PSBB Garut Menjadi CFDBB (Car Free Day Berskala Besar)

0
7 views
Menyerupai Car Free Day Berskala Besar.
Kondisi, Jum’at (22/05-2020).

“Warga Tumpah Ruah Meski Dibayangi Predator Wabah Covid-19”

Garut News ( Jum’at, 22/05 – 2020 ).

Dua hari menjelang Lebaran Idul Fitri 1441 H nyaris sepanjang, Jum’at (22/05-2020), warga Kabupaten Garut dari pelbagai pelosok tumpah ruah memenuhi pusat pertokoan. Mereka umumnya berbelanja beragam kebutuhan non sembako.

Menjadikan suasana pusat perkotaan maupun Pengkolan hiruk pikuk, diperparah kemacetan arus lalu lintas sempat mengepung nyaris seluruh lintasan ruas jalan yang masih bisa dilewati.

Sehingga kian menguatkan kesan selama ini pun penerapan ‘Pembatasan Sosial Berskala Besar’ (PSBB) pada 06-19 Mei 2020 serasa CFDBB (Car Free Day-Berskala Besar).

Pengunjung Sesaki Toserba Asia.

Lantaran sepanjang lintasan jantung kota Jalan A. Yani mulai dari depan Kantor Pos hingga Toserba Asia hanya tak bisa dilewati kendaraan roda empat, sedangkan sepeda motor dan becak kerap menerabas melintasinya.

Apalagi kerumunan orang banyak, nyaris terdapat pada setiap anjungan transaksi perdagangan termasuki pertokoan dan para pedagang kaki lima, meski “dibayangi bahaya predator penularan wabah Covid-19”

Merebak-maraknya serbuan pengunjung yang tak bisa dikendalikan ini, juga kerap berdesakan di dalam setiap pertokoan dan lintasan trotoar kaki lima.

Macetkan Arus Lalulintas.

Padahal berdasar data dan informasi bersumber dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut hingga Kamis (21/05-2020) pukul 17.00 WIB, totalitas kasusnya menembus 3.463 menjadi 3.474 kasus Covid-19 pada Jum’at (22/05-2020).

Terdiri 2.570 ODP (139 kasus masih pemantauan, enam dalam perawatan, 2.425 selesai pemantauan, dan 13 di antaranya meninggal dunia).

Kemudian 60 PDP (lima kasus masih dirawat dan diisolasi, 55 sudah dipulangkan, menewaskan 14 di antaranya).

Tak Bisa Dikendalikan.

Konfirmasi positif 13 kasus (dua kasus masih dalam perawatan, satu kasus isolasi mandiri, delapan kasus sembuh, dan dua kasus meninggal dunia). Sehingga jumlah yang meninggal dunia 29 orang.

Sedangkan 820 OTG (388 masih proses observasi, dan 432 selesai observasi, tak ada yang meninggal).

“Semakin Bertambah”

Semakin bertambah menjadi 3.474 kasus Covid-19 terdiri OTG, ODP, PDP maupun KC, ungkap Humas Tim Gugus tugas Percepatan Penanganan Covid-19, H. Muksin, S.Sos, M.Si, Jum’at.

Dipantau Camat, dan Aparat.

Terdapat penambahan 10 kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) berasal dari Kecamatan Samarang satu orang, Cibatu satu orang, Kersamanah satu orang, Bayongbong satu orang, Cilawu satu orang dan Talegong satu orang.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) satu kasus dari Kecamatan Kadungora, jelasnya pula.

“Sehingga total ODP total 2.580 kasus, meliputi 149 kasus masih pemantauan, enam dalam perawatan, dan 2.425 selesai pemantauan, 13 di antaranya meninggal. PDP ada 61 kasus, dengan rincian enam dalam perawatan dan 55 kasus selesai pengawasan, 15 di antaranya meninggal,” kata Muksin.

Dikatakan, total positif covid-19 terdapat 13 kasus terdiri dua pasien dalam perawatan di rumah sakit, satu pasien isolasi mandiri, delapan pasien dinyatakan sembuh, dan dua kasus meninggal dunia,

“Orang Tanpa Gejala (OTG) 820 orang, meliputi 388 masih dalam tahap observasi, dan 432 selesai masa observasi tanpa ada kasus kematian,” kata dia.

Maka Pemkab Garut senantiasa menyerukan kepada seluruh masyarakat agar melakukan upaya pencegahan sesuai protokol Pencegahan Covid-19, dan berharap do’a terbaik seluruh masyarakat agar Pandemi Covid 19 segera berakhir, imbuhnya.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here