Wabup Dikagetkan Pelayanan Disdukcapil Dengan Berkumpulnya Banyak Warga

0
18 views
Wabup Garut Bergegas Segera Datangi Disdukcapil, Senin (16/03-2020).
Langsung Saksikan Masih Berkumpulnya Banyak Warga.

“Mendadak Sontak Selenggarakan Sidak”

Garut News ( Senin, 16/03 – 2020 ).

Wabup Garut dr H. Helmi Budiman sempat dikagetkan informasi mengenai pelayanan Disdukcapil kabupaten setempat, lantaran masih menggelar kegiatan yang menyebabkan berkumpulnya banyak warga.

Mereka berdatangan dari pelbagai pelosok kemudian antri sejak dini hari, Senin (16/03-2020, guna memproses kepemilikan KTP, Akte Kelahiran, dan Kartu Keluarga termasuk memerbaharui dokumen bahkan memerbaiki penulisan identitas yang salah ketik.

Padahal dua hari sebelumnya, Helmi Budiman mengingatkan, pihaknya untuk sementara tak memberikan pelayanan perizinan ragam bentuk kegiatan melibatkan pengumpulan banyak warga.

Wabup Peroleh Penjelasan Detail dari Kepala Disdukcapil.

Sebagai bagian upaya mengantisipasi bahaya ancaman penyebaran wabah virus corona (Covid-19) di Kabupaten Garut, katanya.

“Pemkab memberhentikan sementara pelayanan perizinan yang melibatkan pengumpulan masa yang besar,” imbuh Helmi, Sabtu (14/03-2020).

Sehingga, masyarakat juga dihimbau tak menggelar kegiatan-kegiatan melibatkan orang berjumlah banyak. Sebagaimana dianjurkan organisasi kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) baru-baru ini, berkaitan pencegahan penyebaran Covid-19.

Warga Sesaki Ruang Tunggu Pelayanan Disdukcapil Garut, Senin (16/03-2020).

Dia mengingatkan pula, agar masyarakat menghindari kontak fisik, serta selalu rajin berolahraga, dan senantiasa berpola hidup sehat, dan bersih.

“Sangatlah penting kita mengikuti semua saran WHO, dan instansi pemerintah terkait cara penanganan situasi saat ini. Perlindungan nyawa manusia menjadi prioritas utama sekarang,” imbuhnya pula.

Menyikapi hingga Senin masih berlangsung pelayanan yang melibatkan pengumpulan banyak warga, Wabup Helmi Budiman seusai menggelar pertemuan pencegahan penularan wabah Corona di kantor Dinkes, langsung mendatangi Disdukcapil.

Duduk Sangat Berdekatan Berdampingin Menunggu Panggilan Nomor Antrian.

“Berlangsungnya pelayanan yang melibatkan pengumpulan banyak warga tersebut, terakhir hari ini,” ungkapnya kepada Garut News setelah mendapatkan penjelasan Kadisdukcapil Rina Siti Sobariah.

Sedangkan mulai besok (Selasa, 17/03-2020), hingga dua pekan mendatang hanya memberikan pelayanan yang sifanya sangat ‘urgen’ maupun mendesak seperti halnya pengurusan kelengkapan dokumen untuk BPJS, dan untuk keperluan seleksi menjadi TNI/Polri.

“Sehingga tak melibatkan pengumpulan banyak penduduk,” imbuh Wakil Bupati Garut.

Berkondisi Sangat Berhimpitan yang Umumnya Tak Mengenakan Masker.

Seorang Pegawai Disdukcapil katakan, pelayanan yang diberikannya itu semata-mata ‘Merawat Niat Lillahi Ta’ala’ yang menurut Wabup, sangatlah mulia merawat niat tersebut. Namun keselamatan dan kesehatan pun harus diutamakan.

“Tanpa Corona pun Hidup Sudah Susah”

Sebelumnya juga diberitakan Garut News, hingga dua pekan ke depan, Pemkab Garut menunda bahkan membatalkan  agenda kegiatannya sebagai upaya antisipasi maupun penanganan penyebaran wabah virus corona.

Setiap Seluruh Pegawai Disdukcapil pun Setiap Harinya Disibukan Kegiatan Pelayanan.

Demikian berdasar hasil rapat koordinasi membahas langkah Pemkab berkaitan penanganan Covid-19. Bupati Rudy Gunawan memimpin langsung rapat itu di rumah dinasnya di Garut Kota, Ahad (15/03-2020).

Pembatalan sejumlah agenda itu, juga di antaranya meliburkan kegiatan belajar-mengajar di kelas, dan melarang kegiatan melibatkan massa.

Juru Bicara Tim Penanganan Infeksi Emerging Covid-19 kabupaten setempat Ricky R. Darajat, SH katakan, ada beberapa poin penting hasil rapat koordinasi pimpinan tersebut.

Antri Menunggu Pemotretan.

Antara lain, seluruh pelayanan publik beroperasi seperti biasa dengan tetap memerhatikan upaya-upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease-19; seluruh PAUD, TK/RA, SD/MI, SMP/ MTs dan SMA/MA untuk meliburkan siswa dan mengganti dengan kegiatan belajar mandiri di rumah 16-28 Maret.

Serta menunda pelaksanaan kegiatan study tour; dan meniadakan sementara kegiatan apel gabungan dan rapat-rapat yang mengumpulkan massa banyak, termasuk didalamnya pelaksanaan audiensi.

Selain itu, kata Ricky, seluruh perangkat daerah agar menunda kegiatan kunjungan kerja dan penerimaan kunjungan kerja; menghentikan sementara rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-207Garut; meninjau kembali penyelenggaraan kegiatan berdampak dari pengumpulan massa dalam jumlah besar.

Tanpa Apel Pagi Hingga Dua Pekan Ke Depan.

Termasuk meninjau kembali perizinan yang sudah diterbitkan, dan tidak mengeluarkan perizinan baru; serta menghentikan sementara kegiatan car free day.

“Area publik milik Pemkab juga ditutup sementara, seperti Gedung Pendopo, Alun-alun Garut, Islamic Center, Gedung Pertemuan Bale Paminton, Gedung Pertemuan Lasminingrat, Museum RAA Adiwijaya, Sarana Olahraga Kerkof, dan Sarana Olah Raga Ciateul. Kegiatan pelayanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Pos Pembinaan Terpadu dihentikan pula sementara. Sedangkan untuk pelayanan imunisasi dan pemeriksaan ibu hamil, dilaksanakan di Puskesmas,” ungkap Ricky juga Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Kehumasan pada Dikominfo Garut.

Dikemukakan, hasil rapat pun membuahkan kesepakatan untuk dilakukan pemantauan pelaksanaan kelancaran lalu lintas perekonomian di wilayah kabupaten agar tak terjadi kelangkaan barang akibat pembelian berlebihan atau upaya penimbunan oleh pihak-pihak tertentu, katanya.

Tetapi hingga kini belum diperoleh konfirmasi, mengenai belum dibatasinya jumlah konsumen maupun pedagang yang bertransaksi jual beli di pasar, swalayan, dan mall.

Demikian pula masih beroperasionalnya pabrik-pabrik dengan melibatkan banyak tenaga kerja.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here