Wabup Garut Sewot 603 Pegawai Bolos Apel

0
14 views

Garut News ( Selasa, 28/10 – 2014 ).

Helmi Budiman. (Foto : John Doddy Hidayat).
Helmi Budiman. (Foto : John Doddy Hidayat).

Tak lumrah dua kali apel gabungan digelar dalam sehari di lingkungan Pemkab Garut,  Tetapi ini terjadi Senin (27/10-2014).

Wakil Bupati (Wabup) setempat, Helmi Budiman juga kembali memimpin apel gabungan dilaksanakan sore harinya.

Wabup tandaskan, apel gabungan kedua kalinya terpaksa dilakukan bagi mereka pagi harinya tak mengikuti apel pagi, padahal bagian kewajiban.

“Tak bisa ditolelir kalau ada 603 pegawai tak melaksanakan salah satu kewajibanya tersebut,” ungkap Helmi, sewot.

Kecuali guru, petugas kesehatan, serta petugas teknis lain tak bisa meninggalkan tempat, 2.400 pegawai wajib mengikuti apel dari 35 Dinas, Badan Kantor.

“Masa yang hadir 1.779, ini keterlaluan,” tegas Wabup, ketus.

Kata dia, mana mungkin mampu melayani masyarakat dengan baik, mana mungkin mampu melakukan perbaikan kalau mental para pegawai masih seperti ini, katanya.

“Apel pagi itu bentuk kesiapsiagaan kita melaksanakan tugas sehari-hari,” katanya pula.

Menurut dia pula, mengikuti apel pagi salah satu kewajiban harus dilaksanakan etiap pegawai di lingkungan Pemerintahan, itu menjadi aturan. Bagi seorang pegawai, tak melaksanakan apel pagi dan sore, apalagi diketahui ketakhadirannya tanpa keterangan, kecuali berhalangan sakit atau keperluan tak bisa ditinggalkan, merupakan sesuatu bentuk pengingkaran.

Terkait masih adanya Dinas, Kantor badan belum mengindahkan tegurannya, Wabup bakal menindaklanjuti memanggil para kepala SKPD.

“Ini saya serius melakukan teguran, suatu saat kalau ini belum berubah juga, saya apelkan bersama para Kepala Dinasnya,” demikian Wabup, mengancam.

Tak hanya teguran disampaikan, Wabup juga menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran, kepatuhan dan kedisiplinan para pegawai di lingkungan Pemkab terus mengalami peningkatan.

Konsistensi ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan, ujarnya.

Terkait kedisiplinan pegawai, sebelumnya Wabup menyoroti alat kelengkapan pakaian dinas pegawai, menurutnya banyak menyalahi aturan.

Masih banyak pegawai tak memakai sabuk korpri, tak memakai papan nama atau sepatu bertali.

******

FA, Jdh.