Widyana “Berselfie-ria” di Jimbaran, Sekda “Sewot” di Garut

0
35 views
Foto : Ist.

“Kantor Inspektorat Garut Bersuasana Menjadi Sunyi-sepi”

Garut News ( Kamis, 20/04 – 2017 ).

Foto : Ist.
Foto : Ist.

Sekda Kabupaten Garut Iman Alirahman, katanya sempat “sewot” peroleh info beramai-ramainya para pejabat juga staf di Inspektorat kabupaten setempat bertolak ke Bali beralibi studi banding selama tiga hari sejak Senin (17/04-2017).

Lantaran studi banding jajaran Inspektorat tersebut diduga tak berizin, dan tak jelas tujuan maupun sumber anggarannya. Apalagi berlangsung di tengah upaya pemerintah daerah melakukan efektivitas, dan efisiensi anggaran. Sehingga mendapat sorotan tajam beragam kalangan.

Menjadi Sunyi-sepi. (Foto: John Doddy Hidayat).
Menjadi Sunyi-sepi. (Foto: John Doddy Hidayat).

Konon katanya pula, memastikan kebenaran informasi dilansir media massa sebelumnya, Rabu (19/04-2017), Sekda melakukan “Sidak” ke kantor Inspektorat di Jalan Patriot, usai upacara apel pagi di Lapangan Setda Pembangunan.

Sejumlah pegawai lingkungan Inspektorat yang tak berangkat ke Bali katakan, saat sidak, Sekda nampak sewot atawa berang mendapati nyaris seluruh ruangan kerja tampak kosong, sunyi-sepi. Tak ada aktivitas kerja. Termasuk ruang kerja Inspektur, Sekretaris, serta para Inspektur Pembantu.

“Tadi Pak Sekda datang ke gedung Inspektorat. Tak lama. Tetapi mukanya memang kelihatan sekali merah padam. Berang,” ungkap seorang pegawai Pemkab yang menyertainya.

Kondisi itu juga diperparah, Inspektur Widyana sebelumnya katakan tak bakal ikut berangkat ke Bali beralasan menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Satuan Polisi Pamong Praja di Sayang Heulang Pameungpeuk selatan Garut, belakangan diketahui ternyata berangkat jua menyusul anak buahnya ke Bali.

Terbukti dengan foto bersangkutan berselfie ria bersama anak buahnya, pada salah satu lokasi wisata di Jimbaran Bali, beredar di jejaring sosial.

Ragam informasi menyebutkan, rombongan pegawai Inspektorat sekitar 50 personil ini berangkat ke Bali dalam rangka studi banding kegiatan “Aparat Pengawasan Intern Pemerintah” (APIP). Malahan empat kabupaten di Bali menjadi sasarannya. Terdiri Kabupaten Gianjar, Tabanan, Badung, serta Karang Karang Asem.

Ketua DPD Laskar Indonesia Kabupaten Garut Dudi Supriadi berpendapat keberangkatan para pejabat dan staf di lingkungan Inspektorat Garut ke Bali itu merupakan pemborosan, dan lebih terkesan pelesiran berkedok studi banding.

Kata dia, jika studi banding ke Bali tersebut berkaitan tata kelola maupun pelaporan keuangan daerah dari sisi pengawasan, justru Inspektorat Garut mendapatkan predikat terbaik dibandingkan lembaga pemerintahan di Bali.

Sehingga aneh, bukan lembaga pemerintahan di Bali mengadakan studi banding ke Garut melainkan sebaliknya Garut malahan studi banding ke Bali.

“Berapa besar anggaran dikeluarkan jika 50 pejabat berikut staf pegawai pergi ke Bali menggunakan pesawat? Belum nginap selama tiga hari serta akomodasi lainnya. Dari mana anggarannya ?” tandas Dudi bernada tanya.

Dikemukakan, apreasiasi langkah Sekda melakukan sidak ke kantor Inspektorat setempat. Namun hal itu dinilainya tak cukup.

Sebagai pejabat birokrasi tertinggi di pemerintahan maka seharusnyalah Sekda pun melakukan pemanggilan serta pemeriksaan atas Isnpektur beserta jajarannya untuk diklarifikasi, dan dimintai pertanggungjawaban.

“Keberangkatan mereka di hari kerja selama tiga hari, jelas mengganggu pelayanan terhadap masyarakat. Parahnya lagi, mereka juga berani melakukan studi banding ke Bali ketika BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) RI justru masih berada di Garut melakukan audit,” imbuhnya.

********

(NZ, Jdh).