Wasiat Prabowo Setelah BPN Tolak Hasil Penghitungan KPU

0
18 views
Capres Prabowo Subianto berpidato saat acara pengungkapan fakta-fakta kecurangan pilpres 2019 di Jakarta Pusat, Selasa (14/5). Foto: Fakhri Hermansyah.

Rabu 15 Mei 2019 03:36 WIB
Red: Andri Saubani

Capres Prabowo Subianto berpidato saat acara pengungkapan fakta-fakta kecurangan pilpres 2019 di Jakarta Pusat, Selasa (14/5). Foto: Fakhri Hermansyah.

“Prabowo menegaskan akan terus berjuang bersama rakyat”

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Ali Mansur, Febrianto Adi Saputro, Riza Wahyu Pratama

Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya bersama Sandiaga Salahuddin Uno dan tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga akan terus melawan kecurangan yang terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif pada pemilihan umum (Pemilu) 2019. Atas dasar kecurangan, Prabowo menegaskan akan terus berjuang bersama rakyat.

Karena itu, Prabowo telah menyiapkan wasiat yang disaksikan oleh pihak keluarga dan ahli hukum. Sehingga, keikhlasan perjuangan yang ia lakukan ini dapat diwariskan oleh para pendukungnya demi terciptanya keadilan dan tegaknya sistem demokrasi di Indonesia.

“Saudara-saudara sekalian, setelah ini, sore hari ini saya ke kartanegara, saya akan kumpulkan ahli hukum. saya akan membuat surat wasiat saya. saya katakan, nggak usah nakut-nakuti dengan makar-makar. Oorang-orang ini, tokoh-tokoh bangsa ini bukan makar. Jenderal-jenderal itu mempertaruhkan nyawanya dari sejak muda. mereka tidak makar. Kita membela negara dan bangsa Indonesia,” ungkap Prabowo di acara Simposium Mengungkap Fakta-fakta kecurangan Pilpres 2019 di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (14/5).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo meminta kepada seluruh aparat penegak hukum di Indonesia untuk tidak menakut-nakuti bangsa Indonesia dengan senjata yang diberikan oleh rakyat. Lanjutnya, saat ini banyak yang mempertanyakan sikapnya lantaran pihak pemerintah Joko Widodo kerap mengirimkan utusan untuk bertemu dengannya.

Namun, Prabowo menegaskan bahwa berdialog dan bernegosiasi diperbolehkan asal tidak menyerah pada keadaan. “Ada yang mengatakan Pak Prabowo bagaimana sikapnya. katanya ada yang minta ketemu saya. bolak balik minta ketemu. Berbicara boleh, berunding boleh, menyerah tidak boleh,” tegasnya.

Prabowo juga menuturkan, bahwa dirinya saat ini masih menaruh harapan kepada penyelenggara pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bekerja secara jujur dan profesional dalam menjalankan tugasnya. Tetapi, jika hal tersebut tidak dijalankan dengan baik dan benar maka penyelenggara pemilu tersebut telah berkhianat kepada rakyat dan negara Indonesia.

“Kami masih menaruh secercah harapan. Kami mengimbau insan-insan di KPU, kami mengimbau, kau anak-anak Indonesia yang ada di KPU, sekarang nasib masa depan bangsa Indonesia ada di pundakmu,” tegas Prabowo.

Mereka juga, sambung Prabowo, yang harus memutuskan kau yang harus memilih menegakkan kebenaran dan keadilan demi keselamatan bangsa dan rakyat indonesia. Atau, kata Prabowo, meneruskan kebohongan ketidakadilan. “Berarti kau mengizinkan penjajahan terhadap rakyat indonesia. kami masih menaruh harapan kepadamu,” kata Prabowo.

Tim relawan BPN (Badan Pemenangan Nasional) memaparkan jenis-jenis kecurangan pilpres 2019 di Jakarta Pusat, Selasa (14/5). Foto: Abdan Syakura.

BPN Tolak Hasil Penghitungan Suara Pemilu oleh KPU

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyatakan sikapnya terkait segala bentuk dugaan kecurangan yang ditemukan oleh BPN. Ketua BPN Prabowo-Sandiaga Djoko Santoso menegaskan, BPN akan menolak hasil penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kami Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga bersama-sama rakyat Indonesia yang sadar demokrasi, menolak hasil perhitungan suara dari KPU RI yang sedang berjalan,” kata Djoko di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5).

Djoko menjelaskan bahwa beberapa waktu yang lalu, BPN telah mengirimkan surat kepada KPU dengan nomor surat 087/bpn/ps/v/2019 tertanggal 1 Mei 2019 tentang audit terhadap IT KPU. Dalam surat tersebut BPN juga meminta dan mendesak KPU untuk menghentikan sistem perhitungan suara di KPU.

“Substansinya agar KPU menghentikan perhitungan suara pemilu yang curang, terstruktur, sistematis dan masif,” ujarnya.

Pada Selasa, BPN menggelar forum bertajuk “Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019”. Sejumlah tokoh yang hadir pada kegiatan tersebut diantaranya Capres Prabowo Subianto, Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufrie, Politikus senior PAN Amien Rais, Waketum Partai Berkarya Siti Hediati Haryadi, Ketua BPN Djoko Santoso, Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak, dan sejumlah tokoh koalisi Indonesia Adil Makmur lainnya.

Komisioner KPU (Komisi Pemilihan Umum) Ilham Saputra mengatakan, KPU tidak mempermasalahkan forum BPN tersebut. Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat.

“Silakan saja, BPN punya hak untuk menyampaikan itu,” tuturnya, Selasa.

Ketika disinggung soal kehadiran anggota KPU dalam pemaparan bukti tersebut, Ilham mengatakan, pihaknya sibuk melakukan rekapitulasi data. “Silakan saja, gunakan prosedur hukum yang berlaku,” kata Ilham.

Selain itu, Ilham juga mengimbau kepada BPN agar melaporkan data dugaan kecurangan Pemilu 2019 yang mereka miliki kepada Bawaslu. “Silakan dibuktikan, dilaporkan ke Bawaslu,” kata Ilham.

Anggota Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo mengatakan, semua anggota Bawaslu berada di kantor Jalan M.H. Thamrin nomor 14, Menteng, Jakarta Pusat. Menurutnya, tidak ada anggota lainnya yang hadir dalam acara pemaparan data dugaan kecurangan yang digelar BPN Prabowo-Sandi, Selasa (14/5).

Selebihnya, ia mempersilakan BPN Prabowo-Sandi untuk memaparkan bukti yang dimiliki. Ketika disinggung soal langkah yang akan dilakukan Bawaslu. Ratna merespons, pihaknya akan memeriksanya jika hal itu dilaporkan pada Bawaslu.

“Perlu diperiksa apakah dokumen itu memang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang. Kalaupun itu dokumen copy-an maka perlu ditelusuri apakah copy-an itu berasal dari dokumen asli,” ujar Ratna.

******

Republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here