Waspada! Generasi “Awkarin”s

0
17 views
Ilustrasi. Meregang Nyawa Lantaran Diduga Menenggak Miras Oplosan.

Oleh : Silvia Miraj.

Garut News ( Rabu, 24/08 – 2016 ).

Ilustrasi. Meregang Nyawa Lantaran Diduga Menenggak Miras Oplosan.
Ilustrasi. Meregang Nyawa Lantaran Diduga Menenggak Miras Oplosan.

Juli lalu, media dihebohkan vlog (video blog) seorang gadis remaja baru lulus SMA yang menggemparkan, juga sangat menyedot perhatian publik, khususnya media sosial youtube.

Awkarin, seorang selebgram, seleb Ask (Askfm), serta vlogger dengan subscriber mencapai 150 ribu (kini hingga 170 ribu lebih). Vlognya terbaru, Gaga’s Birthday Party & My Confession, ditonton lebih 1,4 juta kali. Bahkan sekarang mencapai 3,2 juta kali.

Ia memiliki kehidupan bebas, terlihat pada gayanya tak sungkan memerlihatkan diri merokok, minum alkohol, bertato, dan gemar berpesta di media sosial. Karin dengan entengnya mengumbar kemesraan, adegan ciuman lama, peluk-pelukan, mengenakan busana seksi, juga sumpah serapah di mana-mana. (femina.co.id).

Dipastikan bisa menuai keresahan para orangtua memiliki anak remaja seusia Karin. Apalagi adanya gadget semakin canggih, memermudah remaja untuk mengakses segala sesuatu berbau dunia maya. Disini sosok Awkarin sebagai selebgram yang memiliki banyak follower, dan subscriber, darinya ia mendapat penghasilan menggiurkan.

Para remaja lainnya semakin berbondong-bondong mengikuti jalannya menjadi terkenal secara instan dengan harapan akhirnya bisa menghasilkan pundi-pundi uang. Semakin sering media memberitakannya, semakin naik traffic Youtube-nya, maka semakin tinggi pula pendapatannya.

Yang harus menjadi kewaspadaan, dan perhatian khusus paraorang tua, serta masyarakat umumnya berupa gaya hidup serba bebas tak tau batas dipertontonkan Karin, ini sangat berbahaya bagi remaja kita sebagai calon generasi penerus.

Apalah jadinya jika pemimpin di masa akan datang seperti generasi “Awkarin” hidup serba bebas, bisa dibayangkan tentunya negeri ini bisa saja hancur.

Dalam era sekuler (memisahkan agama dari kehidupan) saat ini tentu kasus-kasus kerusakan moral remaja bisa saja terjadi, dan bisa dipastikan terus terjadi lantaran pemisahan agama dari kehidupan tersebut terbenak dalam diri remaja, dan masyarakat umumnya sehingga tatanan kehidupannya semakin tak terkontrol, serta semakin tenggelam dalam kubangan kemaksiatan.

Manakala Islam hanya ditempatkan dalam ruang sesempit-sempitnya, dalam artian hanya digunakan di ranah ritual. Sedangkan urusan keduniaan ‘terserah gue’ mau dibawa kemanapun.

Dan sistem kapitalisme diemban sekarang semakin memerparah keadaan, sistem tersebut hanya memikirkan bagaimana caranya agar keuntungan sebanyak-banyaknya bisa didapat tanpa memerhatikan apakah konten media dipertontonkan itu, layak dikonsumsi publik atawa tidak, akan berdampak buruk atau tidak sebab menjadi standar kebahagiaannya, tolak ukurnya materi, materi dan materi.

Pemerintah semestinya menindaklanjuti dengan kurikulum dapat mengantisipasi hancurnya generasi, atau upaya lain bisa menyelesaikan masalah sosial ini.

Islam, agama sempurna, dan paripurna. Mengatur segala aspek kehidupan termasuk terkait dengan urusan media massa. Islam melalui sistem kenegaranaan (Khilafah) yang melaksanakan seluruh hukum syara’ menjadi pihak bertanggung jawab terhadap hadirnya media mencerdaskan publik.

Sistem Islam berusaha mem-filter segala bentuk pemikiran, konten-konten buruk merusak individu masyarakat. Islam mengamanatkan media massa memerlihatkan ke tengah masyarakat kesesatan, kesalahan dan larangan mengambil ideologi, dan pemikiran di luar Islam.

Juga mengungkap cara-cara busuk digunakan menjerumuskan manusia pada kehinaan, dan kehilangan fitrah kemanusiaan. Semua orang bisa mengungkapkan pendapat, pemikiran, informasi dan berekspresi melalui media selama tak bertentangan dengan syariat Islam, dan tak membawa pengaruh buruk ke tengah masyarakat.

Ini tak berarti tak boleh ada perbedaan pendapat maupun terlarang mengkritik kebijakan pemerintah. Semua bisa dilakukan asalkan sesuai koridor syariat ditetapkan Allah SWT. Bisa saja dikatakan media massa dalam pemerintahan Islam mewujudkan masyarakat, dan generasi yang cerdas, taat syariat lantaran memiliki pedoman jelas dalam seluruh aspek hidupnya.

Serta mampu memilah mana yang benar, dan mana yang salah. Juga akan mewujudkan masyarakat peduli terhadap lingkungan sebab sikap kritisnya terlihat dalam budaya amar makruf nahi munkar, dan berani menasihati pemerintah.

Selain itu, juga menghadirkan potret perempuan melalui media sebagai kehormatan keluarga, dan bangsa. Khilafah mengerahkan segenap sumberdaya, teknologi dan dana memberantas tuntas media-media porno dan merusak lainnya.

Tak ada perempuan dieksploitasi sebagai model atawa pengiklan produk. Sementara anak, sebagai aset terbesar bangsa digambarkan media Islam jauh dari komodifikasi, dan eksploitasi sebagaimana hadir dalam beragam produk media saat ini.

Media Islam juga menghadirkan gambaran keteladanan generasi-generasi sukses dalam peradaban Islam sebagai role model. Dan masih banyak upaya bisa dilakukan oleh Khilafah demi menjaga, dan mencerdaskan generasi penerus, serta umat.

Saatnya kita kini kembalikan tatanan kehidupan agar diatur oleh Islam, supaya generasi penerus tak hancur, dan lebih dari itu sebagai konsekuensi keimanan kita terhadap Allah SWT.

Sang Pemilik diri, alam semesta dan kehidupan untuk tunduk, patuh terhadap aturanNya.

Wallahu ‘alam.

*******

Penulis : Hikari Inqilabi (Pemerhati Remaja), tinggal di Tarogong Kaler, Garut.
Editor/Fotografer : John Doddy Hidayat.