Wakil Bupati Pantau Penanganan Bencana Cisewu – Talegong

0
17 views
Ilustrasi. Bencana Tanah Longsor.
Lintasan Jalan Provinsi Menghubungkan Garut-Cisewu-Talegong-Bandung.

“Telan Dua Korban Jiwa, 34 Penduduk Terpaksa Mengungsi”

Garut News ( Selasa, 18/02 – 2020 ).

Wakil Bupati Garut dr H. Helmi Budiman terus memantau penanganan korban bencana alam di Kecamatan Cisewu dan Talegong, yang menewaskan dua warga serta terpaksa diungsikannya 13 kepala keluarga atau 34 penduduk.

“Sedangkan penentuan kebijakan upaya lanjutan penanganan pasca bencana, kita tunggu laporan selengkapnya dari BPBD kabupaten setempat,” ungkapnya kepada Garut News saat menghadiri peresmian gedung ‘Sport Hall Garut’, Selasa (18/02-2020).

Wabup Helmi Budiman Hadiri Peresmian ‘Sport Hall’ Garut.

Tim BPBD antara lain bersama personil Tagana, serta elemen dan komponen lainnya pun hingga kini masih berada di lapangan, mereka menginventarisir juga mengidentifikasi kondisi pasca bencana.

“Kita tunggu laporan perkembangannya,” Imbuh Helmi Budiman.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Garut, Drs Heri Gunawan, M.Si antara lain katakan, pada Ahad (16/02-2020), sekitar pukul 18.30 WIB terjadi tanah longsor di Kampung Salam Desa Nyalindung.

Material longsorannya pun menutupi lintasan ruas badan jalan provinsi yang menghubungkan Garut-Bandung, peristiwa serupa juga terjadi di Kampung Langkop pada lokasi perbatasan Cisewu-Talegong.

Sedangkan peristiwa di Kampung Cikidang Desa Sukajaya Cisewu, longsoran tanah antara lain menimpa rumah Ny. Popon (40), dan menewaskannya sekitar pukul 17.45 WIB.

Terdapat pula kerusakan rumah penduduk serta terancam bencana tanah longsor, sehingga 13 kepala keluarga atau 34 penduduk terpaksa diungsikan ke rumah tetangga dan saudaranya.

Ada sekitar enam rumah tertimpa longsoran pada, Senin (17/02-2020), sekitar pukul 02.00 dini hari.

Kemudian warga Kampung Talun RT.04/05 Desa Karangsewu Cisewu, Ny. Teti (35) binti Tasman, tewas tergerus limpahan arus deras Sungai Ciawi pada, Senin (17/02-2020), sekitar pukul 14.00 WIB.

Para korban bencana selamat termasuk para pengungsi mendapatkan bantuan logistik hingga selama tujuh hari mendatang, upaya lain bakal dilakukan sambil menunggu perkembangan lanjutan di lapangan, ungkap Heri Gunawan.

“Sangat Memilukan”

Korban Teti terjatuh serta hilang tergerus arus deras saat menyeberangi Sungai Ciawi, korban berhasil ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB di lokasi hilir sejauh 1,2 kilometer dari penyebarangan, berkondisi meninggal dunia.

Plt. Camat Cisewu Heri melalui Kasi Kemitraan Komunikasi Publik pada Diskominfo Garut Yanyan Agus Supianto katakan, peristiwanya berawal korban Teti bersama Furqon bersama-sama pulang dari sawah menuju rumah. Keduanya menyeberangi Ciawi secara bergiliran.

Ketika Teti berada di bagian tengah kali, tubuhnya terseret arus deras berkedalaman sekitar 1,5 meter.

Furqon turun menolong. Tangannya sempat meraih tangan Teti namun terlepas lantaran terdorong derasnya arus air, diperparah kondisi cuaca hujan.

Bahkan Furqon sempat terseret arus namun bisa menyelamatkan diri. Sedangkan Teti menghilang, raib bersama derasnya arus.

Furqon berteriak meminta pertolongan, teriakannya terdengar seorang anggota Linmas, Udin, yang sedang menunggui sawah. Dia pun bergegas memburu sumber suara.

Kemudian meminta bantuan warga lainnya untuk bersama-sama melakukan pencarian menyusuri pinggiran sungai ke arah hilir.

Setelah dilakukan pencarian di bawah guyuran hujan, sekitar pukul 16.00 WIB, korban ditemukan tersangkut bebatuan. Bagian tubuh korban yang terlihat hanya lututnya.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here