WHO Tetapkan Status Darurat Ebola

Jenewa, Garut News ( Jum’at, 08/08 – 2014 ).

Jenazah seorang pria diduga tewas lantaran virus Ebola tergeletak di jalanan di Monrovia, Liberia, 5 Agustus, 2014. Warga tak berani menyentuhnya meski ada himbauan pemerintah agar tak meninggalkan mayat korban Ebola di jalanan. AP/Abbas Dulleh
Jenazah seorang pria diduga tewas lantaran virus Ebola tergeletak di jalanan di Monrovia, Liberia, 5 Agustus, 2014. Warga tak berani menyentuhnya meski ada himbauan pemerintah agar tak meninggalkan mayat korban Ebola di jalanan. AP/Abbas Dulleh

– Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan status darurat kesehatan internasional terkait penyebaran virus mematikan ebola melanda bagian barat Afrika.

Status darurat disampaikan WHO pada Jumat, 8 Agustus 2014, bertujuan menggerakkan masyarakat global agar membantu negara-negara terjangkit.

Keputusan status tersebut keluar setelah pertemuan dua hari di Jenewa.

Dengan status baru ebola itu, ada kemungkinan penerapan pembatasan perjalanan menghentikan penyebarannya.

Sejauh ini, jumlah korban tewas akibat virus ebola sudah mendekati 1.000 orang.

Langkah WHO menetapkan status darurat kesehatan ini muncul setelah otoritas kesehatan Amerika Serikat pada Kamis lalu mengakui virus menyebar keluar dari Afrika barat itu sebagai kasus “tak terelakkan”

Para dokter sukarelawan tergabung dalam kelompok Dokter Lintas Batas juga memeringatkan penyebaran ebola di luar kendali, dengan lebih dari 60 titik penyebaran wabah.

Direktur WHO Dr Margaret Chan menyerukan bantuan internasional lebih besar untuk negara-negara paling parah terjangkit ebola.

Ia menggambarkan wabah ebola saat ini sebagai kasus paling serius dalam empat dekade terakhir.

Seruan ini senada dengan pernyataan MSF sebelumnya.

“Epidemi ebola belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal sebaran geografis, masyarakat terinfeksi, dan mengalami kematian,” tutur Margaret Chan, seperti dilansir AsiaOne.

Status darurat kesehatan ini berlaku bagi negara-negara di Afrika barat kewalahan mengatasi virus ebola, termasuk Liberia, Guinea, dan Sierra Leone.

Tentara di Provinsi Grand Cape Mount, Liberia–salah satu daerah paling parah terjangkit ebola–menutup jalan membatasi akses ke Ibu Kota Monrovia, setelah dilaporkan banyak mayat tergeletak di jalan-jalan kota itu tanpa dikuburkan.

Sementara itu, dua kota di timur Sierra Leone, Kailahun dan Kenema, dikarantina pada Kamis kemarin.

Pemerintah setempat juga menutup sementara tempat hiburan dan klub malam di wilayah itu.

Penyakit tropis mematikan itu menewaskan dua orang dan menginfeksi setidaknya lima lainnya di Lagos.

Berdasar data WHO, ebola menewaskan sedikitnya 932 dan menginfeksi lebih dari 1.700 lainnya sejak terjadi kasus pertama di Guinea awal tahun ini.

ASIAONE | ROSALINA/ Tempo.co

Related posts