Wajah Lawas KPU Garut Dikandaskan Pendatang Baru

by

Garut News, ( Rabu, 30/10 ).

Komplek Perkantoran KPU Kabupaten Garut. (Foto : John).
Komplek Perkantoran KPU Kabupaten Garut. (Foto : John).

Wajah wajah lawas anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Kabupaten Garut, Jabar, dikandaskan pendatang baru.

Padahal empat dari lima komisioner KPU setempat, ikut serta mendaftar peserta seleksi calon anggota KPU periode berikutnya, termasuk Ketuanya Aja Rowikarim.

Komisioner KPU lainnya, Zaki Resmana Saleh, Abdal, dan Urip Sudhiana, namun mereka berguguran.

Sehingga Tim Seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten Garut, merilis 20 nama lolos tes tertulis, tes kesehatan, dan tes psikologi guna diikutkan seleksi membidik sepuluh calon anggota KPU Kabupaten Garut.

Mengejutkan memang, kini masih bertugas menjadi komisioner KPU, tak satu pun bisa menembus sepuluh besar calon.

Meski selama ini, banyak kalangan memerkirakan sedikitnya terdapat dua incumbent komisioner KPU bakal lolos seleksi.

Dengan asumsi KPU Garut langsung menghadapi tugas cukup berat, menyiapkan penyelenggaraan Pileg 2014 saat ini memasuki tahapan kampanye calon anggota legislatif.

Ketua Tim Seleksi Calon Anggota KPU setempat, Agus Muhammad Soleh, katakan pihaknya bekerja profesional sesuai peraturan dan perundang-undangan berlaku, dan selalu berkoordinasi dengan KPU Provinsi Jawa Barat, katanya.

Total peserta seleksi dinyatakan lolos persyaratan administrasi berjumlah 60.

Tetapi salah satunya kemudian mengundurkan diri.

Maka jumlah peserta mengikuti tahapan tes tertulis, tes kesehatan, dan tes psikologi 59 untuk bisa lolos 20 besar.

Nama-nama lolos 20 besar calon anggota KPU itu, juga didominasi kalangan wiraswasta, dan dosen, disusul guru dan karyawan swasta. Serta seorang PNS, dan seorang pensiunan PNS.

Cukup menarik, di antara nama-nama ini terdapat Komisioner Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) juga berprofesi dosen, yakni Ipa Hafsiah Yakin, mantan Komisioner Panwaslu periode 2003-2008 Djudju Nuzuluddin, dan mantan Komisioner KPU 2003-2008 Lia Juliasih.

Sebanyak 20 besar calon anggota KPU Garut, terdiri Abdullah Efendi, Hilwan Fanaqi, Reza Alwan Sovnidar, Djudju Nuzuluddin, Yusup Hermawan, Heri Hasan Basri, Lia Juliasih, Dindin Saprudin, Ipa Hafsiah Yakin, Heni Suyanti, Wahyu Hidayat, Eddi Muliana R, Hasanudin, Asep Lukman, Yusep Ahmad Abdul Rojak, Asep Permadi Gumelar, Ganjar Jojon Johari, Ade Sudrajat, Asep Dadang, dan Entep Zaky Hidayat.

Agus Muhammad Soleh pun, berharap masyarakat bisa memberikan masukan, dan tanggapan pada nama-nama 20 besar calon anggota KPU, sebagai salah satu pertimbangan menentukan sepuluh besar.

Masukan dan tanggapan masyarakat pada calon anggota KPU Garut itu, disampaikan secara tertulis disertai identitas jelas pada Tim Seleksi calon dialamatkan ke Sekretariat Tim Seleksi Jalan Bumi Tarogong Nomor 9 Tarogong Kaler, Garut.

“Masukan masyarakat ini selambat-lambatanya, 6 November bisa kita terima. Nanti, Tim selain turun ke lapangan membuktikan kebenaran tanggapan masyarakat, juga akan melakukan wawancara serta meminta klarifikasi calon,” katanya pula.

Ditegaskan, masukan dan tanggapan masyarakat dibutuhkan sebagai salah satu upaya menghasilkan anggota KPU berkualitas, memiliki integritas, kredibilitas, dan etika baik.

Sekaligus mencegah lolosnya calon bermasalah, baik menyangkut hukum atawa etika.

“Uji publik, tanggapan masyarakat ini menilai kelaikan calon. Jangan sampai setelah menjadi anggota KPU, malahan muncul permasalahan lantaran sebelumnya tak ada tanggapan masyarakat,” imbuhnya.

***** Zainul, JDH.