Wisata Konservasi Garut Terganjal Lintasan Jalan Terlantar

0
42 views

“Nyaris Tak Tersentuh Peningkatan Kualitas Juga Pemeliharaan, Kuda pun ‘seunggah’ melintasinya”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 21/04 – 2016 ).

Kuda pun "Seunggah" Melintasinya.
Kuda pun “Seunggah” Melintasinya.

Potensi ekonomi dan pendidikan pada destinasi wisata konservasi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, hingga tahun anggaran 2016 ini. Ternyata masih terganjal kondisi kerusakan lintasan ruas badan jalan yang dinilai banyak kalangan masih diterlantarkan.

Padahal lintasan jalan kabupaten sepanjang lima kilometer, yang menghubungkan Kadungora – Cikembulan – pertigaan Lintasan Leles – Situ Cangkuang tersebut, juga selama ini menjadi urat nadi mobilitas denyut perekonomian masyarakat sekitarnya.

Satu Di antara Sekitar 800 Spesies Apendiks I Berhasil Dibudidayakan Taman Satwa Cikembulan, Wakil Bupati Sangat Mengapresiasi Positip. Sehingga Bayi Kakatua itu Diberinya Nama ‘Visi’, Visi Kini Beranjak Remaja Bertengger Bersama Induknya".
Satu Di antara Sekitar 800 Spesies Apendiks I Berhasil Dibudidayakan Taman Satwa Cikembulan, Wakil Bupati dr H. Helmi Budiman Sangat Mengapresiasi Positip. Sehingga Bayi Kakatua itu Diberinya Nama ‘Visi’, Visi Kini Beranjak Remaja Bertengger Bersama Induknya”.

Bahkan perkembangan denyut perekonomian masyarakat setempat pun, sangat tertunjang pula “Multiplier Effects” atawa efek domino kebaradaan Taman Satwa Cikembulan yang juga menyerap sedikitnya 21 tenaga kerja setempat, sebagai satu-satunya taman satwa di Provinsi Jawa Barat.

Namun sangat ironis, kondisi lintasan ruas badan jalannya sangat langka mendapatkan upaya pemeliharaan, apalagi perbaikan maupun peningkatan kualitasnya, ungkap kalangan pemuka masyarakat di Cikembulan termasuk Herman(36).

Kepada Garut News di Kadungora, Kamis (21/04-2016), juga mengemukakan lintasan urat nadi perekonomian itu pun selain relatif sempit, juga kian diperparah semakin banyaknya kondisi kerusakan jalan.

Keluhan senada antara lain dikemukakan pula oleh Dadang(27), kusir atau pengemudi delman tersebut katakan, “Jangankan kalangan wisatawan bermobil bagus, kuda penarik delman pun kerap ‘seunggah’ atawa berkesan malas setiap melintasi ruas jalan kian sarat lubang menganga itu”

Dia sangat khawatir kondisi jalan bisa semakin rusak parah, menjelang liburan panjang Lebaran Idul Fitri 1437 H, maupun pada pekan pertama Juli 2016 mendatang.

“Potensi Ekonomi Kadungora – Cikembulan Dilibas Jalan Rusak”

Sarat Lubang dan Becek.
Sarat Lubang dan Becek.

Kepala Bidang Bintek pada Dinas Bina Marga Kabupaten Garut, Jujun Juansyah Nurhakim, ST, MT mengatakan, proses pembebasan tanah pada tujuh lokasi tahun anggaran ini, guna menunjang pembangunan jalan sekitar 26,7 kilometer.

Sedangkan lebar lintasan ruas badan jalan tersebut bervariasi, atau berkisar 15 – 25 meter, ungkapnya, Jum’at lalu.

Dikemukakan, proses pembebasan tanah pada tujuh titik lokasi itu. Terdiri Lingkar Cipanas, Cangkuang – Leles, By Pas tahap kedua, Kadungora – Leles, Terminal Cibatu, Jembatan Cimanuk, serta lintasan ruas badan jalan Kiara Kohok – Lingga Manik, sedangkan ‘Kadungora – Cikembulan’ tak ada.

