Wamenag Berobsesi Jadikan Garut Pilot Proyek Wisata Islami

Garut News ( Sabtu, 19/09 – 2014 ).

Wamenag Berobsesi Industri Pariwisata Garut Bernuansakan Islami, Sehingga Bisa Menjadi Percontohan.
Wamenag Berobsesi Industri Pariwisata Garut Bernuansakan Islami, Sehingga Bisa Menjadi Percontohan.

“Wakil Menteri Agama” (Wamenag) RI, Prof Dr Nazarudin Umar menyatakan, sangat berobsesi menjadikan Kabupaten Garut di Jawa Barat, menjadi pilot proyek.

Atawa percontohan industri pariwisata bernuansakan Islami.

“Saya sangat menaruh perhatian besar pada Garut,” ungkap Nazarudin  ketika didesak pertanyaan Garut News, Sabtu (19/09-2014), mengenai alibi obsesinya itu.

Seusai bersilaturahmi dengan seluruh pengurus dan jajaran “Majelis Ulama Islam” (MUI) kabupaten setempat, Wamenag kemukakan menaruh perhatian besar lantaran beragam potensi alam dimiliki kabupaten tersebut, sangat luar biasa.

Wamenag, Bersilaturahmi Dengan Ketua dan Jajaran Pengurus MUI Kabupaten Garut.
Wamenag, Bersilaturahmi Dengan Ketua dan Jajaran Pengurus MUI Kabupaten Garut.

Bahkan di wilayah ini, terdapat banyak pondok pesantren, madrasah, beserta para pemuka agamanya, sehingga aset daerah ini kudu dijaga dan senantiasa ditumbuhkembangkan kualitasnya.

Di antaranya jangan ternodai kondisi perkembangan tak bagus, karena itu pengelolaan dan pengembangan industri pariwisatanya kudu pula bernuansakan Islami.

Berdialog Langsung.
Berdialog Langsung.

Bahkan juga harus menjadi percontohan, tandasnya, menyerukan.

Karena itu, sepatutnya bisa mewujudkan sesuatu yang lain di Kabupaten Garut, meski agak tak sejalan dengan upaya besarnya pendapatan daerah dari sektor industri pariwisata ini.

Namun saya berkeyakinan, uang bukanlah segala-galanya, sehingga Garut kudu bisa menjadi kota pendidikan bernilai keislaman.

Wamenag, Didesak Pertanyaan Garut News.
Wamenag, Didesak Pertanyaan Garut News.

Pada bagian lain dikemukakan, optimis obsesi tersebut terwujud jika seluruh unsur kepengurusan MUI senantiasa solid, juga kiprahnya bisa dirasakan pelbagai elemen dan komponen masyarakat.

Kebanggaan selama ini bisa kita nikmati, di antaranya tradisi keislaman termasuk terdapat di Kabupaten Garut, dinilai sangat luar biasa.

Antara lain semarak setiap ramadhan, ternyata tak terdapat di negara-negara lainnya, pondok pesantren pun terdapat dimana-mana.

Sempatkan Foto Bersama.
Sempatkan Foto Bersama.

Namun demikian hendaknya pula senantiasa mewaspadai kemungkinan adanya aliran keras, juga mewaspadai halal dan haramnya produk makanan.

Nazarudin Umar juga katakan, segera mencari peluang agar bisa merealisasikan harapan atawa “asa” kalangan ulama termasuk jajaran MUI setempat.

“Perlukan Laboratorium”

Ketua MUI Kabupaten Garut, KH Drs Agus Muhammad Soleh kepada Garut News katakan, jalinan silaturahmi dengan Wamenag tertumpu harapan semakin terjalinnya kerjasama lebih konkrit.

Lantaran MUI kabupaten setempat kian mendesak memerlukan upaya pemberdayaan umat, kemudian bisa semakin terbukanya akses maupun peluang bagi masyarakat Kabupaten Garut.

Pada bidang pengembangan pendidikan, madrasah, pondok pesantren, termasuk para sarjana dapat berpeluang meneruskan pada jenjang pendidikan S2 dan S3.

Bahkan MUI Kabupaten Garut pun, memerlukan pula laboratorium beserta pelatihan termasuk pendidikan formal tenaga akhli pengelola laboratorium, guna penentuan produk makanan halal dan tidaknya.

Demikian antara lain dikemukakan Agus Muhammad Soleh.

******

Esay/ Foto :

John Doddy Hidayat.

Related posts