Wujudkan Kekhusyuan Tunaikan Syaum Ramadlan 1438 H/2017

0
62 views
Bahagia Bisa Nikmati Pedlaksanaan Ibadah Syaum Ramadlan.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 29/05 – 2017 ).

Bahagia Bisa Nikmati Pedlaksanaan Ibadah Syaum Ramadlan.
Bahagia Bisa Nikmati Pedlaksanaan Ibadah Syaum Ramadlan.

Dinyatakan Pemkab Garut, selama bulan suci Ramadlan 1438 H/2017 tempat-tempat usaha hiburan malam yang ada di kabupaten setempat dilarang beroperasi atau harus ditutup.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Mlenik Maumeriadi katakan, penutupan tempat hiburan malam termasuk karaoke tersebut, dilakukan sesuai Edaran Bupati, disepakati Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten, Kementrian Agama Kantor kabupaten, serta edaran Kepolisian Resort.

Tausyiah Jelang Shalat Tarawih.
Tausyiah Jelang Shalat Tarawih.

“Antara lain dimaksudkan agar umat Islam bisa khusyu menunaikan ibadah shaum Ramadlan,” tandasnya.

Selain penutupan tempat hiburan malam, selama Ramadlan, rumah-rumah makan juga tak boleh terbuka menjalankan usahanya, melainkan harus menyesuaikan dengan situasi kondisi umat Islam sedang shaum.

“Tempat hiburan harus tutup. Sedangkan untuk PKL (pedagang kaki lima), masih menunggu dari Pak Bupati,” ungkap Mlenik , Ahad saat disinggung mengenai kemungkinan membeludaknya jumlah PKL di kawasan pusat kota atau Pengkolan selama Ramadlan seperti terjadi selama ini.

Kondisi Pusat Kota Garut Saat Ini.
Kondisi Pusat Kota Garut Saat Ini.

Kemungkinan terjadinya peningkatan jumlah PKL selama Ramadlan itu, secara terpisah dibenarkan Pengurus Lembaga Pedagang Kaki Lima Garut (LPKLG) Tatang.

“Memang sangat sulit menertibkan pedagang di bulan puasa. Terlebih merebaknya pedagang musiman di area car free day (CFD) bakal menambah beban pemerintah dalam penertibkan kawasan zona merah, merupakan kawasan tak boleh untuk berjualan,” katanya.

Tatang katakan, tak memiliki data akurat mengenai jumlah PKL saat ini. Namun dipastikan jumlahnya selama Ramadan bertambah berkali lipat dari sebelumnya. Apalagi Ramadan ini bersamaan dimulainya tahun ajaran baru anak-anak sekolah.

Menunggu Berbuka Syaum di Masjid Agung Garut, Senin (29/05-2017).
Menunggu Berbuka Syaum di Masjid Agung Garut, Senin (29/05-2017).

“Dulu jumlahnya sekitar 1.448 PKL. Enggak tahu sekarang. Sebab selain pedagang musiman, ditambah lagi kan pedagang di area Car Free Day,” katanya pula.

Sejumlah pemilik toko juga katakan para PKL kembali merebak-marak di kawasan Pengkolan lantaran pemerintah daerah tak tegas, dan tak serius menangani penertiban PKL. Bahkan kendati dibangun dua unit gedung khusus PKL di Jalan Guntur, kedua gedung tersebut nyaris tak berfungsi.

Menyangkut keberadaan PKL di kawasan Pengkolan selama Ramadlan, Pemkab sejauh ini baru bakal melakukan konsolidasi mengenai

Ngabuburit di Alun-alun Garut.
Ngabuburit di Alun-alun Garut.

pengaturannya.

Bupati Rudy Gunawan malahan menyatakan pihaknya akan memberi kelonggaran para PKL berjualan di kawasan Pengkolan dengan catatan tak mengganggu jalur lalu lintas.

“Sekarang kita mau rapat membahas PKL ini. Salah satu opsinya menggelar bazar ramadlan. Tetapi itu juga terbatas,” kata dia.

Dikemukakan, perekonomian sekarang sedang melemah, dan daya beli masyarakat menurun.

Sehingga tak heran jika masyarakat membutuhkan PKL sebab barang dagangannya relatif murah.

Ngabuburit di Masjid Agung Garut.
Ngabuburit di Masjid Agung Garut.

“PKL juga sama dalam rangka menggulirkan ekonomi. Maka, PKL akan ditata, tetapi tetap sesuai ketentuan berlaku,” katanya berkilah.

***********

(NZ, Jdh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here