Waspadai Tb Paru di Garut

0
226 views
Bisa Kembali Sehat dan Bugar.

Garut News ( Jum’at, 21/09 – 2018 ).

Bisa Kembali Sehat dan Bugar.

Setelah setahun lebih tak tersentuh pengarahan tentang TB, penduduk Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul Garut, Jawa Barat, kembali mendapatkan pendampingan terkait penyakit menular tersebut.

BKPM (Balai Kesehatan Paru Masyarakat) mengajak warga kelurahan tersebut mewaspadai dahsyatnya penularan, serta kematian bisa disebabkan ganasnya kuman Mycobacterium Tuberculosis itu.

Penyuluhan/Advokasi TB Paru.

“Ini penyakit menular, bukan kutukan atau guna-guna apalagi turunan”, kata Ria, perawat yang bertugas di BKPM menegaskan.

Tapi jangan takut, karena sekarang mudah diobati asal mau minum obat teratur dengan dosis ditentukan petugas, imbuhnya.

Sejauh ini masih banyak masyarakat menganggap ini penyakit sepele sehingga tak segera diobati, bahkan hingga menularkan ke orang tinggal serumah dengan pasien TB.

Warga Sukajaya.

“Adapun mengenali seseorang itu TB terdapat gejala antara lain batuk berdahak selama tiga pekan atau lebih, terutama jika dahak keluar bercampur darah. Dada nyeri dan sesak. Demam lebih dari sebulan, dan berkeringat di malam hari (tanpa melakukan kegiatan). Nafsu makan berkurang, dan berat badan menurun”, demikian disampaikan pemberi materi dr Sari Dewi, petugas menangani TB di BKPM Garut.

Pasien TB Paru Dewasa

Seseorang bisa dikatakan sakit TB setelah dilakukan pemeriksaan dahak, kuman di dalam dahak diperiksa dengan mikroskop.

Kuman TBC bisa menyerang hampir semua bagian tubuh, tetapi terutama paru-paru.

Jika pengobatan tak teratur maka pasien TB biasa terancam terkena TB kebal obat, MDR TB (Multi Drug Resistance TB), dan akan menularkan ke orang lain jenis TB MDR juga.

Sedangkan biaya pengobatan MDR TB ini mencapai Rp200 juta untuk satu orang pasien.

Pasien TB tak diobati dalam lima tahun 50% bisa meninggal, 25% sembuh sendiri, dengan daya tahan tubuh tinggi, 25% menjadi kronis dan tetap menularkan ke orang lain.

Setiap satu penderita dalam setahun dipastikan menulari 10-15 orang terdekatnya, karena itu setiap masyarakat harus berupaya mencegah penularan TBC

Sedangkan bagi masyarakat tak ingin tertular TB dapat melakukan pelbagai upaya pencegahan, seperti mengobati orang yang sakit TB dan minum OAT ( Obat Anti Tuberculosis ) secara lengkap dan teratur sampai sembuh.

Pasien TB harus menutup mulutnya sewaktu bersin dan batuk.Tak membuang dahak di sebarang tempat.  Menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat juga melakukan Imunisasi BCG pada bayi.

Menutup mulut waktu batuk dan bersin. Tak meludah di sembarang tempat. Ventilasi rumah baik agar udara dan sinar matahari masuk dalam ruangan. Tidur dan istirahat cukup. Tidak merokok dan tidak minum alkohol.

Juga olahraga secara teratur. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan gizi seimbang, demikian lengkap dipaparkan dr Sari Dewi.

Masyarakat diajak bekerjasama pada beragam upaya memutus mata rantai penularan TB, karena masih banyak orang sakit TB tak mau berobat karena malu, seolah-olah gengsinya hancur tak seperti sakit jantung atau liver dianggap penyakit elit, katanya.

*******

SB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here