Wisatawan Pantai Selatan Garut Diserukan Tak Berenang

0
25 views

Garut News ( Selasa, 23/12 – 2014 ).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Kalangan wisatawan berliburan panjang anak sekolah, Natal, dan pergantian tahun 2014-2015 ke kawasan pantai selatan Garut, diserukan agar tak melakukan aktivitas renang pada sepanjang perairan lepas pesisir pantai tersebut.

Lantaran, berhadapan langsung dengan Perairan Samudera Hindia itu, berarus kuat dengan gelombang tinggi.

Diperparah pada sejumlah titik loksinya sarat terdapat hamparan batu karang terjal, bahkan palung laut berbahaya bagi keselamatan jiwa.

Apalagi kini tengah memasuki musim hujan dengan perubahan cuaca terbilang ekstrim.

“Bagi para pengunjung, khususnya ke pantai selatan, saya imbau tak berenang sebab gelombang laut sangat besar. Lebih baik melihat panorama alam di pinggiran,” imbuh Kepala Pelaksana BPBD kabupaten setempat, Dik Dik Hendrajaya, Selasa (23/12-2014).

Dia juga menyerukan wisatawan hendak mengunjungi objek-objek wisata terutama di wilayah selatan Garut, termasuk kawasan pantainya, agar selalu berhati-hati dan waspada selama di perjalanan.

Lantaran kondisi geografis sepanjang lintasan perjalanan selain relatif kecil dan berkelok-kelok, juga terbilang rawan pergerakan tanah atawa longsor.

“Kami juga akan memasang bebarapa baliho peringatan, dan rambu-rambu peringatan, serta beragam imbauan, baik di kawasan pantai maupun gunung. Agar masyarakat, khususnya pengunjung berhati-hati dan waspada ketika melintas atau berada di titik-titik rawan tersebut,” katanya.

Peringatan senada dikemukakan Camat Caringin Bambang Hapid. Kata dia, kunjungan wisatawan di pantai Rancabuaya Kecamatan Caringin pada musim liburan biasanya meningkat tajam.

Apalagi liburan anak sekolah berbarengan liburan Natal, dan tahun baru.

Namun karena musim liburan panjang akhir tahun 2014 ini bersamaan dengan musim hujan bercuaca ekstrim, maka pihaknya mengimbau para wisatawan tetap waspada, serta tak berenang di kawasan pantai, terutama di tempat-tempat terlarang berenang.

“Sebaiknya wisatawan menghindari kawasan terlarang untuk berenang. Kami juga memersiapkan Posko, dan petugas siaga bencana,” katanya pula.

Dikemukakan, buruknya kondisi cuaca terutama angin kencang saat ini memaksa sebagian besar nelayan tak turun melaut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahkan memerkirakan pada sepekan ke depan, tinggi gelombang di perairan laut selatan Jawa Barat, termasuk perairan Garut, bisa mencapai dua meter hingga tiga meter.

Potensi hujan lebat disertai petir pun berpeluang terjadi.

BMKG mengingatkan, awan gelap atau awan cumulonimbus di lokasi tersebut bisa mendatangkan angin kencang, dan menambah tinggi gelombang, imbuhnya.

*****

Noel, Jdh.