Widiyana Bantah Pertanian Garut Penyumbang Pemanasan Global

Garut News ( Kamis, 08/05 – 2014 ).

Widiyana.
Widiyana.

Kepala “Badan Perencanaan Pembangunan” (Bappeda) Kabupaten Garut, Widiyana membantah sektor pertanian di wilayahnya menjadi penyumbang bagi pemanasan global.

Bahkan katanya, metana dilepaskan ternak dan sawah di Kabupaten Garut, justru sebaliknya tak bermasalah terhadap lingkungan.

Sebagaimana hasil kajian dari Kementerian Lingkungan Hidup, kata Widiyana, tanpa menyebutkan rentang waku penyelenggaraan kajian tersebut.

Membajak Sawah di Garut.
Membajak Sawah di Garut.

Sanggahan Widiyana itu, mengemuka pada dialog interaktif pada salah satu radio penyiaran di Kota Garut, Kamis (08/05-2014) pagi.

Didesak pertanyaan Garut News mengenai rencana stretegis SKPD Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan setempat,  terkait RPJMD (2014-2019).

Widiyana katakan, masalah dampak terhadap lingkungan tak detail dikemas pada rencana strategis Dinas Pertanian Tanaman Pangan, melainkan pada “Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan” (DLHKP), katanya.

Dalam pada itu, Jonathan Foley pada tulisannya (National Geografhic) menuturkan kini di dunia, pertanian termasuk penyumbang terbesar bagi pemanasan global.

Menghasilkan gas rumah kaca lebih banyak daripada gabungan mobil, truk, kereta api, dan pesawat terbang.

Mekanisasi Pertanian Setengah Hati di Garut.
Mekanisasi Pertanian Setengah Hati di Garut.

Sebagian besar dari “metana” dilepaskan ternak dan sawah, dinitrogen oksida dari ladang dipupuki, dan karbon dioksida dari penebangan hutan hujan untuk bertani dan beternak.

Pertanian, juga paling rakus menggunakan persediaan air, yang berharga dan merupakan salah satu pencemar utama.

Limpahan dari pupuk dan kotoran hewan merusak danau, sungai, serta ekosistem pesisir yang rapuh di seluruh dunia.

Pertanian pun, memercepat hilangnya keaneragaman hayati.

Ketika membuka padang rumput dan hutan untuk lahan tani, kita melenyapkan habitat penting, sehingga pertanian merupakan salah satu pendorong utama punahnya hidupan liar.

Tantangan lingkungan menyertai pertanian sangatlah besar, dan akan semakin mendesak saat kita berusaha memenuhi kebutuhan pangan kian tinggi di Seluruh Dunia.

Sedangkan lima langkah mungkin bisa mengatasi dilema pangan dunia, pertama ; bekukan jejak pertanian, tingkatkan hasil panen di pertanian yang ada, gunakan sumber daya secara lebih efisien, ubah pola makan, serta kurangi makanan mubazir.

Demikian antara lain, Jonathan Foley pada tulisannya itu.

*******

Foto : John Doddy Hidayat.

Related posts

Leave a Comment