).

“Lantaran potensi kualitas fitrah serta bakat sumber daya manusia dengan penerapan inovasi teknologinya, dipastikan bisa maksimal menggali kemanfaatan sumber daya alam,” imbuh Ust. M. Angga Tirta.

Pemilik Yayasan Yadul ‘Ulya tersebut, antara lain mengemukakan hal itu kepada Garutnews seusai menerima kunjungan kerja Kepala Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNIGA, Siti Syarah Maesyaroh, SP., MP, Selasa (13/07-2021).

“Menuai Asa Inspiratif di Tengah Pandemi”

Didampingi Sekretarisnya, Hany Hidayati Nafiah S.P., M.P. Mereka mengamati langsung kondisi Agro Park Yadul ‘Ulya juga bersama Kepala Bagian Agro Park Yogi, serta mahasiswi Praktek Kerja Lapangan Uniga.

Kalangan akademisi Uniga ini menilai kawasan lahan agro park Yadul Ulya berpotensi dijadikan wahana penelitian ilmiah.

Bahkan Kaprodi berencana segera menyelenggarakan penelitian refugia, yang dipastikan bisa pula menuai manfaat menjadi wahana ideal bagi para penggemar fotografi pada kawasan agrowisata Islami tersebut.

“Selain itu juga guna merealisasikan kesepakatan antar kedua lembaga pendidikan itu, sebagai ‘laboratorium penelitian’ bagi mahasiswa Faperta Uniga,” katanya.

Upgrading.

Sebelumnya diberitakan Garutnews, Agro Park Ponpes/Kuttab Tahfidz Qur’an Yadul ‘Ulya Garut pun berpotensi dijadikan laboratorium alam lingkungan di Indonesia, bahkan bisa menjadi percontohan pengelolaan penata laksanaan lingkungan dunia.

Lantaran berkontur topografi lembah beraliran sungai yang bisa dijadikan penyangga “Daerah Aliran Sungai” (DAS) Cikamiri melintasi di antara Kelurahan Sukajaya dengan Desa Sukabakti, keduanya di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul.

Upgrading.

“Sehingga pada ketinggian dan lerengnya (slope), sangat memerlukan ragam vegetasi tanaman keras termasuk buah-buahan agar sekaligus dapat berfungsi agro wisata Islami,” ungkap Gun Gun Sukma Utama, ST.

Gun Gun Sukma Utama, Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman pada ‘Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan’ (DLHKP) Kabupaten Garut, juga secara visual menelisik struktur tanah Agro Park tersebut, Senin (14/06-2021) silam.

“Tanam Benih Harapan Yadul ‘Ulya”

“Ketika kita menanam pepohonan, kita menanam benih-benih perdamaian, dan benih-benih harapan,” (Wangari Maathai, Pendiri Gerakan Sabuk Hijau).
“Ketika kita menanam pepohonan, kita menanam benih-benih perdamaian, dan benih-benih harapan,” (Wangari Maathai, Pendiri Gerakan Sabuk Hijau).

“Menuai Asa Inspiratif di Tengah Pandemi”

“Ketika kita menanam pepohonan, kita menanam benih-benih perdamaian, dan benih-benih harapan,” (Wangari Maathai, Pendiri Gerakan Sabuk Hijau).

Ungkapan bijak tersebut, antara lain diwujudkan pada ‘praktek kerja lapangan’ (PKL) tiga mahasiswi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Garut di kawasan Agro Park Ponpes/Kuttab Tahfidz Qur’an, Yadul ‘Ulya.

Bahkan mereka pun sekaligus meneliti perbandingan potensi lahan, serta perbandingan produktivitas tanaman pangan menggunakan pupuk kandang, dan pupuk organik.

Pengelola Agro Park Yadul ‘Ulya Berkolaborasi Bersama ‘praktek kerja lapangan’ (PKL) tiga mahasiswi Agroteknologi.

Pada masing-masing hamparan yang ditanami bayam merah (Amarantus gangeticus), juga pada perbanyakan vegetatif dari bibit ‘mata tempel’ pohon jeruk.

“Rangkaian uji coba tersebut, tertumpu asa bisa menuai sumber inspiratif bagi pengembangan agroteknologi yang berkelanjutan di Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut,” imbuh Ketua PKL Fujia Sepia Nuraisya.

Harapan senada diungkapkan pula dua rekannya, Futri Siti Nurfauziah, dan Nida Paojiyah kepada Garutnews di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul, Selasa (29/06-2021).

Detail Observasi Lapangan.

Mereka mengemukakan, Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya selain memiliki struktur konstruksi bangunan mengagumkan, juga sangat diharapkan bisa sekaligus memaksimalkan dalam pemanfaatan potensi lahan Agro Park nya.

Lantaran setiap jengkal tanah pun, bisa diberdayakan dengan beragam vegetasi tanaman pangan maupun tumbuhan bernilai ekonomi tinggi.

“Sehingga pada gilirannya dapat menguatkan ketahanan pangan termasuk menjadi lumbung pangan,” katanya.

“Meniti Asa Menuai Inspiratif di Tengah Pandemi”

PKL tiga mahasiswa Agroteknologi Faperta Uniga tersebut berlangsung sebulan sejak, Senin (28/06-2021), hari pertama mereka mengawalinya dengan menyelenggarakan observasi lapangan termasuk kajian kondisi agronomi.

*****

John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here