Wabup Garut : PSBB Berakhir Pencegahan Masif Dilakukan

0
6 views
Wakil Bupati Garut.
Kepadatan Pusat Kota Garut, Selasa (19/05-2020), Namun Secara Umum Penerapan PSBB Berhasil, katanya.

“Enam KC Sembuh, Jangan Terjebak Perilaku Pamer Barang Baru”

Garut News ( Selasa, 19/05 – 2020 ).

Wakil Bupati Garut dr H. Helmi Budiman mengingatkan meski penerapan ‘Pembatasan Sosial Berskala Besar’ (PSBB) berakhir, Selasa (19/05-2020), namun upaya pencegahan penularan Covid-19 masif dilakukan.

Tak diperpanjangnya penerapan PSBB berlangsung sejak 6 Mei 2020 tersebut, berdasar hasil rapat evaluasi bersama ‘Forum Koordinasi Pimpinan Daerah’  (Forkopimda) juga Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten setempat.

“Upaya preventif masif dilakukan lantaran banyak pemudik bakal berdatangan, sehingga posko-posko chek point pun lebih diaktifkan termasuk pada posko yang mandiri didirikan masyarakat mengantisipasi serbuan pemudik,” ungkap Helmi Budiman kepada Garut News di ruang kerjanya, Selasa (19/05-2020).

Suasana Pasar Ciawitali Guntur Garut.

Kembali diingatkan, kendati PSBB dihentikan tetapi tetap diberlakukan protokol kesehatan, senantiasa pula diselenggarakan monitoring lapangan.

“Bahkan masyarakat pun diharapkan menjadikan ibadah puasa momentum peningkatan kepedulian sosial. Terutama menjelang Idul Fitri 1441 H hendaknya berbelanjalah seperlunya hendaknya jangan terjebak perilaku pamer barang baru di hari Lebaran,” imbuh Helmi Budiman.

Dikatakan, terdapat yang positif dua orang dari Kecamatan Selaawi dan Banyuresmi
menggambarkan Kabupaten Garut dalam grafik kasus Covid-19 tidak landai sebenarnya, karena ada kenaikan.

Data dan Informasi.

Sehingga kewaspadaan harus lebih ditingkatkan, sebab perjalanan wabah ini masih terus berlangsung dan dari kedua pasien positif tersebut, satu di antaranya meninggal dunia asal Kecamatan Banyuresmi sebelumnya dilakukan Sweb Test hasilnya dinyatakan positif.

Bertambahnya dua pasien positif maka di Kabupaten Garut menjadi 13 kasus, terdiri delapan pasien dalam perawatan di rumah sakit, satu orang isolasi mandiri, dua pasien dinyatakan sembuh, dan dua kasus meninggal dunia.

“Enam KC Sembuh”

Perkembangan di Garut.

Sedangkan perkembangan hingga, Selasa (19/05-2020) Pukul 17.00 WIB, Pemkab terus menyelenggarakan ragam upaya preventif juga deteksi dini penanggulangan Covid-19 kepada masyarakat.

Dengan mengefektifkan kegiatan di 22 titik cek point berupa pemeriksaan kesehatan para pelaku perjalanan.

“Alhamdulillah ada kabar baik, hari ini enam orang KC berhasil sembuh, berdasar hasil RT – PCR negatif dua kali berturut-turut,” ungkap Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, H. Muksin, M.Si.

Mereka terdiri 1. KC-01, laki-laki, 57 tahun, Kecamatan Wanaraja, 2. KC-06, laki-laki, 42 tahun, Kecamatan Cikajang, 3. KC-07, perempuan, 46 tahun, Kecamatan Garut Kota.

Kemudian 4. KC-08, laki-laki, 40 tahun, Kecamatan Tarogong Kaler, 5. KC-09, laki-laki, 31 tahun Kecamatan Tarogong Kaler, serta 6. KC-10, anak laki-laki, 2 tahun, Kecamatan Cibatu.

Info Grafis.

Keenamnya dipulangkan dari RSUD dr. Slamet namun diharuskan melanjutkan isolasi mandiri selama 14 hari kedepan dengan menerapkan PHBS, menggunakan masker, dan senantiasa menjaga jarak (physical distancing).

Terdapat pula penambahan empat kasus ODP, dan dua PDP, maka totalitasnya (OTG, ODP, PDP dan Konfirmasi +) menjadi 3.372 kasus, 29 di antaranya meninggal dunia.

Terdiri 743 OTG, 311 masih dalam tahap observasi dan 432 selesai masa observasi tanpa ada kasus kematian, satu orang menjadi  positif.

ODP : 2.557 kasus (128 kasus masih pemantauan, lima dalam perawatan, dan 2.424 selesai pemantauan, 13 di antaranya meninggal).

PDP : 59 kasus (lima kasus dalam perawatan dan 54 kasus selesai pengawasan, ada 14 di antaranya meninggal).

Konfirmasi + : 13 kasus terdiri dua dalam perawatan di rumah sakit, satu kasus isolasi    mandiri di rumah menunggu hasil laboratorium, delapan kasus dinyatakan sembuh, dan  dua kasus meninggal.

H. Muksin, M.Si.

Tim subdivisi pencegahan gugus tugas percepatan penanganan covid mengadakan tracking dan tracing OTG ke Kecamatan Selaawi, Banyuresmi, Tarogong Kaler dan Tarogong Kidul melacak kontak erat, penyelidikan epidemiologi, pemeriksaan rapid tes dan pengambilan swab.

“Menurut Muksin meski pusat Kota Garut kerap sarat pengunjung, namun secara umum penerapan PSBB berhasil di antaranya pelajar selama ini belajar di rumah, Alun Alun berhasil disterilkan, juga pembatasan kerumunan orang di Masjid maupun rumah-rumah ibadah,” katanya.

******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here