Inilah Waralaba, Alternatif Bisnis Bagi Pemula

0
167 views

oleh: Magfira Rahma Zakia (19715072)

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 21/04 – 2016 ).

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bisnis, bisa berupa aktivitas penjualan jasa dan barang bertujuan memeroleh keuntungan sebanyak mungkin  pihak pengusaha/perusahaan.

Lantaran setiap orang maupun pengusaha selalu berkeinginan mendapatkan keuntungan banyak, sehingga banyak memilih berbisnis menyusul banyaknya pengusaha berhasil yang menginspirasinya.

Berdasar KBBI, bisnis/bis•nis/ n, usaha komersial dalam dunia perdagangan, sedangkan usaha itu sendiri kegiatan di bidang perdagangan (dengan maksud mencari untung); perdagangan; perusahaan.

Karena itu, hanya terdapat dua kemungkinan bagi para pengusaha, jika tak untung maka rugi. Selain kisah sukses para pengusaha sangat menginspirasi, orang-orang pun dihantui riwayat para pemula berbisnis mengalami kerugian malahan hingga menjadi tak ada modal bersisa.

aa131Lantas wajarkah anda takut memulai bisnis? Apakah pengalaman berbisnis merupakan modal utama berbisnis? Dipastikan, jawabannya TIDAK.

Waralaba

Suatu konsep bisnis mulai populer di kalangan masyarakat Indonesia sejak 1950, kemudian berkembang pada 1970. Istilah lain waralaba adalah franchise. Franchise di-Indonesiakan waralaba berasal dari kosa kata wara (banyak) dan laba (untung).

Waralaba, bentuk kerjasama bisnis berprinsip kemitraan, yakni sebuah perusahaan sudah baik dalam sistem manajemen, keuangan maupun marketingnya, serta adanya merek produk perusahaan dikenal masyarakat luas.

Dengan perusahaan ataupun individu memakai merek produk maupun sistem tersebut. Terdapat istilah-istilah khusus lainnya, maka pemberi waralaba disebut juga franchisor dan penerima waralaba yaitu franchisee.

Waralaba sebagai Alternatif Bisnis bagi Pemula

Apakah wajar kini anda masih takut memulai bisnis? Jangan takut. Tak memiliki pengalaman dalam berbisnis sebelumnya? Juga jangan takut.

Sebab waralaba, salah satu pilihan bagi seorang pemula dalam hal bisnis. Berdasar wawancara terhadap Aulia, 24 tahun, pemilik salah satu minimarket Alfamart di Kota Garut, waralaba ini menjadikan seorang franchisee tak perlu memikirkan hal-hal mengenai permulaan bisnis, seperti penyediaan barang.

Tak hanya membeli nama dan merek, franchisee bisa belajar banyak bagaimana cara menjalankan suatu usaha dari waralaba sudah dibeli ini. Sejak bagaimana membuat strategi marketing, mengelola produk-produk, mengatur arus keuangan, mengatur sistem pekerja, dan lain-lain.

Sehingga, terutama para pemula, selain mendapat keuntungan usaha waralaba ini, juga mendapatkan pengalaman untuk digunakan jika ingin memulai suatu bisnis lain.

Selain itu, dengan waralaba, tak susah membangun citra dan memerkenalkan merek pada masyarakat lantaran usaha tersebut, memiliki citra dan konsumen-konsumen percaya pada usaha itu.

Waralaba bisa lebih menguntungkan, jika lahan digunakan usaha merupakan lahan milih pribadi, karena tak membayar uang sewa lahan.

Pada bisnis minimarket dikenal banyak orang ini, modal awal diperlukan Rp350 juta, sedangkan biaya dibayarkan pada franchisor Rp50 juta setiap lima tahun.

Waralaba berdiri sejak 2004 ini, berhasil mencapai Break Even Point pada 2008. Sedangkan hingga 2016 ini, belum pernah tercatat kerugian sedikitpun.

Namun terdapat beberapa hal harus diperhatikan sebelum menjalankan waralaba,. Pertama, pastikan usaha tersebut memiliki Standard Operational Procedure (SOP). Karena dalam SOP ini terdapat dasar hukum apabila terjadi penyimpangan.

Kemudian mengetahui jelas ragam kendala dan solusinya, juga sebagai pedoman melaksanakan usaha itu. Kedua, franchisor tak hanya ingin menjual bisnisnya, namun juga bisa memberikan pengalaman menjalankan bisnis mereka, memberikan pelajaran-pelajaran bisnis pada pembeli waralaba.

Serta ketiga, franchisor bersifat terbuka juga adil pengelolaan keuangan dan manajemen waralaba ini.

Karena itu pula, perhatikan keberadaan usaha waralaba tersebut sebelum membelinya, dengan membuka usaha waralaba diharapkan tak hanya mengejar keuntungan materi, melainkan juga keuntungan berupa proses pembelajaran.

  • SEKOLAH BISNIS DAN MANAJEMEN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2016.

************

“Kita memiliki investasi sangat luar biasa, setiap 24 jam menghirup 2.880 liter oxigen, serta 11.376 liter nitrogen. Jika oxigen harganya Rp25 ribu/liter, dan nitrogen Rp10 ribu/liter, maka sehari semalam nilainya Rp185 juta, atawa Rp5,5 miliar/tahun, itu baru dari investasi bernafas, belum investasi bersumber organ tubuh lainnya. 

Jika Allah SWT memakai rumus dagang seperti manusia, dipastikan orang sekaya apapun tak bakal bisa memenuhi biaya bernafas seumur hidupnya”

Sehingga inovasi dan kreativitas diwujudkan melalui kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas didukung “DUIT” (Do’a, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal) Dipastikan Berhasil menjadi Pengusaha yang Islami.

Amien…… (pelbagai sumber).

*********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here