Waspadai Sarat Bencana Longsor Wilayah Selatan Garut

0
147 views

Garut News ( Ahad, 30/11 – 2014 ).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Penduduk kawasan selatan Garut diminta waspada lantaran banyaknya bencana longsor akhir-akhir ini.

Ketua Dewan Penasehat Presidium Garut Selatan Suryaman katakan, Desember dan Januari biasanya menjadi puncak kerawanan bencana longsor sebab memuncaknya intensitas hujan di wilayah tersebut.

Diharapkan Pemkab Garut lebih meningkatkan koordinasinya dengan Pemprov, khususnya Dinas Bina Marga Jabar.

Dikemukakan, sedikitnya terdapat empat ruas jalan di wilayah selatan Garut sangat rawan longsor. Di antaranya lintasan ruas jalan menghubungkan Cikajang-Banjarwangi-Singajaya dan Peundeuy.

Sedangkan tiga ruas jalan lain juga rawan terjadi bencana longsor berstatus jalan provinsi, terdiri ruas jalan Cikajang-Cisompet-Pameungpeuk, ruas jalan Cikajang-Pamulihan-Pakenjeng-Bungbulang, serta ruas jalan Cukul-Talegong-Cisewu-Rancabuaya Caringin.

“Melihat kondisinya, dibutuhkan paling tidak tiga unit alat berat kudu selalu siaga mengantisipasi kemungkinan terjadi longsor di wilayah selatan ini,” ungkap Suryaman, Ahad (30/11-2014).

Selain itu, BPBD Garut mesti melakukan sejumlah langkah mengantisipasi kemungkinan terjadinya badai laut di wilayah perairan pantai laut selatan Garut.

Mantan anggota DPRD Garut itu juga mengingatkan pemerintah perlunya penataan kembali kawasan hijau di Kecamatan Cikajang.

Menyusul, kerusakan lingkungan di kawasan tersebut kian menjadi ancaman.

“Cikajang hulu dari lima DAS besar di Garut. Jika kerusakan lingkungan Cikajang tak segera diatasi, dipastikan pasokan air bagi kelima DAS tersebut terganggu,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, banjir dan longsor pun sulit dihindarkan, seperti banjir bandang menyapu 30 hektare lahan sawah Desa Karangsari Pakenjeng baru-baru ini.

“Begitu juga ancaman krisis air di musim kemarau sukar dihindarkan,” kata Suryaman.

Lima DAS pasokan airnya bersumber dari kawasan Cikajang itu, DAS Cimanuk mengalir ke arah utara, serta DAS Cisanggiri, DAS Cilaki, DAS Cikandang, dan DAS Cikaengan mengalir ke arah selatan.

“Jadi kalau konservasi di Cikajang rusak, dampaknya bukan hanya mengancam wilayah selatan melainkan juga wilayah utara,” ujarnya.

*******

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here