Waspadai Kepala Sekolah Galau di Garut

Garut News ( Selasa, 04/03 – 2014 ).

Kadisdik Garut, Mahmud. (Foto: John).
Kadisdik Garut, Mahmud. (Foto: John).
Tak hanya kalangan pejabat struktural eselon dua, dan tiga Pemkab/Setda Garut kini “galau”, menjelang pelaksanaan mutasi, atawa rotasi pejabat pertengahan Maret ini.

Melainkan juga ternyata banyak pada “kepala sekolah” (kepsek) pada lingkungan Dinas Pendidikan ikut resah, dan gelisah.

Mereka pun, khawatir dicopot jabatannya lantaran pemberlakuan periodesasi kepsek, sesuai Permendiknas Nomor 28/2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah.

Mereka khawatir pula jabatannya dicopot, kemudian tugasnya dikembalikan sebagai guru biasa.

“Kami banyak menerima SMS (pesan singkat) guru-guru pada pelbagai daerah. Intinya, banyak kepsek galau berusaha menyelamatkan kedudukan, berusaha menghadang Perda Pendidikan, khususnya rotasi, mutasi, deletasi,”
ungkap Ketua Serikat Guru Indonesia (SEGI) Garut, Imam Taufik, Selasa (04/03-2014).

Kata dia, kasus tersebut persoalan lama tak kunjung selesai.

Banyak kepsek enggan kembali menjadi guru, seakan mau jadi kepsek abadi.

Pahadal itu bertentangan Permendiknas Nomor 28/2010.

Dikemukakan, di Kabupaten Garut kini terdapat 2.396 sekolah di bawah naungan Disdik Garut, terdiri 289 SMP, 1.529 SD, 98 SMA/SMK, dan 480 TK.

Sehingga total kepsek di Garut mencapai 2.396.

Dari jumlah itu, sekitar 50 persen kepsek kudu dikembalikan menjadi guru lantaran bermasa kerja delapan tahun, atawa dua kali masa periode kepsek (satu periode empat tahun.

Sehingga terdapat seribu lebih kepsek kudu diganti, dan dikembalikan sebagai guru, katanya.
*****
Noel, JH

Related posts

Leave a Comment