Warga dan Kokam Menjaga Para Dai ketika Berdakwah di Papua

0
38 views
Masa menyambut kedatangan Ustadz Ahmad Al-Habsy (UAA) ke Teluk Bintuni. (Foto: Mulyadi Djaya). Masa menyambut kedatangan Ustadz Ahmad Al-Habsy (UAA) ke Teluk Bintuni Foto: Mulyadi Djaya

Kamis 27 September 2018 14:56 WIB
Red: Muhammad Subarkah

“Muslim Teluk Bintuni Antusias Datangkan Dai Kondang Nasional”

Oleh: DR Mulyadi Djaya, Anggota MUI dan Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Papua Barat

————

Masa menyambut kedatangan Ustadz Ahmad Al-Habsy (UAA) ke Teluk Bintuni. (Foto: Mulyadi Djaya).
Masa menyambut kedatangan Ustadz Ahmad Al-Habsy (UAA) ke Teluk Bintuni
Foto: Mulyadi Djaya

Kendati Ustadz Abdul Somad tidak sampai ke seluruh Wilayah Papua Barat, namun itu tidak menyurutkan kaum Muslimin mendatangkan ustadz nasional ke Kabupaten Teluk Bintuni.Kenyataan ini menjadi bukti bahwa Islam terus menggeliat di wilayah itu.

Semangat mendapatkan pencerahan ajaran agama Islam yang maju dan damai di kabupaten yang berada di bagian selatan Papua Barat tersebut tergambar ketika mendatangkan tamu yang dimuliakan Ustadz Ahmad Al-Habsy (UAA) pada Rabu (26/9) kemarin. Kedatangan dia di sambut meriah di tanah Papua.

Uniknya, mendatangkan ustadz terkenal dari luar Papua itu dilakukan secara gotong royong dari ummat muslim dan dibantu dari Pemda Kabupaten Teluk Bintuni. Setiba UAA di bandara Stengkool Bintuni disambut antusias dengan prosesi adat Suku Sebyar oleh tokoh muslim, pejabat Pemda, KOKAM, MUI, Ormas Islam, BKMT, BKPRMI, dan Takmir Masjid.

Selanjutnya, ustadz muda yang sering muncul di televisi itu diarak keliling Kota Bintuni. Dia mendapat pengawalan yang ketat dari Kokam untuk mencegah bila terjadi persekusi.

“Kami kerahkan Kokam untuk menjaga ustadz selama berada di Bintuni agar tabligh berjalan aman dan tertib,” ujar Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Papua Barat Syamsul Inai.

Tabligh Akbar dalam rangka menyambut tahun baru hijriyah atau 1 Muharram 1440H sudah dipersiapkan lama. Empat bulan lalu kedatangan ustadz nasional Ahmad Al-Habsyi sudah disiapkan.

Ketua Panitia dari Korps Alumni Himpunan Mahasiswa dan Santri Nuuwar Indonesia (Kahimsani), Riswan Bauw, mengatakan bahwa mendatangkan ustadz kondang dalam rangka ummat muslim di Teluk Bintuni bertujuan untuk lebih mendapatkan materi ceramah yang lebih baik.

Ajang tausiyah tersebut dipakai juga sebagai penyegaran ilmu dan wawasan agama yang lebih dalam dan menarik. Ini sesuai dengan temanya, yaitu ‘Satukan Niat menuju Ummat yang Kuat’.

Dan kedatangan UÀA yang singkat ke Bintuni dimanfaatkan untuk menggelar ceramah di dua tempat, yakni di masjid Manimeri pada sore hari dan Masjid Raya Al Munawaroh Kota Bintuni pada malam hari.

Ummat Islam yang datang dari pelosok kampung ramai memenuhi masjid. Mereka antusias untuk mendengarkan tauziah dari ustadz yang selama ini hanya didengar di televisi.

Sebelumnya, dari tanggal 22-24 September lalu, Ustaz Abdul Somad (UAS) memang telah melakukan safari dakwah di Papua Barat. Dia menggelar lima kali tausyiah di Koa Sorong dan Kepulauan Raja Ampat. Masrakat pun antusias menyambutnya. Setiba di bandara Sorong UAS di sambut tarian adat. Setelah sampai di raja Ampat pun diperlakukan sama sebagai tamu kehormatan warga Raja Ampat.

Ketika UAS melakukan tausyiah di Sorong dan Raja Ampat puluhan ribu orang menghadiri acara tausiyahnya. Bahkan, Ketua MUI Papua Barat, Ahmad Nausrau, menyebut UAS telah membuat sejarah di Papua Barat. Ini karena baru dialah yakni seorang penceramah agama bisa mengumpulkan massa dengan begitu besar. Misalnya, masa yang berasal dari berbagai wilayah di sekitar Sorong menghadiri tausiyahnya, Mereka sudah menggelar tempat duduk sebelum waktu tausiyah di gelar,

“Dari sore hari warga sudah memasang tempat duduk dengan aneka tikar. Padahal tausiyah UAS kala itu baru dimulai pada pukul 20.00 WIT. Lalu lintas di sekitar lokasi tausyiah macet total karena di padati masa,” kata Ahmad Nausrau.

*******

Republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here