Miris Atawa Memilukan.
Miris Atawa Memilukan.

Alokasi dananya sekitar Rp44 miliar, dalam pada itu pembangunan fisik lintasan ruas badan jalan berkonstruksi hotmix, setiap kilometernya bisa menelan dana sekitar Rp15 miliar, katanya.

Dikatakan Jujun Juansyah, lintasan ruas badan jalan By Pas hingga kini masih belum memiliki status, apakah jalan provinsi, maupun jalan kabupaten.

*******
Dalam pada itu, alokasi volume dan biaya pemeliharaan juga pengerasan pada “Daerah Milik Jalan, Saluran, dan Bahu Jalan” (DSB) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, bersumber APBD kabupaten setempat 2016, juga dinilai banyak kalangan “cekak”, atawa minim.

Bisa Bahayakan Para Pengguna Jasa Jalan.
Bisa Bahayakan Para Pengguna Jasa Jalan.

Dengan total panjang lintasan jalan mencapai 144,15 kilometer dari total panjang ruas jalan di kabupaten tersebut sekitar 825 kilometer, tetapi hanya dialokasikan dana Rp1,3 miliar.

Sedangkan 2015 lalu alokasi dana pemeliharaan dan pengerasannya mencapai Rp2,8 miliar dengan panjang jalan mencapai 250 kilometer.

Kepala Bidang Pemeliharaan pada Dinas Bina Marga kabupaten, Efendi katakan meski kegiatan DSB tahun ini 144,15 kilometer, namun jika terdapat kerusakan pada lintasan lain tetap menjadi tanggungjawabnya maupun UPTD di masing-masing wilayah.

DSB pada wilayah UPTD Garut Kota terdiri lintasan Karangpawitan – Wanaraja sejauh 5,7 kilometer, Wanaraja – Talagabodas (0-6 km), Garut – Karangpawitan (0-3,8 km), serta Wanaraja – Cihuni (0-900 meter).

Kemudian UPTD Tarogong meliputi Cibuluh – Cipicung (0-7,1 kilometer), Pasir Muncang – Cipicung (6,9 km), serta Tarogong – Samarang (6,7 km).

“Disusul UPTD Leles terdiri Simpang Limbangan – Leuwigoong (6 km), Leles – Cangkuang (3,2 km) lagi-lagi ‘Kadungora – Cikembulan’ tak ada, Salamanjah – Kadungora (1,6 km), Limbangan – Selaawi (13,6 km), dan Simpang Limbangan – Leuwigoong (1 km)”

Ruas jalan Banyak Terkelupas.
Ruas jalan Banyak Terkelupas.

Kemudian UPTD Cibatu, terdiri Cihuni – Cibatu (7,5 km), Cihuni – Sukawening (1,8 km), Wanaraja – Cihuni (0,9 km).

UPTD Bayongbong terdiri Simpang – Banjarsari – Panunjuk (5,1 km), Bayongbong – Cipondoh (4 km), serta Cikajang – Cipondoh (6,1 km).

UPTD Cikajang terdiri Singajaya – Toblong (7,1 km), Singajaya – Taraju (5,7 km), Cisandaan – Pakenjeng lama (5 km), Ngamplang – Cibodas (800 meter), Pamegatan – Singajaya (6 km).

UPTD Pameungpeuk meliputi Simpang – Cibaregbeg Cibalong (5,7 km), Kiara Kohok – Sayang Heulang (1,9 km).

Sedangkan UPTD Bungbulang terdiri Cisarua – Cisewu (4 km), serta Citalahab – Burujul (4,6 km).

Dalam pada itu, kini terdapat sejumlah personil dari beberapa SOPD yang mengeluhkan mengecilnya alokasi kegiatan yang diperuntukannya pada 2016 ini.

********